Kabur Longsor Cisarua, 38 Korban Ditemukan, 20 Teridentifikasi
Tiga hari bertahan proses pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan dan dievakuasi sebanyak 38 kantong jenazah korban longsor. Bisa dikatakan jumlah yang terdeteksi bertambah sebesar 4.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan dari awal hingga hari ini total 13 kantong jenazah yang dievakuasi di tempat longsor. Proses pencarian masih berlangsung dengan baik dan tidak ada gangguan cuaca.
"Kami akan terus melakukan proses pencarian dan evakuasi sampai ke 14 hari ke depan," kata Ade saat di Posko SAR Gabungan, Senin malam.
Pada pagi hari kemarin cuaca buruk menghambat proses evakuasi. Pencarian dilakukan saat cuaca cerah pada siang hingga sore hari.
"Angka yang disebut korban hilang sebenarnya adalah jumlah masyarakat yang datang ke pos DVI untuk melapor. Bisa jadi satu korban diwakili dua atau tiga orang," kata Kombes Pol. La Ode Aries El Fathar.
Sampai Senin siang, 20 kantong jenazah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga. Total yang masih dalam proses identifikasi sebanyak 18 kantong jenazah.
"Jumlah korban yang ditemukan sampai hari ini sebesar 38 kantong jenazah. Proses identifikasi masih berlangsung," kata Ade.
Sekjen Polda Jawa Barat, Drs. H. Mulyadi Selvin, menambahkan bahwa status tanggap darurat direncanakan berlangsung hingga 14 hari ke depan dan akan dievaluasi pada hari ketujuh.
Tiga hari bertahan proses pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan dan dievakuasi sebanyak 38 kantong jenazah korban longsor. Bisa dikatakan jumlah yang terdeteksi bertambah sebesar 4.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan dari awal hingga hari ini total 13 kantong jenazah yang dievakuasi di tempat longsor. Proses pencarian masih berlangsung dengan baik dan tidak ada gangguan cuaca.
"Kami akan terus melakukan proses pencarian dan evakuasi sampai ke 14 hari ke depan," kata Ade saat di Posko SAR Gabungan, Senin malam.
Pada pagi hari kemarin cuaca buruk menghambat proses evakuasi. Pencarian dilakukan saat cuaca cerah pada siang hingga sore hari.
"Angka yang disebut korban hilang sebenarnya adalah jumlah masyarakat yang datang ke pos DVI untuk melapor. Bisa jadi satu korban diwakili dua atau tiga orang," kata Kombes Pol. La Ode Aries El Fathar.
Sampai Senin siang, 20 kantong jenazah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga. Total yang masih dalam proses identifikasi sebanyak 18 kantong jenazah.
"Jumlah korban yang ditemukan sampai hari ini sebesar 38 kantong jenazah. Proses identifikasi masih berlangsung," kata Ade.
Sekjen Polda Jawa Barat, Drs. H. Mulyadi Selvin, menambahkan bahwa status tanggap darurat direncanakan berlangsung hingga 14 hari ke depan dan akan dievaluasi pada hari ketujuh.