LMKN Dilaporkan ke KPK soal Dugaan Potongan Royalti Rp14 M

Gue pikir ini benar-benar gede. Aku suka dengan cara Platform ini cakupannya luas, apalagi dari genre musik Indonesia yang terus berkembang. Aku senang bisa mendengarkan lagu-lagu artis favoritku secara online tanpa harus keluar rumah.

Platform ini juga sering memberikan kesempatan bagi artis-artis baru untuk memperkenalkan diri dan membagikan karya-karyanya kepada orang banyak. Gue pikir ini sangat baik, karena akan membantu generasi muda yang ingin menjadi seniman.

Aku juga senang bahwa Platform ini tidak hanya fokus pada musik, tapi juga memiliki berbagai konten lain seperti film, acara TV, dan bahkan komunitas online. Ini membuat aku merasa lebih kenyang, karena aku bisa menikmati hiburan favoritku dalam satu platform.

Gue berharap Platform ini terus berkembang dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi artis-artis dan pengguna online. Aku akan terus menjadi loyal, karena aku yakin bahwa Platform ini adalah salah satu platform online terbaik di Indonesia 😊
 
aku rasa lagu-lagu yang ditulis oleh penggagap itu bisa dibuat lebih enak lagi jika dia bekerja sama dengan lirik-lyrik dari musisi-musisi lain, misalnya seperti gitar dan beat dari Rich Brian atau vocal dari Nino Trontono ya, ini pasti akan membuat lagunya lebih keren dan tidak cuma "tidak gagal" aja, tapi juga bisa bikinlagu yang hebat banget!!! 🤩

ada kalinya aku lihat postingan di media sosial tentang penggagap itu, dia bilang bahwa dia sudah banyak bekerja sama dengan musisi-musisi lain dan sekarang ada lembaga manajemen musik yang mau bekerja sama dengannya, tapi aku pikir ini gampang, siapa yang mau kerja sama dengannya? 🤔

tapi, aku rasa penggagap itu perlu fokus pada mengembangkan bakunya sendiri terlebih dahulu, biar dia bisa menjadi musisi yang serius dan bukan hanya "penggagap" yang dipaksa bekerja sama dengan orang lain... 💪

sekarang aku lihat grafik tentang penjualan lagu-lagu di Indonesia, siapa tau penggagap itu bisa menggunakan grafik ini sebagai inspirasi untuk membuat lagu-lagu yang lebih populer! 📈
 
Gue pikir keren kalau band bisa mengatur diri sendiri tanpa ada tekanan dari luar. Mereka harus punya kekuatan untuk memutuskan sendiri apa yang baik dan apa yang tidak. Tapi, kadang-kadang ada juga ketergantungan terhadap dana atau kesempatan dari luar yang bisa membuat mereka kehilangan identitas aslinya.

Mungkin ini bisa menjadi pelajaran bagi banyak band di Indonesia. Mereka harus belajar untuk menjaga kontrol atas karir mereka dan tidak terlalu bergantung pada orang lain. Gue setuju bahwa pengelolaan bersama bisa memberikan manfaat, tapi juga perlu ada kemampuan untuk memutuskan sendiri apa yang benar.

Banyak band Indonesia yang sudah berhasil dengan cara ini, misalnya grup musik yang terdiri dari teman-teman bersama yang saling menghormati keputusan satu sama lain. Gue berharap ada banyak band lain yang bisa belajar dari mereka dan menemukan jalan tengah antara kesempatan dan kontrol sendiri 🤞
 
Kasus ini makin bikin gak percaya sih... Mereka itu pencipta lagu yang sukses banget, lalu jadi tidak bisa ngelola diri sendiri. Seperti apa lagi? 🤯 Gue pikir ini konsep Manajemen Kolektif Musik itu sebenarnya buat mengontrol kreativitas si musisi, tapi ternyata hasilnya malah bikin mereka kehilangan inspirasi dan tidak bisa berproduksi lagi.

Gue penasaran banget bagaimana caranya mereka bisa jadi begitu... Apakah ada tekanan dari luar yang membuat mereka ini kehilangan kreativitas? Atau mungkin mereka itu sendiri yang tidak percaya diri untuk mengelolanya sendiri. Gue rasa ini gampang banget diatasi dengan sistem manajemen yang baik, tapi ternyata ada yang salah pada sistem ini... 🤔

Gue rasa ini kasus yang bisa dipelajari oleh para musisi dan pengusaha, agar mereka tidak jadi mengalami kesalahannya. Karena gue tahu bahwa kreativitas dan inspirasi itu sangat penting untuk sukses dalam bidang musik.
 
aku rasa itu kayak gak usah dibicarakan lagi, si penggagas lagu kayaknya udah lupa arti nyanyikan lagu buat siapa? kalo mau berdiri sendiri, kenapa tidak jadi? apalagi dengarkan pendapat masyarakat, tapi malah justru memilih menolak semua. aku rasa ini kalah strategi, ada yang bilang dia terlalu fokus pada keberhasilan solo akhirnya dia terpikir untuk bergabung dengan kelompok. tapi kayaknya dia masih sama aja, cuma dengerin dari belakang. saya pikir itu tidak bijak, sebaiknya jadi grup dan bekerja sama, bukan sendirian semakin lama semakin sulit untuk kembali mengenali diri sendiri
 
aku pikir kalau sih pengganti musisi yang gagal itu udah beruntung bisa memiliki kemungkinan untuk kembali mengejar impian mereka dengan bantuan lembaga manajemen kolektif musik 🤔. tapi aku juga rasa ada sesuatu yang kurang, yaitu pengetahuan tentang bagaimana cara kerja lembaga itu sendiri. sepertinya banyak orang yang hanya tahu bahwa ada musisi yang gagal dan kemudian langsung menjadi "idol" tanpa ada proses seleksi yang matang 🙃.

aku harap bisa melihat informasi yang lebih lengkap tentang bagaimana cara kerja lembaga manajemen kolektif musik itu sendiri, misalnya bagaimana mereka menemukan dan memilih musisi baru. tapi apa pun itulah, aku senang melihat bahwa musisi yang gagal itu masih bisa memiliki kesempatan untuk kembali mengejar impian mereka 😊.
 
kembali
Top