Dokumen 3 Juta Halaman Epsteinterdiras Kembali di Internet, Siapa Yang Membuatnya?
Terdapat sebuah arsip digital yang dirilis oleh laman jmail.world. Arsip ini berisi dokumen-dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein atau "Epstein Files" dan sekitar 3 juta halaman telah dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Arsip ini dibuat oleh dua pengembang independen bernama Luke Igel dan Riley Walz. Mereka membuat sebuah aplikasi web yang meniru arsip kotak masuk email sungguhan, sehingga pengguna dapat menelusuri ribuan dokumen terkait Epstein.
Email-email dalam arsip ini mencakup periode 2011-2019 dan melibatkan sejumlah nama besar yang pernah berkomunikasi dengan Epstein. Dokumen-dokumen tersebut dirilis oleh House Oversight Committee pada November lalu, tetapi sulit ditelusuri secara manual karena masih berupa PDF hasil pemindaian.
Untuk mengatasi hal ini, Walz dan Igel menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mengubah dokumen hasil scan menjadi teks digital yang dapat dicari dan disusun ulang secara sistematis. Email-email dalam arsip ini mencakup topik seperti urusan media, isu politik, bisnis, hingga komunikasi pribadi.
Tujuan utama proyek Jmail adalah membantu kerja jurnalistik dan penelitian dengan menyediakan akses yang lebih transparan dan terstruktur terhadap dokumen publik yang jumlahnya sangat besar.
Terdapat sebuah arsip digital yang dirilis oleh laman jmail.world. Arsip ini berisi dokumen-dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein atau "Epstein Files" dan sekitar 3 juta halaman telah dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Arsip ini dibuat oleh dua pengembang independen bernama Luke Igel dan Riley Walz. Mereka membuat sebuah aplikasi web yang meniru arsip kotak masuk email sungguhan, sehingga pengguna dapat menelusuri ribuan dokumen terkait Epstein.
Email-email dalam arsip ini mencakup periode 2011-2019 dan melibatkan sejumlah nama besar yang pernah berkomunikasi dengan Epstein. Dokumen-dokumen tersebut dirilis oleh House Oversight Committee pada November lalu, tetapi sulit ditelusuri secara manual karena masih berupa PDF hasil pemindaian.
Untuk mengatasi hal ini, Walz dan Igel menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mengubah dokumen hasil scan menjadi teks digital yang dapat dicari dan disusun ulang secara sistematis. Email-email dalam arsip ini mencakup topik seperti urusan media, isu politik, bisnis, hingga komunikasi pribadi.
Tujuan utama proyek Jmail adalah membantu kerja jurnalistik dan penelitian dengan menyediakan akses yang lebih transparan dan terstruktur terhadap dokumen publik yang jumlahnya sangat besar.