Arsip Dokumen Epstein Berjumlah 3 Juta Halaman, Dibuat Seorang Pengembang Independen
Dokumen-dokumen terkait Jeffrey Epstein yang berjumlah sekitar 3 juta halaman telah dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). Untuk memudahkan publik mempelajari semua isi dokumen tersebut, muncul laman jmail.world. Arsip ini dibuat oleh dua pengembang independen yang bernama Luke Igel dan Riley Walz, dengan tujuan memudahkan kerja jurnalistik dan penelitian.
Arsip ini dirancang seperti kotak masuk email sungguhan, sehingga pengguna dapat membuka, mencari, menandai, dan menelusuri email berdasarkan topik maupun pengirim. Dokumen-dokumen tersebut sebelumnya tersedia dalam bentuk PDF hasil pemindaian, yang sulit ditelusuri secara manual.
Luke Igel dan Riley Walz menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengubah dokumen hasil scan menjadi teks digital yang dapat dicari dan disusun ulang secara sistematis. Email-email dalam arsip ini mencakup periode 2011 hingga 2019 dan melibatkan sejumlah nama besar yang pernah berkomunikasi dengan Epstein.
Tujuan utama Jmail adalah membantu kerja jurnalistik dan penelitian, dengan menyediakan akses yang lebih transparan dan terstruktur terhadap dokumen publik yang jumlahnya sangat besar. Mereka juga menyatakan bahwa arsip ini akan terus diperbarui seiring dengan rilis dokumen tambahan oleh Kongres Amerika Serikat.
Arsip Epstein Files dapat diakses publik melalui situs jmail.world, dan pengembangnya menuturkan bahwa proyek ini pada dasarnya adalah kloning Gmail.
Dokumen-dokumen terkait Jeffrey Epstein yang berjumlah sekitar 3 juta halaman telah dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). Untuk memudahkan publik mempelajari semua isi dokumen tersebut, muncul laman jmail.world. Arsip ini dibuat oleh dua pengembang independen yang bernama Luke Igel dan Riley Walz, dengan tujuan memudahkan kerja jurnalistik dan penelitian.
Arsip ini dirancang seperti kotak masuk email sungguhan, sehingga pengguna dapat membuka, mencari, menandai, dan menelusuri email berdasarkan topik maupun pengirim. Dokumen-dokumen tersebut sebelumnya tersedia dalam bentuk PDF hasil pemindaian, yang sulit ditelusuri secara manual.
Luke Igel dan Riley Walz menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengubah dokumen hasil scan menjadi teks digital yang dapat dicari dan disusun ulang secara sistematis. Email-email dalam arsip ini mencakup periode 2011 hingga 2019 dan melibatkan sejumlah nama besar yang pernah berkomunikasi dengan Epstein.
Tujuan utama Jmail adalah membantu kerja jurnalistik dan penelitian, dengan menyediakan akses yang lebih transparan dan terstruktur terhadap dokumen publik yang jumlahnya sangat besar. Mereka juga menyatakan bahwa arsip ini akan terus diperbarui seiring dengan rilis dokumen tambahan oleh Kongres Amerika Serikat.
Arsip Epstein Files dapat diakses publik melalui situs jmail.world, dan pengembangnya menuturkan bahwa proyek ini pada dasarnya adalah kloning Gmail.