Lima Kali Tepuk Tangan DPR untuk Jenderal Listyo Sigit dan Pujian ‘Menyala Pak Kapolri’

Kalau Polri benar-benar ingin menjadi police sipil, apa salahnya kalau ditempatkan di Kementerian? Kalau benar-benar ingin menjadi lebih profesional seperti police sipil, maka dulu harus punya struktur yang tepat dan sistem akuntabilitas yang baik. Saya rasa Jenderal Listyo Sigit juga nggak salah kan, dia bilang sudah ada momentum untuk membangun ulang doktrin Polri. Tapi, apa salahnya kalau kita coba cari solusi bersama-sama? Dengan demikian, kita bisa menghindari kesalahpahaman dan membuat Polri lebih baik lagi 🤔👮
 
Wow 🤯, Listyo Sigit lagi-lagi jujur, sih 🙏... Sementara itu, itu kayaknya krisis Polri lagi, bukannya semuanya teratasi 😔. Kenapa nggak aja dia menjadi menteri kepolisian dulu sebelum diangkat sebagai Kapolri? Nah, mungkin karena dia sih lebih fokus pada pekerjaan nya di Polri 🙌. Sementara itu, itu kayaknya konseptus yang bagus nih tentang polisi sipil... Semoga bisa mengatasi masalahnya 😊
 
Pertemuan antara Kapolri dan Komisi III DPR itu ngerasa penting banget, tapi siapa tahu ada sisa-siaan yang terlewat. Makasih ya Kapolri Listyo Sigit sudah jelas soal apa yang dia inginkan, yaitu Polri tetap di bawah Kemendagri. Saya setuju sama keputusannya, karena kalau Polri ditempatkan di bawah Kementerian, mungkin akan terjadi kesalahpahaman dan tidak ada kemampuan untuk mengatasi masalahnya dengan efektif.

Saya penasaran nih soal apa yang dia maksudkan dengan "police sipil". Sepertinya itu berarti Polri harus lebih fokus pada bidang kepatuhan dan kriminalitas, bukan lagi semata-mata dalam hal nasionalisme. Saya harap ada proses evaluasi yang baik dan transparan di Polri, agar bisa meningkatkan kinerjanya dan menjadi lebih efektif dalam mengatasi berbagai masalah keamanan di Indonesia.
 
Aku pikir kalau ada kesempatan seperti ini, Kapolri Listyo Sigit harus jujur dengan diri sendiri apa yang mau diteruskan ke masa depan. Ia tidak bisa terus terjebak dalam proses perdebatan dan polusi cerita, kan? 🤔

Saya pikir ada pelajaran penting disini, yaitu pentingnya kesepian dan konsistensi dalam memimpin. Jika Kapolri Listyo Sigit benar-benar ingin melihat Polri menjadi police sipil, maka ia harus siap untuk mengambil risiko besar dan melakukan perubahan yang berani.

Tapi, aku juga pikir ada kelemahan di balik sikapnya. Ia memang menolak usulan untuk ditempatkan di bawah Kementerian, tapi apa jika itu karena takut akan perubahan? Apakah ia tidak ingin meninggalkan kesempatan untuk menjadi Menteri Kepolisian? 🤷‍♂️

Aku rasa kita semua harus belajar dari keputusan Kapolri Listyo Sigit. Jika kita benar-benar ingin melakukan perubahan, maka kita harus siap untuk menghadapi kemungkinan risiko dan kesulitan. Tapi, jika kita takut akan perubahan itu, maka kita hanya akan terus terjebak dalam status quo yang tidak pernah berubah. 💡
 
kembali
Top