Tren penurunan okupansi hotel di Bali dipertanyakan apakah karena maraknya villa dan homestay ilegal. Menurut Ferry Salanto, kepala departemen riset Colliers Indonesia, salah satu penyebab utama menurunnya okupansi hotel di Bali adalah marak pembangunan villa dan homestay ilegal.
Pembangunan ini tidak hanya menggerus pangsa pasar akomodasi formal, tetapi juga memerlukan biaya pajak yang lebih tinggi bagi pemerintah. Sehingga, menurut Ferry, penertiban terhadap villa dan homestay ilegal akan berdampak positif terhadap tingkat hunian hotel di Bali.
Namun, selain masalah akomodasi ilegal, infrastruktur transportasi juga menjadi kendala lain yang membuat Bali kurang kompetitif dibandingkan destinasi seperti Malaysia dan Thailand. Kemacetan parah di daerah Canggu juga memperburuk frustasi wisatawan asing.
Tapi, Ferry menegaskan bahwa dari sisi produk wisata, budaya, dan sumber daya alam, Bali sebenarnya tidak kalah. Oleh karena itu, perlu penyelesaian masalah ini untuk mengembalikan geliat pariwisata di Bali dan meningkatkan daya saingnya di kawasan.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Bali pada November 2025 tercatat 57,97 persen, atau turun 6,60 poin dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 64,57 persen.
Pembangunan ini tidak hanya menggerus pangsa pasar akomodasi formal, tetapi juga memerlukan biaya pajak yang lebih tinggi bagi pemerintah. Sehingga, menurut Ferry, penertiban terhadap villa dan homestay ilegal akan berdampak positif terhadap tingkat hunian hotel di Bali.
Namun, selain masalah akomodasi ilegal, infrastruktur transportasi juga menjadi kendala lain yang membuat Bali kurang kompetitif dibandingkan destinasi seperti Malaysia dan Thailand. Kemacetan parah di daerah Canggu juga memperburuk frustasi wisatawan asing.
Tapi, Ferry menegaskan bahwa dari sisi produk wisata, budaya, dan sumber daya alam, Bali sebenarnya tidak kalah. Oleh karena itu, perlu penyelesaian masalah ini untuk mengembalikan geliat pariwisata di Bali dan meningkatkan daya saingnya di kawasan.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Bali pada November 2025 tercatat 57,97 persen, atau turun 6,60 poin dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 64,57 persen.