Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara telah menjadi inspirasi bagi seorang remaja di Moskow, Rusia untuk melakukan tindakan kekerasan. Seorang anak muda bernama Timofey F. (15) melakukan penyerangan di sebuah sekolah di wilayah Moskow pada tanggal 16 Desember 2025, menewaskan seorang anak dan melukai seorang petugas keamanan.
Pengungkapan Densus 88 Antiteror Mabes Polri menyatakan bahwa ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara memiliki hubungan dengan penyalahgunaan ideologi ekstremisme. Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan bahwa anak yang terpapar ekstremisme memiliki enam ciri-ciri, termasuk simbol-simbol yang digunakan komunitasnya, kesukaan meniru tokoh atau idola, dan preferensi untuk konten kekerasan tidak normal.
Pengungkapan tersebut menunjukkan bahwa anak-anak muda yang terpapar ideologi ekstremisme dapat menjadi inspirasi bagi mereka untuk melakukan tindakan kekerasan. Hal ini menekankan pentingnya pendidikan dan kesadaran masyarakat untuk mengatasi penyalahgunaan ideologi ekstremisme.
Sementara itu, komunitas online yang berfokus pada konten kekerasan juga dapat memainkan peran dalam menyebarluaskan ideologi ekstremisme. Anak-anak muda yang terpapar dapat menjadi korum dan memicu respons keras ketika adanya inspeksi ke ponsel mereka.
Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara masih menjadi topik perdebatan, namun pengungkapan Densus 88 Antiteror Mabes Polri menunjukkan bahwa ada kaitan antara insiden tersebut dengan penyalahgunaan ideologi ekstremisme di negara lain.
Pengungkapan Densus 88 Antiteror Mabes Polri menyatakan bahwa ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara memiliki hubungan dengan penyalahgunaan ideologi ekstremisme. Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan bahwa anak yang terpapar ekstremisme memiliki enam ciri-ciri, termasuk simbol-simbol yang digunakan komunitasnya, kesukaan meniru tokoh atau idola, dan preferensi untuk konten kekerasan tidak normal.
Pengungkapan tersebut menunjukkan bahwa anak-anak muda yang terpapar ideologi ekstremisme dapat menjadi inspirasi bagi mereka untuk melakukan tindakan kekerasan. Hal ini menekankan pentingnya pendidikan dan kesadaran masyarakat untuk mengatasi penyalahgunaan ideologi ekstremisme.
Sementara itu, komunitas online yang berfokus pada konten kekerasan juga dapat memainkan peran dalam menyebarluaskan ideologi ekstremisme. Anak-anak muda yang terpapar dapat menjadi korum dan memicu respons keras ketika adanya inspeksi ke ponsel mereka.
Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara masih menjadi topik perdebatan, namun pengungkapan Densus 88 Antiteror Mabes Polri menunjukkan bahwa ada kaitan antara insiden tersebut dengan penyalahgunaan ideologi ekstremisme di negara lain.