Ledakan SMAN 72 jadi inspirasi aksi kekerasan di Moskow, Rusia
Dengan guncangan ledakan yang melanda SMAN 72 Jakarta Utara, seorang remaja muda dari Moskow, Rusia, terinspirasi untuk melakukan tindakan kekerasan. Hal ini dikonfirmasikan oleh Kombes Mayndra Eka Wardhana, Juru Bicara Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
Sembilan belas tahun yang lalu, SMAN 72 Jakarta Utara mengalami ledakan yang melibatkan seorang pelaku yang membunuh dua orang dan melukai beberapa orang lainnya. Penyelidikan yang dilakukan oleh Densus 88 menemukan bahwa insiden tersebut terhubung dengan grup ekstremisme.
Sementara itu, di Moskow, Rusia, terdapat seorang remaja muda yang melakukan penyerangan di sebuah sekolah dengan membawa pisau. Penyelidikan menunjukkan bahwa remaja tersebut diinspirasi oleh ledakan SMAN 72 Jakarta Utara dan mengambil simbol-simbol yang sama dari internet.
Dengan demikian, Kombes Mayndra Eka Wardhana menyatakan bahwa insiden di Moskow, Rusia, terjadi karena adanya pengaruh ekstremisme. Anak-anak yang terpapar ideologi kekerasan cenderung memiliki beberapa karakteristik, seperti menarik diri dari pergaulan, lebih suka menyendiri dan memicu respons keras ketika diinterogasi.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua remaja muda yang melakukan tindakan kekerasan telah terpapar ideologi ekstremisme. Kombes Mayndra Eka Wardhana menekankan pentingnya penanganan masalah ini dengan lebih serius dan efektif.
Ledakan SMAN 72 Jakarta Utara jadi inspirasi aksi kekerasan di Moskow, Rusia, mengingatkan kita tentang bahaya ideologi ekstremisme yang dapat mempengaruhi remaja muda.
Dengan guncangan ledakan yang melanda SMAN 72 Jakarta Utara, seorang remaja muda dari Moskow, Rusia, terinspirasi untuk melakukan tindakan kekerasan. Hal ini dikonfirmasikan oleh Kombes Mayndra Eka Wardhana, Juru Bicara Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
Sembilan belas tahun yang lalu, SMAN 72 Jakarta Utara mengalami ledakan yang melibatkan seorang pelaku yang membunuh dua orang dan melukai beberapa orang lainnya. Penyelidikan yang dilakukan oleh Densus 88 menemukan bahwa insiden tersebut terhubung dengan grup ekstremisme.
Sementara itu, di Moskow, Rusia, terdapat seorang remaja muda yang melakukan penyerangan di sebuah sekolah dengan membawa pisau. Penyelidikan menunjukkan bahwa remaja tersebut diinspirasi oleh ledakan SMAN 72 Jakarta Utara dan mengambil simbol-simbol yang sama dari internet.
Dengan demikian, Kombes Mayndra Eka Wardhana menyatakan bahwa insiden di Moskow, Rusia, terjadi karena adanya pengaruh ekstremisme. Anak-anak yang terpapar ideologi kekerasan cenderung memiliki beberapa karakteristik, seperti menarik diri dari pergaulan, lebih suka menyendiri dan memicu respons keras ketika diinterogasi.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua remaja muda yang melakukan tindakan kekerasan telah terpapar ideologi ekstremisme. Kombes Mayndra Eka Wardhana menekankan pentingnya penanganan masalah ini dengan lebih serius dan efektif.
Ledakan SMAN 72 Jakarta Utara jadi inspirasi aksi kekerasan di Moskow, Rusia, mengingatkan kita tentang bahaya ideologi ekstremisme yang dapat mempengaruhi remaja muda.