Ledakan SMAN 72 Disebut Jadi Inspirasi Aksi Kekerasan di Moskow

Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara, yang terjadi pada beberapa bulan lalu, ternyata menjadi inspirasi bagi seorang remaja di Moskow, Rusia untuk melakukan tindakan kekerasan. Dengan bersenjatakan pisau, remaja tersebut melakukan penyerangan di sebuah sekolah di wilayah Moskow hingga menewaskan seorang anak dan melukai seorang petugas keamanan.

Menurut Kombes Mayndra Eka Wardhana, juru bicara Densus 88 Antiteror Mabes Polri, remaja tersebut memiliki enam ciri-ciri yang menunjukkan adanya pengaruh ideologi ekstremisme. Salah satunya adalah simbol-simbol yang digunakan komunitasnya. Anak-anak yang terpapar ekstremisme cenderung menarik diri dari pergaulan dan lebih suka menyendiri untuk berlama-lama mengakses komunitas penyuka konten kekerasan.

"Di dalam gagang senjata yang digunakan pelaku penusukan di Moskow ini terdapat tulisan 'Jakarta Bombing 2025'. Nah, ini sudah terbukti, kita memiliki insiden--pernah terjadi insiden di SMAN 72 dan ABH yang melakukan tindakan tersebut, dari replika senjatanya, dari postingannya, dari gaya berpakaiannya," kata Mayndra.

Anak-anak yang terpapar ekstremisme juga cenderung menyukai konten kekerasan atau tidak normal hingga berlebihan menggunakan gawainya. Sehingga, ketika adanya inspeksi ke ponsel itu maka anak terpapar akan memicu respons keras.

"Dan yang terakhir, simbol-simbol yang tadi, simbol baik itu pistol, senjata api, replika, dan pisau yang identik dengan kekerasan," ujar dia.
 
Aku pikir ini salah satu contoh bagaimana ideologi ekstremisme bisa mendaftar di dalam siapa saja, bahkan anak-anak muda yang masih berusia 16 tahun. Kalau ga sabar-sabar, mereka bisa jadi tergoda untuk melakukan hal yang sama, dan akhirnya buat korban. Ada yang bilang kalau ada banyak sekali konten kekerasan yang tersedia di internet dan di sana anak-anak muda mungkin akan tertarik dan merasa nyaman dengan ide-ide ekstremis. Kalau ga hati-hati, mereka bisa jadi terjebak dalam ideologi itu. Aku yakin, ini bukanlah hal yang sederhana, tapi kita harus waspada dan peduli agar tidak ada anak-anak muda lainnya terjebak di dalam siapa-siapa ideologi itu 💔
 
oh yah, gue penasaran juga nggak bakal ada akhir cerita apa sih di Moskow ini... apa sih yang harus kita lakukan buat mencegah hal seperti ini terjadi lagi? kita harus lebih waspada dengan konten yang dikonsumsi oleh anak-anak kita, gue pikir kalau kita harus membuat program pendidikan yang lebih serius tentang mengenali tanda-tanda ekstremisme dan bagaimana cara melewati situasi tersebut. juga kita harus lebih siap untuk melayatkan anak-anak yang terpapar ekstremisme, karena gue rasa kalau kita tidak mau menghadapinya maka itu akan semakin sulit untuk diatasi...
 
kamu tahu kalau aku punya sumber tentang ini ya? aku baca di forum online yang ada di instagram dan telegram. kira-kira remaja itu memang terinspirasi oleh insiden SMAN 72 Jakarta Utara, tapi aku rasa jangan kita seriusin terlalu banyak. mungkin hanya sekedar curiga-curi aja sih. tapi apa pun itu, kita harus waspada dan membuat konten yang positif untuk anak muda kita. kayaknya kita harus membuat konten yang menyenangkan dan edukatif, bukan konten kekerasan atau pornografi yang bisa membuat mereka memikirkan hal-hal buruk.
 
ini serius banget ya 🤯! apa aja yang terjadi di SMAN 72 Jakarta Utara beberapa bulan lalu? terhitung 5 orang tewas, dan sekarang ada remaja dari Moskow yang ikut memakai ideologi ekstremisme 😱. simbol-simbol kekerasan itu sih menarik perhatian anak-anak muda di Indonesia dan Rusia 🤔.

sebenarnya kita sudah lama menyadari adanya fenomena ini, tapi sampai sekarang masih banyak yang tidak peduli dengan isu ekstremisme di kalangan remaja 😒. menurut Kombes Mayndra Eka Wardhana, ada 6 ciri-ciri yang menunjukkan adanya pengaruh ideologi ekstremisme pada anak-anak muda ini 📊:

* simbol-simbol kekerasan
* menyendiri dan tidak mau bergaul dengan teman-teman
* suka mengakses konten kekerasan atau tidak normal
* berlebihan menggunakan gawai mereka
* respons keras ketika ada inspeksi ponsel mereka 📱
* ikut memakai ideologi ekstremisme karena dipengaruhi oleh komunitas online 💻

ini harus dihentikan, kita harus lebih teliti dengan anak-anak muda kita 🤝.
 
aku pikir gampang banget bagaimana cara mengatasi ekstremisme di kalangan anak muda. pertama, kita harus lebih terbuka dan jujur tentang apa yang menyebabkan remaja seperti itu terjebak dalam ideologi ekstremisme. kemudian, kita harus meningkatkan kesadaran akan bahaya kekerasan dan konsekuensi yang ada dari tindakan semacam itu 🤔

kita juga harus memperhatikan bagaimana cara kita mengawasi dan mendeteksi gejala-gejala awal ekstremisme pada remaja. kemudian, kita harus memberikan alternatif positif bagi mereka seperti melalui program pendidikan, olahraga, atau bahkan media sosial yang lebih positif 📱

akhirnya, kita harus serius dalam mengatasi isu ini dan tidak hanya menyinggung-singgung saja. kita harus bekerja sama dengan keluarga, sekolah, dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan positif bagi remaja muda 💪
 
gak jelas sih apa yang harus di lakukan kalau remaja-remaja itu terpapar ekstremisme, tapi aku pikir solusinya adalah edukasi banget ya! kita harus lebih berhati-hati dalam memantau konten yang dikonsumsi oleh anak-anak kita, dan pastikan mereka memiliki akses ke informasi yang positif dan konstruktif. kita juga harus membantu mereka mengembangkan keterampilan komunikasi dan social skills, agar mereka bisa berinteraksi dengan orang lain dengan baik. dan kita harus selalu siap membantu anak-anak yang terpapar ekstremisme, dengan memberikan dukungan mental dan emosional yang tepat. kita tidak boleh membiarkan anak-anak ini menjadi korban dari ideologi yang tidak baik! 🤝💪
 
Makasih atas cerita ini, semoga bisa membantu kita faham bagaimana ideologi ekstremisme dapat menyebar dan berdampak pada remaja di Moskow. Benar-benar kaget mendengar bahwa remaja itu bersenjatakan pisau dan melakukan penyerangan di sekolah... makanya penting banget kita harushati-hati ketika membagikan konten yang bisa menyebar ke anak-anak, jangan cuma fokus pada ponsel aja, tapi juga perlu hati-hati dengan konten yang kita bagikan secara online ya.
 
ada gini sih, news ini benar-benar sedih banget. seperti di SMAN 72 Jakarta Utara aja udah ada insiden bombing sebelumnya, lho! dan sekarang ada remaja di Moskow yang terinspirasi oleh itu. tapi apa yang bisa kita lakukan sih? orang-orang ini semakin sulit untuk dibedakan dengan yang tidak, karena semua orang sudah punya akses ke internet dan stuff itu.

dan yang paling seruuus, remaja tersebut memakai pisau sebagai senjata! itulah yang membuat insidennya jadi sangat parah. tapi kenapa sih kita harus terkejut? kita udah lihat sekali-kali video viral tentang anak-anak remaja yang melakukan hal-hal yang tidak baik karena dipengaruhi oleh konten kekerasan.

kita butuh strategi baru untuk mengatasi ini, seperti pendidikan yang lebih baik tentang cara menggunakan internet dengan bijak dan bagaimana membedakan antara konten yang benar dan salah. dan kita juga butuh orang tua dan lembaga pendidikan yang lebih berani untuk menghadapi hal ini.
 
apa sih kayaknya kalau remaja yang berasal dari Moskow bisa saling menginspirasi aksi kekerasannya dengan insiden di Jakarta Utara ini? sebenarnya apakah itu bisa jadi efek dari media sosial ya? aku pikir kalau kita serius banget dengan masalah ekstremisme, kita perlu memastikan sih bahwa anak-anak kita tidak terpapar konten kekerasan atau yang tidak normal. karena kalau kita biarkan mereka aja, tentu saja bisa jadi inspirasi untuk melakukan sesuatu yang tidak baik. tapi apa lagi solusinya?
 
ini gak enak banget lho... apalagi kalau kita lihat, si remaja di moskow itu nggak hanya melihat inspirasi dari SMAN 72 Jakarta Utara aja, tapi juga ada yang lain. aku rasa ini bukan masalah sekedar tentang media sosial, tapi masih terhubung dengan kesadaran masyarakat dan bagaimana kita menghadapi masalah kekerasan di masa depan... si remaja itu bisa lebih banyak berfokus pada apa yang bisa dia lakukan untuk menjadi perubahan, bukan hanya meniru aksi orang lain.
 
ini nggak ada masalah sama sekali... apa yang salahnya sih kalau remaja di Moskow itu terinspirasi oleh apa aja... coba lihat dulu siapa yang memicu-nya ya... dari postingan di media sosial dan semuanya yang terjadi di SMAN 72. kayaknya ini masalah keseimbangan ya... kalau kita terlalu sibuk memprotes atau menanggapi hal-hal tersebut, berarti kita nggak bisa membuat remaja seperti itu menjadi orang yang lebih baik...
 
Kalau benar kalau remaja di Rusia punya pengaruh dari insiden SMAN 72 Jakarta Utara itu apa artinya? Bagaimana bisa ada inspirasi seperti ini? Saya penasaran sih, bagaimana cara mencegah hal ini terjadi? Jika ada anak yang memiliki tanda-tanda kecanduan media sosial dan konten kekerasan, harusnya kita melihat dari mana aja sumbernya. Apakah sudah ada analisis yang cukup tentang hal ini atau masih banyak yang tidak jelas?
 
[icon: thinking face 🤔]

Gue pikir kalau insiden di SMAN 72 Jakarta Utara ini memang salah satu faktor yang menantang kita semua nanti untuk menjadi lebih bijak tentang bagaimana kita dapat mengatasi tindakan ekstremisme. Gue tidak bisa membayangkan bagaimana remaja itu bisa jadi terjebak dalam dunia kekerasan, tapi ya, itu perlu kita ambil seriously 🚨.

Gue bayangkan kalau kita dapat membuat komunitas yang lebih positif, dimana anak-anak tidak hanya diisolasi tapi juga dipersuaikan bahwa mereka memiliki nilai-nilai yang positif dan dapat mengubah dunia untuk better 🌈.

Tapi, apa yang harus kita lakukan? Kita perlu meningkatkan kesadaran tentang bahaya ekstremisme dan bagaimana cara mengataskannya. Dan kita juga perlu menciptakan platform yang lebih aman dan positif bagi anak-anak untuk berbagi pikiran dan ide mereka 📚.

Gue harap insiden ini dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, jangan sampai terjadi lagi 💔
 
🤕 Ini kisah yang sangat menyedihkan banget, si remaja di Moskow yang melakukan penyerangan sekolah karena inspirasi dari insiden SMAN 72 Jakarta Utara beberapa bulan lalu. Itu menunjukkan bagaimana ekstremisme bisa berdampak besar dan membawa bahaya kepada anak muda yang masih sangat muda.

Aku rasa kita harus lebih sadar dan bijak dalam menghadapi isu ini. Kita harus memastikan bahwa anak-anak kita tidak terpapar konten kekerasan atau ekstremisme yang tidak baik, karena itu bisa membawa mereka ke jalur yang salah.

Saya harap semoga kita semua bisa menjadi contoh yang baik dan memberi inspirasi kepada anak-anak kita untuk menjadi orang yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat. 🤝💖
 
Gak bisa percaya sih... kalau remaja di Moskow ini terinspirasi oleh insiden SMAN 72 Jakarta Utara... aja mending buat kontras sih! Mau menggambarkan bahwa tidak semua remaja Indonesia yang lama-lantaian melihat tontonan kekerasan itu akan menjadi seperti itulah, kan? Tapi, kalau kita lihat dari cara Mayndra berbicara, ternyata ada beberapa bukti... tapi sih, bukannya semestinya kita cari tahu mengapa mereka terinspirasi seperti itu, bukan membenarkan adegan kekerasan seperti itulah?
 
Maksudnya kalau ada giliha kekerasan di SMAN 72 Jakarta Utara kembali menggigit sisi lain, ya? Seperti aja si remaja di Moskow itu, kalau ada inspirasi dari kejadian seperti itu, pasti akan membuat dia jadi semakin radikal. Dan yang terjadi, anak-anak Indonesia yang lagi terpapar ideologi ekstremisme ini cenderung mengejar hal-hal yang berlebihan, seperti konten kekerasan. Nah, kalau ada inspeksi ke ponsel mereka, pasti akan membuat mereka jadi semakin keras. Dan giliran simbol-simbol yang digunakan oleh komunitasnya, yang biasanya digunakan untuk kegiatan normal jadi berubah menjadi sesuatu yang radikal. Makasih ya Kombes Mayndra, kamu bilangannya memang cukup benar.
 
Kan, kalau gak ada konseptu "ekstremisme" di sini, si remaja di Moskow jadi aja ngerasa nggak ada pilihan lain, kan? Nah, kalau kita lihat lagi, ternyata banyak sekali postingan kekerasan di media sosial yang bikin anak-anak menjadi terinspirasi. Kita harus lebih berhati-hati dengan konten yang kita bagikan, ya! Bisa jadi, anak-anak muda di Indonesia juga bisa terinspirasi oleh hal ini dan jadi aja ngerasa ingin melakukan hal yang sama.
 
Gue penasaran sih apa yang bikin anak-anak di Moskow itu ikut ikut berkekerasan setelah baca cerita tentang ledakan di SMAN 72. Gue pikir kalau ada kesamaan antara kegiatan ekstremisme dan konten kekerasaan itu bisa menjadi fokus. Tapi gue khawatirin sih bagaimana kita bisa mencegah anak-anak kita jadi korban dari ideologi yang salah.

Aku pikir kalau kita harus lebih teliti dengan anak-anak muda kita, terutama mereka yang suka menghabiskan waktu di online. Kita harus memantau aktivitas mereka dan memberikan edukasi yang tepat tentang pentingnya kesetaraan dan keamanan. Tapi gue juga pikir kalau kita harus lebih baik lagi dalam mencegah anak-anak kita jadi korban dari kekerasan dengan cara yang lebih positif, seperti melalui program-program pendidikan yang efektif.

Gue rasa ini bukan soal konflik antar agama atau etnis, tapi tentang bagaimana kita bisa membuat generasi muda kita menjadi bangsa yang lebih baik. Kita harus fokus pada pendidikan yang baik dan memberikan kesempatan yang merata bagi semua anak-anak Indonesia untuk tumbuh dengan baik. 🤔
 
Gak bisa dipungkiri, serangan di sekolah Moskow pasti bikin kita bingung. Kalau dari hasilnya ternyata ada hubungan sama aja dengan insiden di SMAN 72 Jakarta Utara beberapa bulan lalu. Tapi apa yang bikin anak-anak ke Moskow tersebut ikut-ikutan melakukan hal seperti itu? Mungkin gampang banget bagai mana komunitas ekstremis yang bikin mereka terpengaruh. Yang jelas, kita harus waspada dan cek ponsel remaja karena sih bisa diinspect.
 
kembali
Top