Hujan deras mengguyur ibukota Jakarta pada akhir pekan terakhir menyebabkan kerusakan parah di infrastruktur transportasi umum. Menurut informasi yang diterima oleh Tirto.id, KRL Commuter Line di Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Jakarta Kota mengalami gangguan karena banjir yang menghantam beberapa wilayah DKI.
Dalam upaya mengatasi kerusakan tersebut, KAI Commuter melakukan rencana operasional baru untuk Commuter Line. Menurut Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan, perjalanan Commuter Line yang akan melintas Stasiun Kampung Bandan dan menuju Stasiun Jakarta Kota harus diatur pola operasi tertentu. "Perjalanan Commuter Line Cikarang diatur dengan pola operasi hanya memutar sebagian sampai Stasiun Angke untuk kembali ke Bekasi/Cikarang via Manggarai, dan sampai Stasiun Kemayoran untuk kembali ke Bekasi/Cikarang via Pasar Senen," jelas Leza dalam keterangan tertulis.
Selain itu, KRL Commuter Line Tanjung Priok hingga saat ini dibatalkan karena kondisi tanah yang mengalami peningkatan akibat curah hujan. Sedangkan untuk perjalanan Commuter Line Bogor, perjalannya hanya sampai Stasiun Jayakarta/Manggarai untuk kembali ke Bogor.
Pihak KAI Commuter juga menekankan keselamatan bagi pengguna jalan yang harus selalu mengikuti arahan petugas di stasiun dan menggunakan perlengkapan hujan serta alas kaki tidak licin. Selain itu, mereka juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan.
Dalam konteks ini, Jasa Marga juga harus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. Pihak Jasa Marga mengatakan telah mengerahkan 7 pompa di dua lokasi untuk menangani genangan yang terjadi di Ruas Tol Sedyatmo.
Dalam pelaporan BPBD DKI Jakarta, hingga pukul 08.00 WIB masih ada 34 RT dan 19 ruas jalan di beberapa wilayah DKI Jakarta mengalami genangan akibat curah hujan yang deras pada Minggu lalu.
Dalam upaya mengatasi kerusakan tersebut, KAI Commuter melakukan rencana operasional baru untuk Commuter Line. Menurut Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan, perjalanan Commuter Line yang akan melintas Stasiun Kampung Bandan dan menuju Stasiun Jakarta Kota harus diatur pola operasi tertentu. "Perjalanan Commuter Line Cikarang diatur dengan pola operasi hanya memutar sebagian sampai Stasiun Angke untuk kembali ke Bekasi/Cikarang via Manggarai, dan sampai Stasiun Kemayoran untuk kembali ke Bekasi/Cikarang via Pasar Senen," jelas Leza dalam keterangan tertulis.
Selain itu, KRL Commuter Line Tanjung Priok hingga saat ini dibatalkan karena kondisi tanah yang mengalami peningkatan akibat curah hujan. Sedangkan untuk perjalanan Commuter Line Bogor, perjalannya hanya sampai Stasiun Jayakarta/Manggarai untuk kembali ke Bogor.
Pihak KAI Commuter juga menekankan keselamatan bagi pengguna jalan yang harus selalu mengikuti arahan petugas di stasiun dan menggunakan perlengkapan hujan serta alas kaki tidak licin. Selain itu, mereka juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan.
Dalam konteks ini, Jasa Marga juga harus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. Pihak Jasa Marga mengatakan telah mengerahkan 7 pompa di dua lokasi untuk menangani genangan yang terjadi di Ruas Tol Sedyatmo.
Dalam pelaporan BPBD DKI Jakarta, hingga pukul 08.00 WIB masih ada 34 RT dan 19 ruas jalan di beberapa wilayah DKI Jakarta mengalami genangan akibat curah hujan yang deras pada Minggu lalu.