Indonesia menganggap saat ini adalah waktunya untuk menarik investor dunia, bukan Thailand dan Malaysia yang memang sedang menarik perhatian investornya. Menurut Nurul Ichwan, Deputi Promosi Penanaman Modal dari Kementerian Investasi/BKPM, Indonesia tetap memiliki daya tarik investasi dibandingkan negara-negara tetangganya.
Di saat ancaman global, Indonesia menemukan peluang baru untuk menarik investasi di dalam negeri. Kemudian, presiden Indonesia menempatkan prioritas untuk menciptakan kemandirian pangan yang berarti memberikan suplai kebutuhan global bukan hanya nasional. Hal ini juga membuka pintu bagi kapital masuk dan kemudian membawa lapangan kerja baru.
Hilirisasi pangan bisa menjadi pintu masuk bagi investor, sehingga tidak hanya menarik modal, tetapi juga teknologi dan penyerapan tenaga kerja. Nurul Ichwan juga mengatakan bahwa kombinasi antara perkebunan, pertanian dengan industri pengolahanannya itu strategis untuk menarik investasi yang menyerap tenaga kerja besar di perkebunannya.
Indonesia memiliki populasi yang lebih besar dan daya beli yang kuat dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini membuat mereka melihat Indonesia bukan hanya dari sisi sumber daya alam, tetapi juga pasar yang ada. Selain itu, industri padat karya yang menarik perhatian dunia adalah di sektor pangan.
Perwakilan Indonesia akan mencari investor-investor baik itu di sektor pangan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan pangan nasional maupun regional. Pembentukan hilirisasi di sektor pangan bisa menjadi pintu masuk bagi kapital dan membuka lapangan kerja lebih luas.
Di saat ancaman global, Indonesia menemukan peluang baru untuk menarik investasi di dalam negeri. Kemudian, presiden Indonesia menempatkan prioritas untuk menciptakan kemandirian pangan yang berarti memberikan suplai kebutuhan global bukan hanya nasional. Hal ini juga membuka pintu bagi kapital masuk dan kemudian membawa lapangan kerja baru.
Hilirisasi pangan bisa menjadi pintu masuk bagi investor, sehingga tidak hanya menarik modal, tetapi juga teknologi dan penyerapan tenaga kerja. Nurul Ichwan juga mengatakan bahwa kombinasi antara perkebunan, pertanian dengan industri pengolahanannya itu strategis untuk menarik investasi yang menyerap tenaga kerja besar di perkebunannya.
Indonesia memiliki populasi yang lebih besar dan daya beli yang kuat dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini membuat mereka melihat Indonesia bukan hanya dari sisi sumber daya alam, tetapi juga pasar yang ada. Selain itu, industri padat karya yang menarik perhatian dunia adalah di sektor pangan.
Perwakilan Indonesia akan mencari investor-investor baik itu di sektor pangan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan pangan nasional maupun regional. Pembentukan hilirisasi di sektor pangan bisa menjadi pintu masuk bagi kapital dan membuka lapangan kerja lebih luas.