Late Post: Apa Ini Makna dan Penggunaannya di Media Sosial
Dalam lingkungan media sosial yang begitu cepat terupdate, muncul istilah baru yang membingungkan bagi para pengguna internet. Salah satu istilah ini adalah Late Post, yang sering kali digunakan dalam platform seperti Instagram, WhatsApp Story, dan Twitter. Tapi, apa sebenarnya maksud dari istilah ini? Bagi siapa saja yang belum mengetahuinya, berikut penjelasannya.
Mengerti Istilah 'Late Post'
Istilah "Late Post" secara harfiah artinya 'unggahan terlambat'. Namun, dalam konteks media sosial Indonesia, maknanya lebih spesifik. Keterlambatan yang dimaksud biasanya berkisar antara beberapa jam hingga satu atau dua minggu setelah kejadian aslinya berlangsung. Ini berbeda dengan dokumentasi sejarah atau kenangan masa kecil.
Penggunaan label ini memiliki tujuan untuk memberikan konteks waktu kepada audiens. Tanpa menyertakan keterangan ini, pengikut mungkin akan salah mengira bahwa aktivitas yang ada di dalam foto sedang berlangsung saat itu juga, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman komunikasi.
Alasannya Mengapa Orang Melakukan Late Post
Ada beberapa alasan psikologis dan teknis yang mendasari perilaku ini:
1. Menikmati Momen (Living in the Moment)
Banyak orang memilih untuk tidak sibuk dengan gawai mereka saat sedang menikmati acara penting seperti konser, pernikahan, atau makan malam romantis. Mereka lebih memilih untuk hadir sepenuhnya dalam momen tersebut dan baru mengunggah dokumentasinya setelah acara selesai atau saat sudah berada di rumah.
2. Kurasi Konten dan Estetika
Di platform visual seperti Instagram, estetika adalah segalanya. Pengguna sering kali membutuhkan waktu untuk memilih foto terbaik dari ratusan jepretan, melakukan penyuntingan (editing), mengatur filter warna, hingga menyusun kata-kata untuk caption. Proses kurasi ini memakan waktu, sehingga foto baru bisa diunggah lama setelah momen berlalu.
3. Masalah Koneksi Internet
Alasannya teknis juga sering menjadi penyebab. Saat seseorang berlibur ke daerah terpencil atau berada di lokasi dengan sinyal buruk, mereka tetap mengambil foto namun baru bisa mengunggahnya setelah mendapatkan akses internet yang stabil.
4. Faktor Keamanan dan Privasi
Bagi sebagian public figure atau individu yang sadar privasi, mengunggah lokasi secara real-time bisa berisiko. Melakukan late post adalah strategi keamanan agar orang asing tidak mengetahui keberadaan mereka yang sebenarnya pada saat itu juga.
Perbedaan Late Post dengan Throwback (TB)
Sering kali terjadi kerancuan antara istilah late post dengan throwback. Meskipun keduanya sama-sama merujuk pada unggahan masa lalu, terdapat perbedaan fundamental dalam durasi waktu dan nuansa nostalgianya.
Late Post: Merujuk pada kejadian yang baru saja berlalu. Rentang waktunya relatif pendek, mulai dari beberapa jam yang lalu, kemarin, atau beberapa hari yang lalu. Nuansanya adalah "keterlambatan" dalam membagikan kabar terbaru.
Throwback (TB): Merujuk pada kenangan masa lampau yang sudah lama terjadi. Rentang waktunya bisa berbulan-bulan, bertahun-tahun, atau bahkan puluhan tahun (seperti foto masa kecil). Nuansanya adalah "nostalgia" atau mengenang kembali.
Tips Menggunakan Istilah Late Post dengan Tepat
Agar komunikasi di media sosial tetap efektif dan tidak membingungkan pengikut Anda, berikut beberapa etika dan tips dalam menggunakan istilah ini:
Gunakan Hashtag: Selalu sertakan tagar #latepost atau tuliskan "Latepost" di awal atau akhir caption. Ini adalah penanda visual yang paling mudah dikenali.
Berikan Keterangan Waktu: Jika memungkinkan, tambahkan detail waktu yang sebenarnya. Contoh: "Latepost edisi kondangan minggu lalu" atau "Dibuang sayang, sisa liburan kemarin".
Jangan Berlebihan (Spam): Jika Anda memiliki banyak foto dari satu acara yang sama dan ingin mengunggahnya secara terlambat, pertimbangkan untuk menggunakan fitur carousel (banyak foto dalam satu kiriman) di Instagram daripada membanjiri linimasa teman Anda dengan puluhan unggahan terpisah.
Dengan demikian, kita dapat lebih mengerti makna dari istilah late post dan cara penggunaannya yang tepat untuk tidak membingungkan pengikut kita.
Dalam lingkungan media sosial yang begitu cepat terupdate, muncul istilah baru yang membingungkan bagi para pengguna internet. Salah satu istilah ini adalah Late Post, yang sering kali digunakan dalam platform seperti Instagram, WhatsApp Story, dan Twitter. Tapi, apa sebenarnya maksud dari istilah ini? Bagi siapa saja yang belum mengetahuinya, berikut penjelasannya.
Mengerti Istilah 'Late Post'
Istilah "Late Post" secara harfiah artinya 'unggahan terlambat'. Namun, dalam konteks media sosial Indonesia, maknanya lebih spesifik. Keterlambatan yang dimaksud biasanya berkisar antara beberapa jam hingga satu atau dua minggu setelah kejadian aslinya berlangsung. Ini berbeda dengan dokumentasi sejarah atau kenangan masa kecil.
Penggunaan label ini memiliki tujuan untuk memberikan konteks waktu kepada audiens. Tanpa menyertakan keterangan ini, pengikut mungkin akan salah mengira bahwa aktivitas yang ada di dalam foto sedang berlangsung saat itu juga, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman komunikasi.
Alasannya Mengapa Orang Melakukan Late Post
Ada beberapa alasan psikologis dan teknis yang mendasari perilaku ini:
1. Menikmati Momen (Living in the Moment)
Banyak orang memilih untuk tidak sibuk dengan gawai mereka saat sedang menikmati acara penting seperti konser, pernikahan, atau makan malam romantis. Mereka lebih memilih untuk hadir sepenuhnya dalam momen tersebut dan baru mengunggah dokumentasinya setelah acara selesai atau saat sudah berada di rumah.
2. Kurasi Konten dan Estetika
Di platform visual seperti Instagram, estetika adalah segalanya. Pengguna sering kali membutuhkan waktu untuk memilih foto terbaik dari ratusan jepretan, melakukan penyuntingan (editing), mengatur filter warna, hingga menyusun kata-kata untuk caption. Proses kurasi ini memakan waktu, sehingga foto baru bisa diunggah lama setelah momen berlalu.
3. Masalah Koneksi Internet
Alasannya teknis juga sering menjadi penyebab. Saat seseorang berlibur ke daerah terpencil atau berada di lokasi dengan sinyal buruk, mereka tetap mengambil foto namun baru bisa mengunggahnya setelah mendapatkan akses internet yang stabil.
4. Faktor Keamanan dan Privasi
Bagi sebagian public figure atau individu yang sadar privasi, mengunggah lokasi secara real-time bisa berisiko. Melakukan late post adalah strategi keamanan agar orang asing tidak mengetahui keberadaan mereka yang sebenarnya pada saat itu juga.
Perbedaan Late Post dengan Throwback (TB)
Sering kali terjadi kerancuan antara istilah late post dengan throwback. Meskipun keduanya sama-sama merujuk pada unggahan masa lalu, terdapat perbedaan fundamental dalam durasi waktu dan nuansa nostalgianya.
Late Post: Merujuk pada kejadian yang baru saja berlalu. Rentang waktunya relatif pendek, mulai dari beberapa jam yang lalu, kemarin, atau beberapa hari yang lalu. Nuansanya adalah "keterlambatan" dalam membagikan kabar terbaru.
Throwback (TB): Merujuk pada kenangan masa lampau yang sudah lama terjadi. Rentang waktunya bisa berbulan-bulan, bertahun-tahun, atau bahkan puluhan tahun (seperti foto masa kecil). Nuansanya adalah "nostalgia" atau mengenang kembali.
Tips Menggunakan Istilah Late Post dengan Tepat
Agar komunikasi di media sosial tetap efektif dan tidak membingungkan pengikut Anda, berikut beberapa etika dan tips dalam menggunakan istilah ini:
Gunakan Hashtag: Selalu sertakan tagar #latepost atau tuliskan "Latepost" di awal atau akhir caption. Ini adalah penanda visual yang paling mudah dikenali.
Berikan Keterangan Waktu: Jika memungkinkan, tambahkan detail waktu yang sebenarnya. Contoh: "Latepost edisi kondangan minggu lalu" atau "Dibuang sayang, sisa liburan kemarin".
Jangan Berlebihan (Spam): Jika Anda memiliki banyak foto dari satu acara yang sama dan ingin mengunggahnya secara terlambat, pertimbangkan untuk menggunakan fitur carousel (banyak foto dalam satu kiriman) di Instagram daripada membanjiri linimasa teman Anda dengan puluhan unggahan terpisah.
Dengan demikian, kita dapat lebih mengerti makna dari istilah late post dan cara penggunaannya yang tepat untuk tidak membingungkan pengikut kita.