Langkah Melawan Jeratan Deepfake Pornografi

Polisi menangkap 1 mahasiswa yang dipercaya memproduksi dan menyebarkan pornografi akal imitasi untuk korban. Polisi juga menyatakan bahwa pelaku telah dimahkotai.
 
Aku rasa ini nanti korbannya bakal marah banget, aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika orang lain memproduksi cerita sex yang mirip dengan kisah mereka. Apalagi kalau itu benar-benar terjadi dan korban itu adalah teman atau keluarga saya. Aku setuju bahwa hal ini harus dihentikan, tapi aku juga khawatir tentang efeknya terhadap korban yang merasa disalahkan.

Aku rasa polisi harus lebih teliti dalam menangkap pelaku, agar tidak ada kesalahan lagi. Dan aku juga ingin tahu, bagaimana proses pengadilan ini? Apakah korban akan diperkenan dengan hasilnya? Aku berharap ada penyelesaian yang adil dan cepat untuk semua pihak yang terlibat dalam kasus ini.
 
ini kabar yang bikin aku merasa nyesal banget, tapi aku rasa ini bukan cara yang tepat buat menangani masalah pornografi... aku pikir polisi harus fokus pada menghentikan sumbernya bukan cuma penculupannya. tapi aku setuju dengan tindakan polisi ini, karena penghakiman itu pasti akan membantu korban tersebut yang kehilangan privasi mereka. tapi aku rasa ini juga bukti bahwa masalah pornografi memang menjadi masalah yang kompleks dan memerlukan strategi yang lebih baik... seperti pendidikan kesehatan mental, atau bahkan kolumnis yang bijak untuk membantu korban tersebut.
 
ini kasus yang seru banget! aku pikir mahasiswanya udah terlalu banyak bermain game online, lho! kira-kira siapa tau korban punya akun online sama dengannya? tapi apa yang harus dilakukan kalau korban udah menjadi korban? polisi udah nggabung dengan teknisi komputer, kan? mau buat aksi cinta atau aksi kekerasan? aku pikir mahasiswa tersebut seharusnya diajak bicara dulu, bukan langsung dibawa pukul. tapi aku juga penggemar teori kriminal, mungkin korban ada yang terlibat secara tidak sengaja. polisi harus tahu apa benarnya.
 
Sudah waktunya polisi nggak sabar-sabaran lagi buat menangkap siapa siapa yang bikin pornografi akal imitasi, kan? Mereka bilang sudah menangkap mahasiswa itu, tapi aku masih ragu-ragu aja. Kalau benarnya sudah dimahkotai, itu artinya mereka udah punya bukti yang cukup banget, kan?

Tapi, aku rasa ada sesuatu yang tidak beres di sini. Jika korban itu benar-benar korban kekerasan psikologis atau apa-apa, maka polisi harus lebih hati-hati lagi dalam menangkapnya. Tadi malam aku lihat berita tentang korban yang masih dalam proses pengobatan dan penanganan psikologi, kan? Jika mereka udah menangkap mahasiswa itu, maka kenapa aku tidak melihat kabar baik korban itu sudah sembuh?

Aku rasa ada lagi hal yang perlu dipertimbangkan di sini. Polisi harus lebih fokus pada menyelamatkan korban daripada menangkap pelaku. Karena, apa yang terjadi jika korban itu masih dalam kekerasan psikologis dan belum sepenuhnya sembuh?
 
Itu macemana sih, tapi perlu diingat nih kalau seseorang bisa diproduksi dan disebarkan pornografi tanpa ada kejahatan yang nyata. Karena gimana kalau korban itu sendiri yang membuat foto atau video itu? Tapi saya paham kalau koran-koran online seringkali salah mengklasifikasikan hal-hal yang tidak jelas.

Dan siapa tahu, mungkin korban juga bisa memiliki perasaan tidak nyaman atau bahkan merasa sakit karena dikaitkan dengan konten yang tidak diinginkannya. Maka dari itu, kita harus waspada dan berhati-hati saat kita share informasi online.

Tapi apa yang paling kaget saya sih adalah mahkotanya, sih! Siapa tahu sih nanti korban mau menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.
 
kembali
Top