Haji 2026, Operasional Armuzna di Puncak Haji Pasti Menarik Perhatian Petugas PPIH. Sebagai Kasat Ops Armuzna pada Haji 2025, Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid menyampaikan strategi operasional Arafah, Musdhalifah, dan Mina yang pasti akan membuat para petugas haji lebih siap menghadapi puncak haji 2026.
Menurut Harun, secara garis besar operasional Armuzna akan dibagi menjadi tiga satgas. Arafah akan menjadi tanggung jawab petugas haji dari Daker Bandara, Musdhalifah akan ditangani oleh petugas PPIH yang berasal dari Daker Makkah, dan Mina akan menjadi tanggung jawab petugas haji dari Daker Madinah.
Daker Bandara nantinya akan berangkat duluan ke Arafah untuk mengecek persiapan tenda dan perlengkapan lainnya. Pergerakan petugas ini akan dimulai pada 7 Dzulhijjah, sedangkan petugas dari Daker Makkah akan berangkat ke Arafah paling terakhir pada 9 Dzulhijjah.
Pada musim Haji 2026 ini, Kementerian Haji dan Umrah berencana akan menerapkan skenario murur dan tanazul. Skema murur sudah diterapkan pada musim haji sebelumnya, khususnya bagi lansia dan jemaah haji risiko tinggi (risti).
Harun juga mengingatkan bahwa malam 10 Zulhijjah merupakan fase krusial karena seluruh jamaah akan bergerak menuju Mina secara bersamaan untuk lontar jumrah aqobah. Hal ini berpotensi akan terjadi kepadatan, kelelahan, hingga kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
Dengan demikian, strategi operasional Armuzna di puncak Haji 2026 pasti akan menarik perhatian para petugas PPIH. Mereka harus siap menghadapi semua situasi yang mungkin terjadi dan memastikan keamanan serta kenyamanan jemaah haji selama melakukan ibadah haji.
Menurut Harun, secara garis besar operasional Armuzna akan dibagi menjadi tiga satgas. Arafah akan menjadi tanggung jawab petugas haji dari Daker Bandara, Musdhalifah akan ditangani oleh petugas PPIH yang berasal dari Daker Makkah, dan Mina akan menjadi tanggung jawab petugas haji dari Daker Madinah.
Daker Bandara nantinya akan berangkat duluan ke Arafah untuk mengecek persiapan tenda dan perlengkapan lainnya. Pergerakan petugas ini akan dimulai pada 7 Dzulhijjah, sedangkan petugas dari Daker Makkah akan berangkat ke Arafah paling terakhir pada 9 Dzulhijjah.
Pada musim Haji 2026 ini, Kementerian Haji dan Umrah berencana akan menerapkan skenario murur dan tanazul. Skema murur sudah diterapkan pada musim haji sebelumnya, khususnya bagi lansia dan jemaah haji risiko tinggi (risti).
Harun juga mengingatkan bahwa malam 10 Zulhijjah merupakan fase krusial karena seluruh jamaah akan bergerak menuju Mina secara bersamaan untuk lontar jumrah aqobah. Hal ini berpotensi akan terjadi kepadatan, kelelahan, hingga kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
Dengan demikian, strategi operasional Armuzna di puncak Haji 2026 pasti akan menarik perhatian para petugas PPIH. Mereka harus siap menghadapi semua situasi yang mungkin terjadi dan memastikan keamanan serta kenyamanan jemaah haji selama melakukan ibadah haji.