Laksmana Harun Ungkap Strategi Operasional Armuzna di Puncak Haji, Petugas Siap Menghadapi Keberatan di Mina.
Pada malam Rabu (21/1/2026), Kasat Ops Armuzna Kasumana Pertama TNI Harun Arrasyid membuka kerangka strategi operasional Armuzna di hadapan sekitar 1600 petugas PPIH Arab Saudi 2026. Armuzna merupakan satuan tugas yang mengawasi keamanan dan persiapan puncak haji, termasuk Arafah, Musdhalifah, dan Mina.
Menurut Laksmana Harun, operasional Armuzna dibagi menjadi 3 satgas. Pertama, petugas dari daerah kerja (Daker) Bandara akan bertanggung jawab untuk memastikan tenda dan perlengkapan siap di Arafah. Kedua, Daker Makkah akan mengawasi pelaksanaan mabit di Musdhalifah. Dan ketiga, petugas dari daerah kerja (Daker) Madinah akan bertanggung jawab untuk memastikan semua jamaah haji sudah berada di Mina.
Laksmana Harun juga mengatakan bahwa tim Daker Bandara akan berangkat ke Arafah sebelum waktunya, yaitu pada 7 Dzulhijjah. Selanjutnya, petugas dari daerah kerja (Daker) Madinah akan langsung menuju Mina tanpa mabit di Musdhalifah.
Untuk meningkatkan efisiensi operasional Armuzna, Laksmana Harun juga mengatakan bahwa tim PPIH akan menempatkan petugas di Mina sejak awal, baik dari unsur Linjam maupun petugas yang telah menunaikan ibadah haji.
Menurut Kasat Ops Armuzna, strategi ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji dan memantau pergerakan mereka secara efektif.
Pada malam Rabu (21/1/2026), Kasat Ops Armuzna Kasumana Pertama TNI Harun Arrasyid membuka kerangka strategi operasional Armuzna di hadapan sekitar 1600 petugas PPIH Arab Saudi 2026. Armuzna merupakan satuan tugas yang mengawasi keamanan dan persiapan puncak haji, termasuk Arafah, Musdhalifah, dan Mina.
Menurut Laksmana Harun, operasional Armuzna dibagi menjadi 3 satgas. Pertama, petugas dari daerah kerja (Daker) Bandara akan bertanggung jawab untuk memastikan tenda dan perlengkapan siap di Arafah. Kedua, Daker Makkah akan mengawasi pelaksanaan mabit di Musdhalifah. Dan ketiga, petugas dari daerah kerja (Daker) Madinah akan bertanggung jawab untuk memastikan semua jamaah haji sudah berada di Mina.
Laksmana Harun juga mengatakan bahwa tim Daker Bandara akan berangkat ke Arafah sebelum waktunya, yaitu pada 7 Dzulhijjah. Selanjutnya, petugas dari daerah kerja (Daker) Madinah akan langsung menuju Mina tanpa mabit di Musdhalifah.
Untuk meningkatkan efisiensi operasional Armuzna, Laksmana Harun juga mengatakan bahwa tim PPIH akan menempatkan petugas di Mina sejak awal, baik dari unsur Linjam maupun petugas yang telah menunaikan ibadah haji.
Menurut Kasat Ops Armuzna, strategi ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji dan memantau pergerakan mereka secara efektif.