Kita sadar sejenak bahwa kita sudah tidak fokus, tapi apa yang terjadi pada pikiran kita saat itu? Apakah ada isinya yang masuk sama sekali? Dalam fenomena seperti ini yang disebut "nge-blank", pikiran kita sibuk "mengalun" dan tidak bisa berfokus. Namun, bukan karena otak kita sedang mati atau rusak, tapi karena mekanisme kognitif kita tidak optimal.
Dalam sebuah penelitian di Universitas Sorbonne, Prancis, sekelompok peneliti menemukan bahwa fenomena "mind blanking" terjadi ketika pikiran kita tidak bisa berfokus dan tidak ada isinya. Mereka melaporkan bahwa 62 orang dewasa yang mengikuti eksperimen tersebut menyadari bahwa mereka nge-blank secara signifikan, bahkan lebih dari sekali selama eksperimen berlangsung.
Penelitian ini menunjukkan bahwa "mind blanking" bukan hanya terjadi pada orang-orang yang lelah atau tertekan, tapi juga dapat terjadi dalam kondisi yang normal. Fenomena ini dapat disebabkan oleh perubahan tingkat kesiagaan tubuh, yaitu seberapa siap sistem saraf dalam mempertahankan aktivitas kognitif stabil.
Untuk mengurangi potensi "mind blanking", para peneliti merekomendasikan beberapa cara. Pertama, kita harus menjaga keseimbangan kondisi tubuh dan pikiran dengan istirahat yang cukup, mengelola stres, memberi jeda dari satu tugas ke tugas lainnya, dan mengurangi beban kognitif.
Saat "mind blanking" terjadi, otak kita tidak bisa berfokus dan merespons rangsangan sebagaimana mestinya. Fenomena ini dapat disebabkan oleh perubahan tingkat kesiagaan tubuh yang menyebabkan perlambatan fungsi kognitif.
Dalam sebuah penelitian di Universitas Sorbonne, Prancis, sekelompok peneliti menemukan bahwa fenomena "mind blanking" terjadi ketika pikiran kita tidak bisa berfokus dan tidak ada isinya. Mereka melaporkan bahwa 62 orang dewasa yang mengikuti eksperimen tersebut menyadari bahwa mereka nge-blank secara signifikan, bahkan lebih dari sekali selama eksperimen berlangsung.
Penelitian ini menunjukkan bahwa "mind blanking" bukan hanya terjadi pada orang-orang yang lelah atau tertekan, tapi juga dapat terjadi dalam kondisi yang normal. Fenomena ini dapat disebabkan oleh perubahan tingkat kesiagaan tubuh, yaitu seberapa siap sistem saraf dalam mempertahankan aktivitas kognitif stabil.
Untuk mengurangi potensi "mind blanking", para peneliti merekomendasikan beberapa cara. Pertama, kita harus menjaga keseimbangan kondisi tubuh dan pikiran dengan istirahat yang cukup, mengelola stres, memberi jeda dari satu tugas ke tugas lainnya, dan mengurangi beban kognitif.
Saat "mind blanking" terjadi, otak kita tidak bisa berfokus dan merespons rangsangan sebagaimana mestinya. Fenomena ini dapat disebabkan oleh perubahan tingkat kesiagaan tubuh yang menyebabkan perlambatan fungsi kognitif.