Kuasa Hukum Nadiem Bantah Aset Sitaan Terkait Kasus Chromebook

Tim penasihat hukum Nadiem Makarim membantah permohonan penyitaan aset milik kliennya oleh Jaksa Penuntut Umum. Menurut Dodi S. Abdulkadir, anggota tim penasihat hukum Nadiem, aset yang diminta jaksa tersebut tidak berkaitan dengan pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).

Aset yang dimaksud adalah tanah dan bangunan di Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Menurut Dodi, aset ini dibeli oleh eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) tersebut dari hasil kerja keras Nadiem sendiri, bukan dari pengadaan Chromebook.

Dodi menjelaskan bahwa publik perlu mengetahui asal-usul kepemilikan aset tersebut. "Jadi perlu diketahui oleh publik bahwa aset tersebut dibeli dari jerih payah Pak Nadiem, Pak Nadiem bekerja dari satu sen, dua sen tidak ada hubungan dengan perkara ini," ucap Dodi.

Tim penasihat hukum menilai tindakan jaksa yang dinilai berusaha memperburuk citra Nadiem sangat manipulatif. Menurut mereka, jaksa belum bisa menunjukkan adanya aliran dana korupsi yang mengalir ke kantong Nadiem dalam pengadaan Chromebook.

"Di dalam dakwaan tidak pernah diuraikan alat bukti mana ada uang yang masuk ke Pak Nadiem. Tidak pernah ada alat bukti bahwa Pak Nadiem mendapatkan keuntungan yang kemudian dibelanjakan untuk aset tersebut," ucap Dodi.

Aset yang ingin disita jaksa oleh JPU berupa tempat tinggal itu dimiliki Nadiem jauh sebelum pengadaan Chromebook dilakukan. Sebelumnya, JPU telah meminta permohonan penyitaan aset milik Nadiem, berupa tanah dan bangunan di Jalan Dharmawangsa.

Ketua Majelis Hakim, Purwanto S. Abdullah, mengatakan bahwa majelis hakim sudah menerima permohonan izin penyitaan aset Nadiem pada hari Kamis (8/1/2026).
 
Wah kebanyakan orang bilang kalau nanti jaksa mau menyita aset itu apa aja? Saya pikir ini semua cara manipulatif banget. Jika aset itu dibeli sendiri oleh Nadiem, kenapa harus disita? Apa yang salah dengan caranya beli aset itu? Saya rasa kalau jaksa hanya ingin menyelesaikan kasus Chromebook saja, tapi harus juga mulai menyita aset Nadiem. Tapi ini semua terlalu serius banget, apalagi kalau jaksa mau menggunakan cara manipulatif seperti ini πŸ˜’
 
ini yang aku pikirin nih... kalau jaksa udah minta tindak tegas terhadap Pak Nadiem, tapi tidak punya bukti yang solid, apa lagi caranya aja? kalau benar-benar bukti korupsi ada, topa aja jaksa harus menghubungkan bukti itu dengan Chromebook aja. tapi kalau bukannya seperti ini, maka tim penasihat hukum Pak Nadiem udah lakukan yang tepat. apa yang harus dihakimi adalah siapa yang tidak jujur tentang asal-usul kepemilikan aset tersebut πŸ€”
 
Aku pikir Jaksa Penuntut Umum ini benar-benar berusaha mencemari citra Nadiem. Aset yang dimaksud itu dijual dari kerja kerasnya sendiri, bukan dari uang hasil Chromebook aja πŸ€‘. Ini seperti menuduh seseorang karena terlambat membayar utangnya, padahal dia tidak pernah meminjam uang dari orang lain. Itu manipulatif banget! 🚫
 
Wow 🀯, sepertinya jaksa Penuntut Umum tidak bisa menunjukkan bukti yang cukup untuk menyita aset milik Nadiem πŸ˜‚. Saya pikir ini akan memberikan kesan bahwa mereka sedang mencoba memperburuk citra Nadiem. Interesting πŸ€”
 
Gue pikir jaksa penuntut umum ini kayak sekolah yang meminta gantungan yang tidak ada hubungannya dengan kinerja gue di sekolah πŸ˜‚. Kalau bukan, kenapa mereka meminta penyitaan tanah dan bangunan dari Nadiem? Gue rasa ini sangat manipulatif banget! πŸ€”

Gue pikir Nadiem sendiri yang bekerja keras untuk membeli aset itu, tapi gue tidak tahu apakah ada dana korupsi yang mengalir ke kantongnya... tapi gue yakin kalau jaksa penuntut umum ini berusaha memperburuk citra Nadiem πŸ˜’. Dan yang terpenting, gue rasa majelis hakim sudah menerima permohonan penyitaan aset Nadiem, sehingga harus diawasi lebih dekat πŸ•΅οΈβ€β™‚οΈ.

Gue khawatir kalau ini akan jadi contoh bagus bagi mereka yang ingin memenjarakan orang karena alasan palsu... tapi gue percaya bahwa Nadiem sendiri tidak melakukan sesuatu yang salah 😊.
 
Gak bisa dipercaya ya! Jaksa Penuntut Umum itu kalau punya bukti, harus tampilkan dahulu aja. Tapi apa yang mereka tawarkan? Hanya angka-angka yang tidak masuk akal. Pak Nadiem bekerja keras dan bisa membeli tanah itu sendiri, tapi kenapa jaksa lagi ingin menyita asetnya? Kalau gak ada keraguan, pak Nadiem tidak melakukan kejahatan apa pun! πŸ€”πŸ’
 
Maksudnya apa sih dengan jaksa yang begitu cepat aja meminta pengadilan untuk menyita aset milik Nadiem? Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres di sana πŸ€”. Kalau benar-benar tidak ada hubungan antara Chromebook dan tanah bangunan, maka apa lagi alasan jaksa ingin menyita itu? Nah, aku suka banget dengan konsep ' dari satu sen dua sen' ini πŸ˜‚. Pak Nadiem memang bisa dijadikan inspirasi untuk semua orang yang ingin bekerja keras dan tidak menyerah πŸ’ͺ. Tapi, secara hukumnya apa yang terjadi dengan jaksa yang begitu cepat aja meminta pengadilan? Apakah ada sesuatu yang kita tidak ketahui tentang kasus ini? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Gue pikir jaksa penuntut umum ini jangan serius banget kayaknya... apa ada bukti nyata bahwa Nadiem korup? kalau tidak pakai alat bukti yang solid, gue rasa tidak bisa dipercaya lagi. dan bukannya aset itu dibeli oleh nadiem sendiri sebelum Chromebook dikirim? seperti apa kepentingan jaksa dengan kasus ini? kayaknya hanya untuk memperburuk citra Nadiem aja...
 
Gue pikir jaksa penuntut umum ini lagi main cerita untuk ngajak seseorang masuk ke duka hukum... aset itu dulunya dimiliki oleh Pak Nadiem jauh sebelum dia pegang Chromebook, apa lagi, dia bekerja keras buat bisa membelinya dari uangnya sendiri. Jaksa penuntut umum ini malah bilang bahwa pak Nadiem tidak ada hubungan dengan Chromebook, tapi sepertinya Jakarta already got a new problem on hand πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
Gue pikir jaksa penuntut umum kayak gue bingung apa aja tujuan mereka nyanyi ini. Mereka punya alasan yang berat sebelah, tapi ternyata tidak ada bukti yang cukup. Gue rasa jadi lebih curiga tentang kejahatan korupsi yang sedang berlangsung di dalamnya. Pak Nadiem malah menjadi korban dari tindakan manipulatif ini. Kenapa jaksa harus serang pasien, gue tidak pernah melihat kasus seperti ini sebelumnya. Gue rasa kami semua perlu waspada dan tetap terinformasi tentang hal-hal seperti ini πŸ€”
 
Gak percaya kalau jaksa ini bilang aset itu dibeli dari hasil kerja keras Pak Nadiem sendiri. Kalau benar, kenapa jadi kasus? Apa yang salah dengan pakai uang yang dulu ada? Saya pikir lebih cermat cari tahu siapa nanti yang membeli aset itu kemudian, bukannya cari tahu siapa yang nggak ada hubungannya. Jaksa ini malah bikin Nadiem jadi korban sendiri, gak fair bro πŸ˜’
 
Pak Dodi kalo bikin kontes siapa yang paling pintar di Indonesia? Saya pikir dia bisa mengalahkan Rizki Rahim Sawunggornyo πŸ€”. Atau mungkin dia bisa mengalahkan teman saya, Pak Tantya, yang selalu ngobrol tentang teknologi πŸ’». Tapi apa sih pak Dodi itu? Dia gimana caranya bisa jadi anggota tim penasihat hukum Nadiem? Saya pikir dia harusnya punya latar belakang hukum yang lebih panjang, ya? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Aku pikir proses penyitaan aset itu gampang sekali, tapi aku rasa ada sesuatu yang tidak beres di sini. Pertama, apaasan jaksa memilih aset yang tidak berkaitan dengan Chromebook, sih? Aset itu tanah dan bangunan yang dibeli oleh Pak Nadiem sendiri, bukan dari pengadaan Chromebook. Tapi jaksa masih meminta untuk disita kan?

Aku pikir ada sesuatu yang salah di sini, seperti ada manipulasi yang berusaha menyesatkan publik. Jaksa malah menggunakan alasan yang tidak masuk akal dan kurang bukti. Aku rasa majelis hakim harus lebih teliti dalam hal ini. Tapi, aku juga tidak bisa tidak pikir bahwa pak Nadiem juga harus jujur tentang aset tersebut sih πŸ€”
 
Hahahaha, ini sih kalau jaksa penuntut umum lagi ngerempon Pak Nadiem πŸ˜‚. Aset yang diminta adalah tanah dan bangunan di Jalan Dharmawangsa, tapi apa koneksi dengan Chromebook? πŸ€” Gue rasa jaksa lagi coba cari alat bukti yang tidak ada, kayaknya aja mau ngerusahkan reputasi Pak Nadiem. πŸ™…β€β™‚οΈ Semua ini sih seperti drama yang seru, tapi apa yang jelas adalah Pak Nadiem bukan penjahat, jadi gue rasa jaksa harus fokus cari bukti yang sebenarnya, kayaknya aja mau ngerusahkan reputasi Jaksa Penuntut Umum sendiri πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
Gue ngerasa kasihan dengar kalau jaksa penuntut umum gini2... Maksudnya, gak ada bukti sih bahwa korupsi terjadi padanya. Sapa-siapa yang belajar dari pengalaman ini pasti harus berhati-hati dengan cara jaksa penuntut umum... Gue rasa tim penasihat hukum Nadiem kayaknya benar-benar buat kasus ini... πŸ€”
 
Wahhh, kayaknya jaksa penuntut umum itu gak jujur kalau mau disebutkan bahwa aset milik Nadiem itu dimiliki sebelum ada Chromebook... πŸ™„ Aset itu dibeli dengan uang sendiri bukannya dari pengadaan Chromebook, kan? πŸ€”
 
Maksudnya gini nih... Jaksa Penuntut Umumnya lagi meminta aset dari Nadiem, tapi siapa tahu asal-usulnya bukan dengan Chromebook aja. Mereka bilang Nadiem bekerja dari satu sen untuk membeli tanah dan bangunan itu, tapi gak ada bukti apa-apa tentang korupsi. Jaksa lagi memperburuk citra Nadiem, ini nggak adil banget! 🀬
 
Asal-usul kepemilikan tanah di Jalan Dharmawangsa itu memang sangat susah dipercaya, tapi bukan berarti tidak perlu dilakukan pengawasan. Jadi apa yang bisa jadi ada di balik permintaan jaksa untuk menyita aset ini? Apakah ada benar-benar uang korupsi yang masuk ke kantong Nadiem? Tapi apa yang bisa kami lakukan adalah memverifikasi saja, tapi sepertinya belum ada bukti yang cukup untuk menghubungkan Chromebook dengan tanah tersebut πŸ˜πŸ€”. Maka dari itu, saya berpendapat bahwa tim penasihat hukum Nadiem melakukan hal yang benar dengan mengekspresikan pendapat mereka tentang tindakan jaksa yang bisa dianggap manipulatif.
 
Gue pikir ini sengaja dilakukan oleh jaksa untuk memperburuk citra Nadiem. Gue rasa aset itu dibeli dari uang sendiri, siapa tahu ada korupsi di balik pengadaan Chromebook? Tapi apa yang pasti, gue tidak percaya bahwa aset tersebut tidak berkaitan dengan Chromebook πŸ€”. Jaksa harus menunjukkan bukti-bukti yang jelas sebelum bisa menyita aset itu. Gue rasa ini manipulatif dan hanya ingin membuat Nadiem jatuh dari kejutan πŸ˜’.
 
kembali
Top