Kuasa Hukum Nadiem Bantah Aset Sitaan Terkait Kasus Chromebook

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung mengajukan permohonan penyitaan aset dari Nadiem Makarim, anggota DPR-RI yang didakwa melakukan dugaan korupsi terkait pengadaan Chromebook. Namun, tim penasihat hukum Nadiem menegaskan bahwa aset tersebut tidak berkaitan dengan perkara tersebut.

Dodi S. Abdulkadir, anggota tim penasihat hukum Nadiem, menyatakan bahwa aset yang dimohonkan untuk disita oleh JPU adalah tanah dan bangunan di Jalan Dharmawangsa Jakarta Selatan, yang dimiliki Nadiem sebelum pengadaan Chromebook. "Aset ini dibeli dari jerih payah Pak Nadiem sendiri, bukan dari perkara pengadaan Chromebook," kata Dodi.

Tim penasihat hukum Nadiem juga menilai tindakan JPU sebagai manipulatif dan tidak ada bukti yang meyakinkan terkait aliran dana korupsi yang mengalir ke kantong Nadiem dalam pengadaan Chromebook. "Di dalam dakwaan tidak pernah diuraikan alat bukti mana ada uang yang masuk ke Pak Nadiem," kata Dodi.

Dodi juga menegaskan bahwa aset yang dimohonkan untuk disita oleh JPU telah dimiliki oleh Nadiem sejak tahun 2015, lebih dari setahun sebelum pengadaan Chromebook. "Sampai saat ini mengenai perhitungan kerugian negara, itu juga belum kami terima karena kemudian di dalam perhitungan tersebut juga tentunya harus disebutkan berapa jumlah keuntungan yang secara konkret diterima oleh terdakwa," kata Dodi.

Pihak JPU Kejaksaan Agung telah meminta permohonan penyitaan aset milik Nadiem sejak hari Kamis (8/1/2026), namun hingga saat ini belum sempat bermusyawarah untuk mengambil keputusan terhadap surat tersebut.
 
Aku pikir kalau itu aset dari Nadiem benar-benar tidak ada kaitannya dengan pengadaan Chromebook, kan? Aset itu sudah dimiliki sebelum Chromebook dibeli. Dan aku juga penasaran siapa yang ngerasa perlu menyita aset itu, kayaknya ada sesuatu yang tidak beres di balik ini... πŸ€”
 
Aku tidak punya wawasan tentang siapa saja yang terlibat di pengadaan Chromebook itu πŸ€”, tapi ari aku pikir kalau JPU Kejaksaan Agung juga harus membuktikan bahwa aset yang dimohonkan untuk disita memang terkait dengan perkara tersebut. Aset tanah dan bangunan di Jalan Dharmawangsa Jakarta Selatan itu sudah dibeli oleh Nadiem sebelum pengadaan Chromebook, jadi apa alasan JPU ingin menyita? πŸ€·β€β™‚οΈ

Aku juga rasa JPU Kejaksaan Agung harus lebih teliti dalam mengajukan permohonan penyitaan aset, karena kalau tidak ada bukti yang jelas bahwa aset tersebut terkait dengan perkara, maka itu bisa saja membuat Nadiem merasa seperti dirugikan secara manipulatif 🚫.

Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam pengadaan Chromebook itu, tapi aku pikir kalau lebih baik jika JPU Kejaksaan Agung fokus pada menyelidiki aliran dana korupsi yang sebenarnya terkait dengan perkara, bukan mencari keuntungan dari Nadiem πŸ€‘.
 
Gue pikir ini salah strategi dari JPU, kok mereka minta penyita aset Nadiem begitu aja? Padahal kalau ingin bukti korupsi, mereka harus nanti menunjukkan apa saja hasilnya dari pengadaan Chromebook itu. Gue rasa ini mirip dengan caranya Pemerintah selalu mengatakan "kita akan mengambil tindakan" tapi kemudian tidak pernah terlaksana. Mereka hanya memburu-amburui korupsi, tapi gak ada bukti yang nyata untuk diajukan di pengadilan.
 
gak jelas apa yang dimaksudkan oleh JPU, aset itu berkaitan atau tidak ya? tanah dan bangunan di Dharmawangsa itu milik Nadiem sejak 2015, tapi pengadaan Chromebook itu apa keuntungan sih? kalau bukan ada, mengapa disita? yang jelas Nadiem beli sendiri, jangan pakai uang korupsi lagi πŸ€”
 
Maksudnya kalau pengaduan korupsi lagi memaksa pak Nadiem buang aset yang sudah dimilikinya sejak tahun 2015? Makanya gini, kalau aset itu dibeli dari jerih payah pak sendiri, kenapa lagi disita?? πŸ€”

Aset tersebut kayaknya memiliki nilai jutaan rupiah, tapi bagaimana kalau disita dan dibawa ke penjara? Pak Nadiem sudah punya keputusan untuk menabung aset itu, mungkin karena ingin melanjutkan proyek-proyek lain yang lebih strategis. Sama-sama lah, kita tidak tahu apa kira-kira yang akan terjadi di masa depan πŸ€·β€β™‚οΈ

Menurutku kalau pengaduan korupsi ini kayaknya terlalu cepat dan kurang adil. Sebelumnya ada bukti yang cukup bahwa Nadiem tidak melakukan korupsi, tapi ternyata masih ada tindakan yang manipulatif dari pihak JPU πŸ™…β€β™‚οΈ

Lagi-lagi, kita perlu melihat dari perspektif mana yang benar. Pak Nadiem sudah punya keputusan untuk menabung aset itu, mungkin karena ingin menggunakan uangnya untuk proyek-proyek yang lebih bermanfaat bagi negara 🀝

Saya rasa ini kayaknya menjadi contoh bagaimana pentingnya kita memiliki proses hukum yang adil dan transparan. Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan, karena itu yang akan membuat permasalahan semakin membingungkan πŸ”’
 
Aku jenguk, gimana kabar gue sih? Ah, korupsi lagi-bagi. Aku pikir nggak perlu dipikirin, ajih-aih! Nadiem buleuh, tapi aku rasa JPU Kejaksaan Agung teka-tekanya. Kenapa harus disita tanah dan bangunan yang dibeli sendiri? Ah, aku rasa itu manipulatif banget.

Aku yakin Nadiem tidak melakukan korupsi, tapi JPU Kejaksaan Agung jenguk nggak mau bermusyawarah lagi, apa lagi? Aku pikir mereka hanya cari-cari cara untuk memenang kasus. Tapi aku rasa itu tidak adil, ajih-aih!
 
Gue pikir ini sih penipuan pahit! JPU meminta penyitaan aset dari Nadiem hanya karena korupsi, tapi ternyata aset itu bukan bikin kasusnya. Gue penasaran bagaimana JPU ini bisa begitu butuh nanti kasih ganti? Gue pikir ada sesuatu yang tidak beres di sini...
 
Aku pikir JPU Kejaksaan Agung yang ngerasa kalah aja, kalau mereka langsung meminta penyitaan aset dari Nadiem tanpa bukti yang cukup. Mereka harus lebih teliti lagi, nggak boleh ngeremehkan tim penasihat hukum Nadiem yang sudah menyatakan bahwa aset tersebut tidak berkaitan dengan perkara tersebut. Kalau JPU Kejaksaan Agung benar-benar percaya diri, mereka harus bisa memberikan bukti yang kuat sebelum meminta penyitaan aset. Sekarang, aku pikir Nadiem sudah tidak perlu khawatir lagi tentang dugaan korupsi ini πŸ˜’
 
Gue rasanya JPU itu makin-makin canggih banget, tapi nggak tahu apakah mereka benar-benar ingin menemukan fakta atau apa aja yang ditujuhkan mereka πŸ€”. Aset tanah dan bangunan milik Nadiem sebelum pengadaan Chromebook, itu bukan milik dari korupsi yang diulas, tapi siapa tau ada sesuatu yang tidak jelas di baliknya... Hmm, gue penasaran deh apa yang akan terjadi selanjutnya πŸ€‘.
 
Aku pikir ini masalah yang nggak jelas, kan? JPU ngerusel aset milik Nadiem tanpa adanya bukti yang cukup. Kalau benar-benar ada dugaan korupsi, apa artinya mereka beli aset itu dari uang korupsi? Kalo nggak, mengapa JPU harus menyita aset itu? Aku rasa ini semua masalah sistem yang lemah, bukan kasus Nadiem sendiri.
 
Maksud JPU-nya mau disita tanah Pak Nadiem yang udah dimiliki lebih dari setahun sebelum Chromebook... kayaknya bukan hal yang masuk akal, nih πŸ™„. Udah ada perhitungan kerugian negara, kemudian di mana keuntungan yang diterima oleh Pak Nadiem? Ngomong-ngomong siapa tahu apa benar-benar ada korupsi... tapi JPU-nya punya bukti apa sih? πŸ€”.
 
Aku pikir ini kalau kita lihat dari sudut pandang yang benar-benar jujur, apa yang salah dengan Nadiem ya? Ia membeli tanah dan bangunan itu sendiri, bukan menggunakan dana negara untuk membelinya. Dan kalau itu bukan korupsi, apa itu? Kita harus lebih bijak dalam membaca laporan dan analisis, jangan terburu-buru menuduh orang tanpa bukti yang cukup. Kita harus memikirkan apakah kita benar-benar yakin dengan informasi yang kita terima sebelum kita mengambil tindakan yang berat seperti itu. πŸ˜ŠπŸ€”
 
Wah, aku lagi penasaran sih tentang Chromebook mana itu... aku suka nih menggunakan laptop buat kerja, tapi gak sabar-sabaran mau coba Chromebook. Aku dengar kayaknya itu lebih efisien dan bagus untuk jangka panjang, tapi aku masih ragu-ragu banget. Mungkin aku udah bosan dengan HP ini...
 
😊 Aset yang dimohonkan oleh JPU itu kayaknya gak ada hubungannya sama sekali dengan perkara korupsi Chromebook sih. Nadiem bilang aset itu di beli sebelum Chromebook, jadi kenapa harus disita? πŸ€” Gak adanya bukti yang kaku banget buat JPU ngelajui dana korupsi ke kantong Nadiem. Semoga bisa dihindari kesalahpahaman dan tidak membiarkan reputasi Nadiem terguncang πŸ˜•.
 
Aku pikir ini ada yang bikin kita terkekeh, siapa yang tahu apa aset itu sebenarnya bukan aset Nadiem yang dituduh korupsi, tapi mungkin ada sesuatu yang lebih serius tapi belum terungkap. Dan aku juga pikir, kita harus hati-hati dengan kecanduan teknologi, Chromebook itu bisa bikin kita ketinggalan apa-apa, dan sekarang kalau itu dituduh korupsi, maka itu bikin semua terus malah memalukan kita semua πŸ€”πŸ’‘
 
Maksudnya kalau JPU mau menyita aset Pak Nadiem itu, toh harus ada bukti yang jelas ya? Tapi apa yang dibawa oleh tim penasihat hukum Pak Nadiem itu adalah benda-benda yang dimiliki sebelum pengadaan Chromebook. Berarti tidak ada hubungan antara 2 hal itu. Kalau di masa lalu punya, kalau sekarang punya, toh bukti apa sih? πŸ€”

Tapi saya pikir kalau JPU itu harus memahami bahwa Pak Nadiem itu adalah anggota DPR-RI yang berjuang untuk rakyatnya. Tidak ada tanda tangan sama sekali dari korupsi ya! πŸ™…β€β™‚οΈ
 
Aku rasa tindakan JPU kali ini agak mirip dengan cara kerja korupsi di masa lalu, kalau aset yang dimohonkan tidak terkait dengan kasus Chromebook apa sih tujuan dari hal itu? Aku pikir lebih baik kalau aset tersebut ditinggalkan saja, bukan disita. Dan kalau ada kemungkinan bahwa Nadiem benar-benar tidak melakukan kesalahan dalam pengadaan Chromebook, aku rasa harus ada bukti yang jelas sebelum melaksanakan tindakan menyita aset. Aku malah pikir, JPU lebih fokus pada mencari bukti yang sah daripada berbohong dan manipulatif. πŸ€”
 
Aku pikir kira-kira apa yang bikin JPU gini? Tiba-tiba akses tak terkendali! 🀯 Pak Nadiem tidak perlu khawatir, dia jujur tentang asetnya, dan kalau ada dugaan korupsi, toh itu harus dibuktikan dulu sebelum disita πŸ˜’. Aku pikir JPU yang lama ini malah terlalu lembab, membiarkan kasus-kasus korupsi melanggar hukum berjalan bebas πŸ•·οΈ. Nadiem tidak perlu khawatir, dia akan dibela dengan baik oleh timnya πŸ’ͺ!
 
Gue pikir aspek ini jadi masalah besar kalian korupsi, tapi tiba-tiba saja ada hal lain yang bikin sibuk, yaitu permohonan penyitaan aset dari Nadiem Makarim πŸ€”. Gue rasa perluasan istilah "korupsi" harus lebih spesifik, siapa tahu aspek ini justru memberi kesempatan bagi pemerintah untuk mengevaluasi dan meningkatkan transparansi pengelolaan dana negara 😊. Aset yang dimiliki Nadiem sebelum pengadaan Chromebook itu bagus, tapi gue rasa pentingnya bukti yang jelas terkait aliran dana korupsi, apalagi kalau tindakan JPU ini bisa dianggap manipulatif 🚨. Gue harap pemerintah bisa lebih hati-hati dan transparan dalam proses investigasi ini πŸ’‘.
 
kembali
Top