Kuasa Hukum Laras Nilai Tuntutan JPU Abaikan Perspektif Gender

ini kasus yang bikin perasaan sedih ya... Laras Faziati khairunnisa itu salah satu artis yang paling aku sukai, dan aku rasanya dia duduk di tempat penjara karena kehilangan keseimbangan mental, tapi siapa tahu kalau benar-benar dia menghasut masyarakat. tapi apa yang terjadi disini adalah jaksa tidak memperhatikan prinsip-prinsip keadilan gender dan keadilan substantif dalam menilai perkara tersebut. aku pikir ini bikin perasaan tidak adil, karena siapa tahu kematian Affan bukanlah kesalahan Laras tapi kesalahan orang lain...
 
Kalau nyari kebenaran tentang kasus Laras, harusnya jaksa nggak bisa cuma cuma meneruskan stereotip dan diskriminasi terhadap perempuan aja. Aparat penegak hukum harus lebih hati-hati, nggak cuma fokus pada asumsi dan tafsir literal aja, tapi juga harus mempertimbangkan konteks sosial, linguistik, dan situasional dari perbuatan Terdakwa.

Saya pikir ini tentang waktu para penasihat hukum harus lebih proaktif, nggak cuma cuma menangani masalah setelah sudah terjadi. Mereka harus memastikan bahwa proses pengadilan di Indonesia tidak hanya sekedar tentang nasib hukum seseorang, tapi juga tentang membuat penegakan hukum yang adil dan substansial.

Saya juga rasa ada kesalahan dalam pendekatan jaksa ini, mereka cuma fokus pada satu aspek saja, tapi tidak mempertimbangkan perspektif yang lebih luas. Kalau tidak jadi ada klarifikasi resmi dari pihak kepolisian tentang kematian Affan, maka saya rasa proses pengadilan ini tidak adil sama sekali
 
kembali
Top