KSAL Akui 23 Prajurit TNI Tertimbun Longsor Cisarua, 4 Ditemukan Tewas

Sabtu lalu, bencana longsor dan banjir bandang melanda Desa Soreang, Kabupaten Bandung Barat. Menurut Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, sebanyak 23 prajurit Marinir ikut tertimbun longsor di tempat tersebut.

Ali menyatakan bahwa saat ini sudah diketemukan hanya 4 prajurit dalam kondisi meninggal dunia. Namun, ada 19 prajurit lain yang tertimbun longsor dan belum ditemukan. KSAL memastikan bahwa pencarian terus dilakukan menggunakan teknologi drone thermal dan anjing pelacak untuk menemukan mereka.

Penggelaran latihan pratugas oleh prajurit Marinir saat musibah terjadi menjadi penyebab utama kejadian longsor ini. Mereka sedang menghadapi kondisi hujan lebat selama hampir 2 malam, yang kemudian menimpa satu desa dan menyebabkan longsor.

Kini, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah melakukan evakuasi korban meninggal dunia dari lokasi kejadian. Dengan penambahan ini, total 29 body pack yang telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak berwenang.
 
Ggk percaya banget kayaknya! Longsor itu jadi penyebab dari kasus Marinir di Desa Soreang. Mereka sedang latihan tapi hujan lebat sampai 2 malam, apa yang diharapkan? Jangan lupa bawa alat proteksi juga, kan? Dan kalau mereka ada kesalahan lagi, siapa tahu apa aja yang bisa terjadi? Saya berdua berdoa agar yang masih tertimbun longsor bisa cepat ditemukan dan selamat.

Apa bisa dibayangkan bagaimana rasanya jika korban meninggal dunia itu jadi 23? Saya rasa ini adalah peringatan bagi kita semua untuk selalu waspada dan siap, apalagi saat sedang melaksanakan latihan atau misi.
 
Ini benar-benar tragedi yang sangat menyesakkan! Saya rasa kita harus memperhatikan pentingnya persiapan dan koordinasi dalam menghadapi bencana alam, terutama di daerah yang rentan banget seperti Bandung. Semua ini seharusnya bisa mencegah kejadian seperti ini, tapi malah terjadi karena kita tidak siap.

Saya harap semua pihak yang terkait bisa belajar dari kesalahan ini dan melakukan perubahan agar tidak ada bencana alam lainnya menyerang masyarakat. Dan tentu saja, saya harap semoga tetap banyak sekali prajurit Marinir yang aman dan selamat. ๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ˜”
 
Cuman tahu apa yang ada di dalam tubuh mereka sih ๐Ÿค•. Kalau nggak ada teknologi drone thermal & anjing pelacak, mungkin sama aja seperti saat tsunami 2018 di Pontianak, korban masih banyak banget dan kabarin kematiannya lewat badan aja. Dan apa khasiat dari penggelaran latihan pratugas itu sih? Mereka udah siap-siap untuk menghadapi kejadian like ini, tapi akhirnya malah menjadi penyebabnya. Kalau mau nggak bingung, sebaiknya jadi nyentrik aja dan biarkan orang lain yang harus mencari korban.
 
Aku rasa kayaknya kecelakaan ini bisa mencegahin kalau mereka tidak lagi mengadakan latihan pratugas saat musibah terjadi ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Mereka gak perlu menghadapi hujan lebat dan kondisi yang berat sama sekali! Bagaimana kalau mereka mulai melakukan simulasi di ruangan atau sesuatu? Jadi, gak ada korban lagi ๐Ÿ™. Aku juga rasa teknologi drone thermal dan anjing pelacak itu bikin kayaknya bermanfaat banget dalam mencari korban yang tertimbun longsor ๐Ÿ’ป. Tapi, kita harus jaga agar semua prajurit Marinir bisa ditemukan dengan selamat ๐Ÿ™
 
ini bencana yang terjadi di desa soreang, kabupaten bandung barat, sangatlah tragis! 23 prajurit marinir kematian dan masih ada yang tertimbun longsor, ini penyebabnya penggelaran latihan praktugas saat musim hujan. tidak tahu siapa lagi korban ya, tapi perlu ada pertanggung jawaban dari mereka yang bertanggung jawab untuk menyelamatkan diri dan teman-temannya! kami harap semuanya dapat ditemukan dan selamat-selamat saja! ๐Ÿคž๐Ÿ’”
 
Kaget banget denger kabar itu ๐Ÿคฏ. Saya rasa keselamatan para prajurit itu perlu dibebani lebih berat lagi. Kalau nanti kita lihat siapa yang bertanggung jawab atas latihan itu, tapi sekarang ini jangan sampai ada yang terlambat dalam mencari korban ๐Ÿ•ฐ๏ธ. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) haruslah langsung bertindak untuk menghilangkan mayat-mayat mereka dari lokasi tersebut agar orang tua korban tidak perlu khawatir lagi ๐Ÿ˜”.
 
Aku pikir kalau saat itu prajurit Marinir pasti sedang cari jalan keluar dari hujan lebat ya... Mereka tidak siap untuk menghadapi kondisi seperti itu. Saya nggak bisa membayangkan bagaimana rasanya kalau aku di situasi itu. Semoga mereka yang masih hidup dapat segera pulih dan sembuh, dan mereka yang sudah meninggal dunia dapat diberikan kediaman istirahat yang nyaman ๐Ÿ™๐Ÿ’”
 
Oooh, kalau mau ngerasa sedih banget. Semua prajurit Marinir itu kayaknya harus ada di tempat lain, tidak perlu ikut ke desa tersebut saat musibah itu. Loh, apa yang bisa dibicarakan? Mereka sudah melakukan latihan yang serius, tapi masih salah tempat dan waktu. Saya rasa teknologi drone thermal itu bisa membantu banget di penemuan korban, tapi juga harus ada kordinasi yang tepat dengan satgas lainnya. Dan anjing pelacak itu kayaknya bisa membantu, tapi juga harus ada latihan yang lebih baik lagi.
 
Wah, gini dia kisah longsor di desa Soreang, Bandung Barat. Gue pikir sih, latihan pratugas Marinir itu apa-apa tidak penting bisa jadi penyebab utama kejadian ini. Kalau ga sengaja, tentu ari mereka sedang menghadapi kondisi hujan lebat dan ada ganti-ganti posisi, pasti salah tempat, sih. Dan kalau basarnas udah melakukan evakuasi korban, itu juga wajar. Gue harap 19 orang Marinir yang tertimbun longsor di sana bisa ditemukan dengan cepat aja ๐Ÿคž
 
oh yaa, sepertinya sangat lelah ya kalau prajurit Marinir harus menghadapi kondisi hujan lebat seperti itu ๐Ÿค•. tapi saya senang sekali bapak laksamana muhammad ali sudah melakukan evakuasi korban meninggal dunia dari lokasi kejadian ๐Ÿ™. semoga saja teknologi drone thermal dan anjing pelacak bisa menemukan 19 prajurit lain yang tertimbun longsor, ya ๐Ÿ˜”. saya berharap cepat aja penyelesaian ini agar keluarga prajurit marinir tersebut bisa mendapatkan kepastian ๐Ÿ’•.
 
Sayangnya, kecelakaan ini terjadi lagi... apalagi kalau kita lupa bahwa prajurit Marinir itu adalah teman-teman kita... ๐Ÿค• Bahkan lebih tragic kalau mereka hanya sedang melatih, gak berarti gak ada kesempatan untuk belajar atau berlatih di lokasi yang tidak stabil, tapi kayaknya ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Dan sayangnya, kecelakaan ini masih belum terpecahkan sepenuhnya... kadarnya teknologi drone dan anjing pelacak itu kayaknya perlu waktu untuk berhasil menemukan korban lainnya... ๐Ÿ•ต๏ธโ€โ™‚๏ธ
 
Maaf nih, kalau udah sampai ada 19 prajurit Marinir masih tertimbun longsor itu, kayaknya teknologi drone thermal dan anjing pelacak harusnya sudah cukup kuat buat menemukan mereka. Tapi siapa tahu mungkin ada kesalahan atau kesempatan yang diambil salah, nih. Saya rasa kalau itu desa Soreang masih terkena bencana seperti ini, kita harus berhenti sebentar dan pikirkan lagi tentang latihan pratugas Marinir apa yang perlu diubah agar tidak ada lagi kejadian seperti ini, dong? ๐Ÿค”๐Ÿ’ญ
 
Oooh, kan trus terjadi banget banjir di Desa Soreang kabupaten Bandung Barat! Saya pikir prajurit Marinir itu sedang latihan pratugas di lokasi yang sama, tapi ternyata salah tempatnya... Malah mereka yang harus terlindung dari badai, yang malah jatuh ke dalam longsor. Banyak korban jiwa, masih banyak yang belum ditemukan. Saya harap basarnas dan KSAL bisa segera menemukan mereka yang masih tertimbun di bawah tanah. Teknologi drone thermal dan anjing pelacak itu harusnya bisa membantu cepat sekali. Semoga semuanya keluar dari situasi ini dengan baik...
 
kembali
Top