Tampak fenomena yang membuat banyak kalangan was-was, yaitu sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang memilih bergabung dengan militer negara asing. Pemimpin TNI, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, berpendapat bahwa fenomena ini adalah hal biasa. Ia menyatakan bahwa minat masyarakat Indonesia untuk menjadi prajurit TNI masih tinggi.
Menurutnya, keputusan individu untuk bergabung dengan militer asing bukanlah masalah bagi TNI. "Itu haknya dia pribadi," kata Maruli. Ia juga menjelaskan bahwa proses seleksi prajurit TNI dilakukan secara ketat dan tidak dipungut biaya.
Namun, di sisi lain, fenomena ini membuat banyak orang khawatir tentang praktik yang mungkin terjadi dalam seleksi prajurit. Beberapa WNI telah bergabung dengan militer asing, termasuk tentara Amerika Serikat (AS), dan beberapa bahkan melakukan prajuritan bayaran di luar negeri.
Menurut informasi yang diperoleh, seorang WNI bernama Kezia Syifa resmi bergabung dengan Maryland Army National Guard sebagai pemegang <em>Green Card</em>, jalur yang dibuka bagi penduduk tetap yang lolos syarat fisik dan intelektual. Ia berada di posisi penting yang menjaga alur pasokan militer.
Sementara itu, terdapat anggota Brimob Polda Aceh yang terungkap telah menjadi tentara bayaran di Rusia. Ini membuat banyak orang was-was tentang praktik yang mungkin terjadi dalam seleksi prajurit TNI.
Kesibukan ini membuat banyak kalangan menanyakan apakah TNI melakukan pengawasan yang cukup terkait dengan proses seleksi prajurit dan kehadiran WNI di militer asing. Namun, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan bahwa TNI selalu melakukan pengawasan terhadap proses seleksi prajurit.
Menurutnya, keputusan individu untuk bergabung dengan militer asing bukanlah masalah bagi TNI. "Itu haknya dia pribadi," kata Maruli. Ia juga menjelaskan bahwa proses seleksi prajurit TNI dilakukan secara ketat dan tidak dipungut biaya.
Namun, di sisi lain, fenomena ini membuat banyak orang khawatir tentang praktik yang mungkin terjadi dalam seleksi prajurit. Beberapa WNI telah bergabung dengan militer asing, termasuk tentara Amerika Serikat (AS), dan beberapa bahkan melakukan prajuritan bayaran di luar negeri.
Menurut informasi yang diperoleh, seorang WNI bernama Kezia Syifa resmi bergabung dengan Maryland Army National Guard sebagai pemegang <em>Green Card</em>, jalur yang dibuka bagi penduduk tetap yang lolos syarat fisik dan intelektual. Ia berada di posisi penting yang menjaga alur pasokan militer.
Sementara itu, terdapat anggota Brimob Polda Aceh yang terungkap telah menjadi tentara bayaran di Rusia. Ini membuat banyak orang was-was tentang praktik yang mungkin terjadi dalam seleksi prajurit TNI.
Kesibukan ini membuat banyak kalangan menanyakan apakah TNI melakukan pengawasan yang cukup terkait dengan proses seleksi prajurit dan kehadiran WNI di militer asing. Namun, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan bahwa TNI selalu melakukan pengawasan terhadap proses seleksi prajurit.