Kronologi Syafiq Mendaki Gunung Slamet Hingga Dinyatakan Hilang

Sabtu, 27 Desember 2025, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), siswa kelas XII SMAN 5 Magelang, tiba di pos pendakian Dipajaya, Clekatakan, Pulosari, Pemalang bersama temannya Himawan Choidar Bahran. Mereka berdua merupakan warga Magelang dan berniat mendaki Gunung Slamet dalam sehari, "tektok" dalam istilah pendakian.

Pada Minggu sore, mereka seharusnya sudah sampai base camp. Namun, keberadaannya tak ditemukan hingga Senin pukul 09.00 WIB, ketika personel base camp menemukan Himawan di sekitar Pos 9 jalur Dipajaya. Ia ditemukan pendaki lain dalam keadaan cedera dan lemas.

Tapi, Syafiq sendirian di lokasi tersebut. Sebelum benar-benar hilang, dua saksi mata mengaku sempat melihat Syafiq di sekitar Pos 3. Mereka juga menuturkan bahwa jalur yang digunakan Syafiq untuk turun juga ternyata salah.

Setelah operasi pencarian selama berhari-hari tidak membuahkan hasil, tim SAR gabungan BASARNAS Pemalang akhirnya menghentikan operasi pencarian pada Rabu, 7 Januari 2026. Proses pemantauan di kawasan gunung tertinggi Jawa Tengah ini telah melalui persetujuan keluarga Syafiq.

Namun, sejumlah relawan dilaporkan masih melakukan pencarian secara mandiri dengan menyisir wilayah Gunung Slamet.
 
Gak bisa dipercaya betapa bahaya pendakian ini 🀯! Seperti apa yang terjadi dgn teman Syafiq? Mereka bilang sampai base camp, tapi kenapa gak bisa masuk? Jika turun salah, itu juga harus kembali ke mulainya kan? Apalagi jalur yang digunakan adalah yang paling sulit banget 🚨. Gue pikir apa yang dianggap "tektok" ini? Ini bukan game aja! πŸ€¦β€β™‚οΈ

Gue rasa keluarga Syafiq dan tim SAR harus jujur, siapa yang tahu apa yang sebenarnya terjadi dgn Syafiq? Tapi gue juga tidak bisa membantu kalau relawan-nya masih melakukan pencarian mandiri. Itu bisa berbahaya banget! 🚨 Gue harap Semoga Syafiq sehat dan aman, dan ini bukan kejadian yang akan terulang lagi di masa depan πŸ˜”.
 
Haha kaya sih bro, ini kayaknya kasus pendakian yang susah banget! Syafiq dan Himawan nendang gampang aja ke 3 pos, tapi ternyata terlalu jauh untuk turun lagi, aku pikir mereka pasti pilih jalan yang ngeliat, bro πŸ€¦β€β™‚οΈ. Aku rasa keluarga Syafiq harus sibuk dengan operasi pencarian yang dilakukan BASARNAS aja, tapi gue dengar ada relawan lain yang masih cari mandiri, ini kayaknya bisa menjadi masalah lagi 😬. Aku harap semuanya beres dan si Syafiq bisa pulang ke rumah bro πŸ‘.
 
gak percaya banget sih... kenapa dia harus pergi turun sendirian dulu? dan juga salah pilih jalur ya... aku rasa ini sangat berisiko, gak perlu diulang lagi sih... basarnas sudah melaporkan tidak ada hasil, toh kenapa orang lain masih melakukan pencarian mandiri? rasanya semuanya terus menerus berisiko dan bahaya...
 
Mana aja yang bikin syafiq itu hilang? Mungkin karena jalur yang dia pakai salah gitu πŸ€”. Saya rasa ini bukan kalau kalian semua bisa nggak ada kesempatan untuk mendaki gunung, kan? πŸ”οΈ Kalo ada kesempatan, harus ngambil, tapi harus dengan benar-benar memperhatikan jalur dan kondisi cuaca πŸ’¨. Saya harap temannya itu sudah pulih dan tidak terluka terlalu parah πŸ˜“.
 
Gak percaya sama-samanya sih... siapa yang bilang dia bisa turun sendirian? Ada duatiga saksi mata nggak, apa lagi? Mau tahu ya, aku pikir salahnya itu pas dia jatuh dari pos 3 aja, bukan pas dia salah arah di pos 9 πŸ˜‚. Tapi, aku juga berhati-hati, karena kebanyakan pendaki yang gagal sekarang pasti ada yang sengaja terjebak di sana. Aku rasa keluarga Syafiq harus lebih teliti lagi dengan situasi ini, dan bukan pasrah nggak. Mau tahu apa yang aku pikir? Mungkin dia masih bisa ditemukan lagi πŸ€”, tapi kalau tidak... mesti kita ambil pelajaran dari kejadian ini juga 😞.
 
gak bisa dipercaya, bro! si Syafiq benar-benar hilang di gunung Slamet 🀯. kan lagi-maga ini pasti salah. syafiq keren banget untuk mau mencoba hal baru, tapi karenanya gak ada teman yang ikut naik? dan jalur turun juga salah? apa lagi, bro! keberadaannya hingga akhirnya teman-temannya langsung menemukan dia di pos 9... πŸ™„. masih banyak yang mencari mandiri, tapi ini bisa berisiko banget, bro! jangan lagi-maga ya... 🀞
 
Makasih sama tim SAR nih, selama berhari-hari operasi pencarian itu terus dijalankan, tapi gampangnya tidak punya hasil. Saya rasa ini salah saat-saat pengejaran yang dilakukan Syafiq, dia harus lebih teliti dulu sebelum memulai turun dari puncak gunung. Semoga ditemukan Syafiq dengan selamat nih...
 
Kurang bisa dipercaya sih, nih. Si Syafiq itu naik gunung Slamet dan turun sendirian... apa sih strategi yang dia mainkan? Jalur yang salah juga sih, toh kurang cerdas banget sih...
 
Wah, apa kabar ituuu... pendakian nge-mencari Syafiq itu ternyata berantai. Siapa tahu apa yang terjadi dengerin nih... Semoga dia pulang aman dan sehat. Perbedaannya antara turun yang salah dan turun yang benar, itu bukannya salah paham kan? Mungkin dia butuh lebih banyak latihan atau persiapan sebelum mendaki gunung lagi. Dan siapa tahu ada hal lain yang terjadi, mungkin dia butuh bantuan yang lebih cepat...
 
Si Syafiq, dia anak muda yang gak sempurna aja, tapi gak perlu dihakimi. Mungkin dia salah pilih jalur, tapi apa yang terjadi kalau dia gak memiliki kemampuan untuk membaca topografis? Kalau dia nanti harus menghadapi kebenaran bahwa dia gak bisa, itu akan sangat berdampak pada dirinya. Saya rasa itu bukan tentang kegagalan, tapi tentang kesalahannya yang bisa dipelajari dan diubah.
 
Hmmm, apa yang bisa dipikirkan ya? Mereka naik gunung sama temannya, tapi malah sendirian ditemukan lemas di sini. Gak bisa salah aja jalur turunnya, kan? Tapi, gak perlu memikirkan hal ini terlalu serius. Kalau syarafnya tidak stabil, pasti akan ada yang keluar dari jalur... tapi, gak perlu memikirkan hal ini juga terlalu serius. Mereka relawan mandiri, kan? Mereka tahu apa yang mereka lakukan... ataukah?
 
Wahhh, kayaknya itu gangu banget kalian ya... Syafiq dan Himawan benar-benar berani mendaki gunung dalam sehari, tapi hasilnya nggak cerah sama sekali... Kenapa lagi orang-orang yang berani mencoba kegiatan pendakian tanpa memperhatikan hal-hal kecil seperti jalur yang tepat? Semoga Syafiq bisa pulih dengan cepat dan tidak ada kerusakan jangka panjang pada tubuhnya 🀞. Dan perlu diingat, pastikan kita semua selalu berhati-hati saat mencoba kegiatan pendakian atau olahraga lainnya...
 
Aku kira siapa pun yang ada di gunung pasti mau pulang ke rumah nih... tapi gue penasaran kenapa ada yang tetap berani cari temannya sendirian di tengah-tengah tekanan itu 🀯. Bau bawang goreng dari jarak faris gue lupa banget sih, sekarang aku penasaran apa yang terjadi padanya... mungkin ia juga salah tujuan seperti temannya πŸ™ƒ.
 
Makasih banget nih para relawan yang masih mencari Syafiq, tapi giliran mereka harus hati-hati aja, ya? Kadang-kadang kesalahan kecil bisa berakhir parah. Sepertinya Syafiq sudah lama hilang, aku khawatir dia tidak akan kembali. Jika ingin mencari Syafiq lagi, mungkin perlu diawasi lebih ketat oleh petugas SAR.
 
Oooh, apa kabar dari Syafiq, bro? Kalau dia nanti pulang dari pendakian itu, harusnya tidak ada masalah sama sekali 🀞. Tapi, kenapa harus jadi begitu serius? Pertama, dia sendirian di lokasi yang agak sulit akses, bukan mainan bermain petualangan sih πŸ™…β€β™‚οΈ. Kemudian, jalur turun yang dia gunakan ternyata salah, ini seperti kesalahan yang tidak perlu dulu πŸ€¦β€β™‚οΈ.

Dan kemaren ada saksi mata yang bilang dia lihat di sekitar Pos 3, tapi dia sendiri nanti hilang, bro! Ini seperti drama sih, gak perlu jadi begitu serius sama pendakian ini πŸ˜’. Mungkin harusnya lebih teliti dalam planning dan briefing dulu sebelum melakukan pendakian πŸ€”.

Dan yang paling berat, kalau dia tidak pulang... πŸ™ Semoga Syafiq selamat-selamat ya!
 
Gue pikir gini, kalau gue harus bisa membantu orang lain yang terluka kayaknya aku akan mencoba untuk membantunya, tapi sepertinya Syafiq nggak perlu banyak bantuan lagi, malah aku pikir dia harus lebih berhati-hati saat jalan di gunung, sih... [thinking face] πŸ€”
 
Oh gampang kayaknya si Syafiq jatuh dari tektok aja 😳. Saya pikir dia harus lebih berhati-hati kala ni, kalau bisa lagi berpacu dengan temannya. Jika aku ditembakin ke tektok gunung Slamet, saya akan panik juga 🀯. Tapi si Syafiq yang pintar aja kayaknya, jadi dia bisa selamat aja... tapi ternyata tidak πŸ˜”. Saya harap keluarganya dan relawan lainnya tidak terlalu stres dengan pencarian ini, tapi kalau masih mau mandiri lagi, saya pikir mereka harus lebih berhati-hati juga 🀝.
 
Mana ya.. kalau kayaknya sama-sama salah ngerjain jalur buat turun... sih syafiq gede banget jadi nggak bisa ngeluh deh... tapi kenapa lagi relawan yang mandiri... kalau nggak ada izin dari keluarga, apa-apa aja? kenapa lagi masalah ngerjain jalur...
 
Kasih sayang orang tuanya dan teman-temannya itu terus dipikirkan bersama-sama. Berapa juga lelahnya yang mencari adik mereka di tengah-tengah alam yang begitu keras dan ekstrem. Saya rasakan sedikit kesedihan membaca kabar ini, karena kasih sayang orang tua dan teman-teman Syafiq itu terlalu besar sekali. Semoga jodoh dengan keberadaannya yang masih ada di atas gunung itu bisa bertemu kembali dengan keluarga mereka dalam waktu yang cepat.
 
kembali
Top