Syafiq, anak muda kelas XII SMAN 5 Magelang yang menentukan diri sebagai pendaki gunung. Ia dan temannya Himawan Choidar Bahran pergi ke Gunung Slamet untuk melakukan pendakian pada Sabtu malam, tapi tidak kunjung menurun gunung seperti rencana. Dua hari kemudian mereka berdua masih berada di Gunung Slamet, dan akhirnya keduanya terpisah ketika Syafiq mencari bantuan.
Keluarga Syafiq memulai pencarian dirinya setelah ia tidak turun dari gunung pada Minggu malam, tapi sayangnya mereka gugup ketika mengetahui kehilangan kakinya di Pos 9 jalur Dipajaya. Sebelum hilang, ada dua saksi mata yang melihat Syafiq sedang berada di sekitar pos tersebut.
Pencarian tim SAR BASARNAS Pemalang dan relawan pun dilakukan untuk mencari adik mereka tapi hasilnya kurang optimal. Barulah pada Rabu petang, keberadaan Syafiq dinyatakan hilang. Operasi pencarian berakhir pada pukul 16:00 wib.
Dalam keterangannya, kakak Syafiq mengatakan bahwa adiknya tidak pernah memiliki rencana untuk mendaki Gunung Slamet.
Keluarga Syafiq memulai pencarian dirinya setelah ia tidak turun dari gunung pada Minggu malam, tapi sayangnya mereka gugup ketika mengetahui kehilangan kakinya di Pos 9 jalur Dipajaya. Sebelum hilang, ada dua saksi mata yang melihat Syafiq sedang berada di sekitar pos tersebut.
Pencarian tim SAR BASARNAS Pemalang dan relawan pun dilakukan untuk mencari adik mereka tapi hasilnya kurang optimal. Barulah pada Rabu petang, keberadaan Syafiq dinyatakan hilang. Operasi pencarian berakhir pada pukul 16:00 wib.
Dalam keterangannya, kakak Syafiq mengatakan bahwa adiknya tidak pernah memiliki rencana untuk mendaki Gunung Slamet.