Kronologi Syafiq Mendaki Gunung Slamet Hingga Dinyatakan Hilang

Syafiq, anak muda kelas XII SMAN 5 Magelang yang menentukan diri sebagai pendaki gunung. Ia dan temannya Himawan Choidar Bahran pergi ke Gunung Slamet untuk melakukan pendakian pada Sabtu malam, tapi tidak kunjung menurun gunung seperti rencana. Dua hari kemudian mereka berdua masih berada di Gunung Slamet, dan akhirnya keduanya terpisah ketika Syafiq mencari bantuan.

Keluarga Syafiq memulai pencarian dirinya setelah ia tidak turun dari gunung pada Minggu malam, tapi sayangnya mereka gugup ketika mengetahui kehilangan kakinya di Pos 9 jalur Dipajaya. Sebelum hilang, ada dua saksi mata yang melihat Syafiq sedang berada di sekitar pos tersebut.

Pencarian tim SAR BASARNAS Pemalang dan relawan pun dilakukan untuk mencari adik mereka tapi hasilnya kurang optimal. Barulah pada Rabu petang, keberadaan Syafiq dinyatakan hilang. Operasi pencarian berakhir pada pukul 16:00 wib.

Dalam keterangannya, kakak Syafiq mengatakan bahwa adiknya tidak pernah memiliki rencana untuk mendaki Gunung Slamet.
 
Gue penasaran sih cerita ini 😒. Gue suka banget dengan pendakian, tapi gue pikir harus ada tangan di pinggul gue ya. Syafiq itu kayaknya kurang berpengalaman, kalau tidak ada bantuan dari rekan-rekannya dan keluarganya, pasti gue jadi korban 😂. Tapi keren banget dia masih bisa terus mendaki meskipun kakinya hilang! Gue punya teman yang juga suka pendakian, tapi gue selalu bilang untuknya agar lebih berhati-hati seperti Syafiq 😅.
 
Makasih tuh yang hilang dia Syafiq. Ngejar news ini sehari-hari, tapi malah gak punya solusi apa-apa. Maukah kita duduk diam sementara adiknya berada di situ? Semua orangnya terus cari tahu, tapi kira-kira masih belum menemukan dia. Saya harap ya berhasil ditemukan nanti, biar gak ada yang merasa kesal atau marah.
 
gak sabar sama keselamatan syafiq! siapa tahu dia gak bisa keluar dari gunung itu sendiri, tapi kita harus mencoba cari dia ya... saya lihat kalau di pos 9 ada saksi mata yang melihat dia, mungkin mereka bisa membantu cari dia lebih cepat. kayaknya pihak SAR jg harus fokus lagi cari dia karena hasil pencariannya masih kurang optimal. sayangnya syafiq itu anak muda yang lucu dan gak sabar sama petualangannya...
 
Saya masih ingat masa lalu ketika pendakian gunung itu masih terasa adventure banget, tapi sekarang sama-sama membuat saya penasaran banget siapa yang bisa mendaki gunung tanpa rencana 🤔. Saya pikir yang penting adalah memiliki keterampilan dan keberanian untuk menghadapi kesulitan, tapi tidak perlu rencana yang terlalu matang ya? Semoga Syafiq aman dan segera turun dari gunung 😊.
 
Gunung Slamet lagi-lagi menjadi tempat tragedi 🌋. Saya rasanya terlalu sering melihat kejadian-kejadian seperti ini di Indonesia, padahal ada banyak gunung yang masih aman dan bisa dinikmati oleh pendaki 🏔️. Apalagi, anak-anak muda yang memiliki mimpi untuk mengejar keindahan alam harus lebih berhati-hati dan siap-siap sebelum melakukan perjalanan. Sayangnya, keluarga Syafiq sudah mulai merasa panik setelah kehilangan kakinya, saya harap operasi pencarian SAR BASARNAS berhasil menemukan adik Syafiq dengan selamat 💕.
 
Gue jangan paham kenapa anak muda itu mau gak ikut SAR ketika sudah terpisah dari teman2nya... tapi mungkin dia malah merasa tidak bisa pulang sendiri kan? Gue sendirinya punya anak yang juga suka adventure, tapi aku selalu bilang kepadanya agar jaga keselamatan dulu. Dan gue rasa ini bukanlah cerita tentang pendakian yang beres, tapi tentang kesalahan yang sering terjadi pada anak muda kita... 😕
 
Gue rasa gini gue terkejut banget, syafiq itu kayaknya serius banget untuk pendakian, tapi kemudian dia kalah ya... kenapa dia tidak perlu bawa alat yang tepat dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum naik gunung? ini cuma cerita nyata sih, gue takut banget kalau teman-temanku pun ikut terjebak seperti syafiq... semoga syafiq ditemukan dengan selamat, tapi kayaknya dia harus lebih berhati-hati dalam melakukan hal like ini nanti
 
Gue penasaran kenapa Syafiq dan temannya Himawan punya rencana untuk pendakian nih tanpa sih baca buku di atas gunung? Gue rasa perlu ada pendamping atau guide yang tepat nih, apalagi kalau kamu belum pernah berada di situ. Gue senang lihat keluarga Syafiq makin gugup setelah mengetahui kakinya hilang, tapi operasi pencarian harus semakin akurat sih, kan? Kalau ada saksi mata yang melihat Syafiq sedang berada di sekitar pos tersebut, kenapa lagi operasi pencarian tidak optimal? Gue harap adik Syafiq ditemukan dengan selamat aja. 😕
 
Gue pikir ini terlalu berisiko banget sih! Pendakian gunung itu nggak boleh dilakukan begitu saja, harus diawasi banyak dulu. Syafiq dan Himawan apa aja yang salah? Mereka lihat rencana apa saku sebelum pergi ke gunung? Mereka punya pengalaman pendakian sebelumnya? Gue berharap mereka baik-baik saja, tapi gue juga khawatir banget! Kenapa ada 2 saksi mata yang melihat Syafiq di sekitar pos tersebut tapi hasilnya masih kurang optimal? Apakah ada kesalahan dari SAR BASARNAS Pemalang dan relawan yang melakukan pencarian tim? Gue harap giliran mereka untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Syafiq! 🤞🏼
 
Gak bisa dipercaya banget sih! Pendakian itu kayak gila aja... siapa yang bilang ini dia nanti mau jatuh dari gunung? Syafiq sama Himawan, mereka siapa aja? Belum punya pekerjaan atau apa? Tapi sepertinya mereka penasaran terlalu banyak dengan gunung Slamet. Kakaknya bilang tidak ada rencana, tapi kayaknya mereka udah lama ngobrol soal itu. Bener-bener gara-gara pendakian itu sih? Atau mungkin hanya karena mereka penasaran dengar banyunya itu seru. Tapi malah bisa jelek aja...
 
Aku pikir kayak gake nih... Kakak Syafiq bilang kalau adiknya tidak punya rencana untuk mendaki gunung, tapi ada dua saksi mata yang melihat di sekitar pos 9, dan juga ada bukti bahwa kakak Syafiq lihat kehilangan kakinya itu, tapi apa lagi yang terjadi? Apa kayaknya yang salah dengan rencana pendakian itu? Aku rasa ada sesuatu yang tidak dipaparkan, mungkin ada yang ingin menutupi sesuatu...
 
Gue pikir pendakian gunung itu nggak boleh banget, terutama kalau gak ada pengalaman. Syafiq dan temannya Himawan kayaknya tidak siap sekali. Gue bingung kenapa kakinya hilang di pos 9, itu jarak apa aja? Gue rasanya kayaknya perlu diingat agar selalu menyesuaikan rencana dengan kondisi yang ada.
 
Gue rasa syarat pendakian gunung itu nggak dipahami banget dulu. Syafiq dan teman-temannya sih udah pergi ke gunung, tapi malu-malu ikut asal ketinggian bukannya? Gue pikir mereka sengaja ga punya rencana, kan? Tapi sekarang gue rasa penasaran lagi. Apa yang terjadi saat Syafiq mencari bantuan, sih? Dan kenapa pihak berwenang nggak bisa temukan dia dulu? Gue rasa harus ada kerja sama yang lebih baik antara SAR dan keluarga korban.
 
Kalau ngerasa nyaman banget sama pendakian, tapi kalau lama-lunnya tidak bisa turun gak ada masalah, kan? Syafiq ini bule-bule, kayaknya harus lebih berhati-hati deh... apalagi si kakaknya begitu khawatir. SAR BASARNAS Pemalang sama relawan-nya malah gagal mencari adik Syafiq, apa lagi kalau ada saksi mata yang melihat dia di sekitar Pos 9? Gw kira kayaknya mereka harus lebih siap dan terkoordinasi dulu, ya...
 
Gue penasaran sih apa yang terjadi dengannya. Ternyata gak ada rencana ya? Gue rasa itu salah strategi, kayaknya harus ada rencana sebelum jalan-jalan ke gunung aja. Tapi, gue juga paham kalau pendakian itu bukan cuma tentang ketebalan tubuh kita, tapi juga tentang mental kita. Kalau kakinya hilang, rasanya itu sangat berat banget. Gue harap dia bisa ditemukan cepatnya 😕🏔️
 
Loh ga keberadaan Syafiq gini apa? Ga bisa juga sih karena dia jujur banget kalau dia tidak punya rencana untuk mendaki gunung. Tapi siapa tahu kalau ada yang lihat dia berada di sekitar pos itu, tapi ternyata orang lain ga bisa lihat ya? Mungkin dia malah kecelakaan aja, tapi apa lagi yang bisa dilakukan sih? Mereka udah cari di sekeliling gitu, tapi hasilnya apa ya?
 
Maaf banget, aku salah lagi! Aku pikir pendakian bukan main-main, tapi aku juga pikir si Syafiq yang anak muda itu nggak usah khawatir karena ustadanya pasti punya pengetahuannya 🤦‍♂️. Tapi, aku lupa bahwa pendakian itu memang berisiko banget! Aku pikir kehilangan kakinya itu tidak bisa terjadi, tapi sayangnya itu jadi kenyataan 😱. Aku juga rasa keluarga Syafiq gugup, tapi aku pikir mereka harus lebih tenang dan nggak menyerah ⚠️. Yang pasti, operasi pencarian yang dilakukan tim SAR BASARNAS Pemalang itu perlu diulangi dengan lebih hati-hati dan terencana 🤝. Aku juga rasa si Syafiq tidak pernah bermaksud untuk menghabiskan hidupnya seperti ini 😔, tapi aku lupa apa yang akan dilakukan dia sekarang... 🤔
 
Si Syafiq kayaknya seru banget! Pendakian di gunung itu kayaknya tidak main-main, tapi dia gak punya rencana yang jelas. Kalau saksi mata melihat dia ada di sekitar pos 9, apa dia kembali ke tempat lain? Gue pikir dia mungkin lupa arah atau gak punya peta yang cukup. Nah, kayaknya keluarganya harus tetap sabar dan tunggu operasi pencarian berakhir.
 
Siapa dia nih yang ini? Syafiq itu anak muda aja dan belum pernah mencoba pendakian sebelumnya, tapi dia langsung pilih gunung Slamet yang paling berat! 🤯 Apa sih dia pikir? Ada yang bisa membantunya di situ? Keluarganya juga kurang cair dalam pencarian, nggak sapa sih ada yang bisa membantu mereka? Saya rasa ini bisa jadi kesempatan bagus untuk memberikan edukasi tentang keselamatan pendakian di kalangan anak muda.
 
kembali
Top