Syafiq, seorang remaja berusia 18 tahun yang menjadi korban kehilangan di Gunung Slamet, Jawa Tengah, baru-baru ini. Kronologi peristiwa menarik mengenai kehilangan Syafiq seperti ini adalah sebagai berikut.
Kronisitas kehilangan Syafiq dimulai sejak Minggu (28 Desember 2025) lalu ketika dia dan temannya, Himawan Choidar Bahran, kedua warga Magelang yang juga siswa kelas XII SMAN 5 Magelang, tiba di pos pendakian Dipajaya, Clekatakan, Pulosari, Pemalang. Mereka datang bersama dan melakukan registrasi pendakian.
Namun, ketika Minggu sore, kedua teman itu belum kembali ke base camp mereka, sehingga pihak pengelola base camp mengerahkan dua personel untuk melakukan pengecekan. Kedua teman ini ditemukan pada Senin, 29 Desember 2025. Hanya Himawan yang ditemukan di sekitar pos 9 jalur Dipajaya dengan luka dan lemas, tetapi Syafiq tidak ada di sana.
Dalam pertemuan dengan penulis artikel ini, kakak kandung Syafiq mengaku bahwa adiknya itu semula tidak ingin mendaki Gunung Sumbing.
Kronisitas kehilangan Syafiq dimulai sejak Minggu (28 Desember 2025) lalu ketika dia dan temannya, Himawan Choidar Bahran, kedua warga Magelang yang juga siswa kelas XII SMAN 5 Magelang, tiba di pos pendakian Dipajaya, Clekatakan, Pulosari, Pemalang. Mereka datang bersama dan melakukan registrasi pendakian.
Namun, ketika Minggu sore, kedua teman itu belum kembali ke base camp mereka, sehingga pihak pengelola base camp mengerahkan dua personel untuk melakukan pengecekan. Kedua teman ini ditemukan pada Senin, 29 Desember 2025. Hanya Himawan yang ditemukan di sekitar pos 9 jalur Dipajaya dengan luka dan lemas, tetapi Syafiq tidak ada di sana.
Dalam pertemuan dengan penulis artikel ini, kakak kandung Syafiq mengaku bahwa adiknya itu semula tidak ingin mendaki Gunung Sumbing.