Pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, terjadi di rumahnya di Kota Zintan, Libya. Menurut pengacara Saif, Marcel Ceccaldi dari Prancis, pembunuhan ini terjadi pada siang hari, tepat pukul 14.00 waktu setempat.
Menurut keterangan Abdulla Othman, penasihat politik Saif al-Islam, pria berusia 53 tahun itu tewas setelah diserang oleh empat orang komando di rumahnya. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut tentang peristiwa tersebut.
Tim Politik Saif al-Islam kemudian merilis pernyataan yang menyebut empat pria bertopeng menyerbu rumah tersebut dan membunuhnya. Menurut pernyataan itu, Saif al-Islam sempat melawan para penyerang.
Para pelaku mematikan kamera keamanan di rumah tersebut untuk menghilangkan jejak. Mantan Ketua Dewan Tinggi Negara Libya yang berbasis di Tripoli, Khaled al-Mishri, menyerukan penyelidikan yang mendesak dan transparan atas pembunuhan tersebut.
Saif al-Islam Gaddafi tidak pernah memegang jabatan resmi pemerintahan, namun sejak awal 2000-an hingga 2011 ia dipandang sebagai figur kunci dan orang nomor dua setelah ayahnya. Ia dilaporkan tewas di Libya pada Selasa (3/2/2026).
Menurut keterangan Abdulla Othman, penasihat politik Saif al-Islam, pria berusia 53 tahun itu tewas setelah diserang oleh empat orang komando di rumahnya. Namun, tidak ada informasi lebih lanjut tentang peristiwa tersebut.
Tim Politik Saif al-Islam kemudian merilis pernyataan yang menyebut empat pria bertopeng menyerbu rumah tersebut dan membunuhnya. Menurut pernyataan itu, Saif al-Islam sempat melawan para penyerang.
Para pelaku mematikan kamera keamanan di rumah tersebut untuk menghilangkan jejak. Mantan Ketua Dewan Tinggi Negara Libya yang berbasis di Tripoli, Khaled al-Mishri, menyerukan penyelidikan yang mendesak dan transparan atas pembunuhan tersebut.
Saif al-Islam Gaddafi tidak pernah memegang jabatan resmi pemerintahan, namun sejak awal 2000-an hingga 2011 ia dipandang sebagai figur kunci dan orang nomor dua setelah ayahnya. Ia dilaporkan tewas di Libya pada Selasa (3/2/2026).