Nabilla Aprillya, mantan kekasih Atta Halilintar yang dianiaya secara terus-menerus hingga diduga akan dibunuh. Jika memang benar, Nabilla mengaku telah menjadi korban penganiayaan yang tidak hanya berbentuk kekerasan fisik tetapi juga ancaman membahayakan keselamatan dirinya dan orang-orang terdekatnya.
Pada Rabu 28 Januari 2026, Nabilla Aprillya memperlihatkan kondisi fisiknya usai diduga menjadi korban penganiayaan. Dalam potret yang dibagikan di media sosial, ia tampak mengalami luka serius di beberapa bagian wajah, termasuk bercak kemerahan di area dahi dan memar berwarna ungu gelap di bawah mata. Kondisi bibirnya juga tampak pecah hingga mengeluarkan darah.
Menurut Nabilla, kasus yang dialaminya bukanlah peristiwa tunggal tetapi merupakan bagian dari kekerasan fisik yang dilalui selama bertahun-tahun. Ia mengaku telah berulang kali mencoba bersuara tentang kekerasan ini, namun tidak mendapatkan respons yang memadai.
"Ia mengaku telah berulang kali speak up semua di heningkan," tulis Nabilla Aprillya, mengutip unggahan Instagram @gosip_danu, Rabu 28 Januari 2026.
Pengakuan Nabilla ini membuat publik khawatir tentang keselamatan dirinya dan orang-orang terdekatnya. Ia menyebut bahwa teror yang dialami tidak hanya berbentuk kekerasan fisik tetapi juga mencakup ancaman membahayakan keselamatannya, bahkan mengancam dibunuh.
"Nabilla mengaku telah mengamankan berbagai bukti yang dimilikinya sebagai bentuk perlindungan jika sesuatu terjadi padanya," menurut sumber VIVA.
Pada Rabu 28 Januari 2026, Nabilla Aprillya memperlihatkan kondisi fisiknya usai diduga menjadi korban penganiayaan. Dalam potret yang dibagikan di media sosial, ia tampak mengalami luka serius di beberapa bagian wajah, termasuk bercak kemerahan di area dahi dan memar berwarna ungu gelap di bawah mata. Kondisi bibirnya juga tampak pecah hingga mengeluarkan darah.
Menurut Nabilla, kasus yang dialaminya bukanlah peristiwa tunggal tetapi merupakan bagian dari kekerasan fisik yang dilalui selama bertahun-tahun. Ia mengaku telah berulang kali mencoba bersuara tentang kekerasan ini, namun tidak mendapatkan respons yang memadai.
"Ia mengaku telah berulang kali speak up semua di heningkan," tulis Nabilla Aprillya, mengutip unggahan Instagram @gosip_danu, Rabu 28 Januari 2026.
Pengakuan Nabilla ini membuat publik khawatir tentang keselamatan dirinya dan orang-orang terdekatnya. Ia menyebut bahwa teror yang dialami tidak hanya berbentuk kekerasan fisik tetapi juga mencakup ancaman membahayakan keselamatannya, bahkan mengancam dibunuh.
"Nabilla mengaku telah mengamankan berbagai bukti yang dimilikinya sebagai bentuk perlindungan jika sesuatu terjadi padanya," menurut sumber VIVA.