Dalam kasus penjahatan seksual di Amerika Serikat, mantan pemilik sejumlah perusahaan dan aset kaya raya, Jeffrey Epstein, menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana ia dapat menghindari hukuman yang berat.
Pada tahun 2005, polisi Palm Beach, Florida, memulai penyelidikan terhadapnya setelah keluarga seorang gadis berusia 14 tahun melaporkan bahwa ia dilecehkan di rumah Epstein. Dari hasil penyelidikan, ditemukan foto-foto remaja perempuan di seluruh properti yang dimiliki oleh Epstein. Beberapa korban kemudian mengatakan bahwa Epstein menyewa mereka untuk memberikan pijat seksual.
Pada tahun 2006, otoritas Florida menandatangani dokumen untuk menuntut Epstein atas beberapa tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Namun, jaksa setempat mengirim kasus ini ke grand jury (dewan juri yang menentukan apakah bukti cukup untuk mengajukan dakwaan resmi).
Epstein kemudian didakwa atas satu tuduhan meminta prostitusi dan ditangkap, di mana FBI memulai penyelidikan federal. Tuduhan ringan ini memicu kritik publik dan tuduhan perlakuan istimewa, meski klaim tersebut kemudian dibantah oleh polisi setempat.
Setelah itu, tim pengacaranya melakukan negosiasi dengan Jaksa AS Alexander Acosta untuk mencapai kesepakatan pengakuan bersalah. Akhirnya, pada Juni 2008, Epstein mengaku bersalah atas tuduhan negara bagian dan dijatuhi hukuman 18 bulan, di mana sebagian menjalani program kerja-lepas yang memungkinkannya bekerja di luar penjara selama hari kerja.
Setelah dibebaskan pada Juli 2009, Epstein menghadapi tuduhan dari beberapa wanita yang mengaku menjadi korban. Mereka juga berusaha membatalkan kesepakatan pengakuan bersalah federalnya. Salah satu korban menuduh bahwa Epstein dan Ghislaine Maxwell mengatur pertemuan seksualnya dengan tokoh-tokoh kaya dan terkenal, termasuk Pangeran Andrew dari Inggris.
Pada November 2018, Miami Herald menerbitkan laporan investigatif yang menyoroti peran Alexander Acosta dalam kesepakatan pengakuan bersalah Epstein, memicu perhatian publik kembali terhadap kasus ini.
Setelah itu, pada 6 Juli 2019, Epstein ditangkap di New York atas tuduhan perdagangan seks anak-anak, terkait pelecehan yang terjadi di rumahnya di Florida dan New York. Ia ditolak jaminan.
Tapi, yang lebih mengguncang hati adalah ketika Pangerang Andrew dijadakan sebagai pelaku dalam kasus yang sama.
10 Agustus 2019, Epstein ditemukan meninggal di selanya. Investigasi resmi menyatakan ia bunuh diri.
Pada tahun 2005, polisi Palm Beach, Florida, memulai penyelidikan terhadapnya setelah keluarga seorang gadis berusia 14 tahun melaporkan bahwa ia dilecehkan di rumah Epstein. Dari hasil penyelidikan, ditemukan foto-foto remaja perempuan di seluruh properti yang dimiliki oleh Epstein. Beberapa korban kemudian mengatakan bahwa Epstein menyewa mereka untuk memberikan pijat seksual.
Pada tahun 2006, otoritas Florida menandatangani dokumen untuk menuntut Epstein atas beberapa tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Namun, jaksa setempat mengirim kasus ini ke grand jury (dewan juri yang menentukan apakah bukti cukup untuk mengajukan dakwaan resmi).
Epstein kemudian didakwa atas satu tuduhan meminta prostitusi dan ditangkap, di mana FBI memulai penyelidikan federal. Tuduhan ringan ini memicu kritik publik dan tuduhan perlakuan istimewa, meski klaim tersebut kemudian dibantah oleh polisi setempat.
Setelah itu, tim pengacaranya melakukan negosiasi dengan Jaksa AS Alexander Acosta untuk mencapai kesepakatan pengakuan bersalah. Akhirnya, pada Juni 2008, Epstein mengaku bersalah atas tuduhan negara bagian dan dijatuhi hukuman 18 bulan, di mana sebagian menjalani program kerja-lepas yang memungkinkannya bekerja di luar penjara selama hari kerja.
Setelah dibebaskan pada Juli 2009, Epstein menghadapi tuduhan dari beberapa wanita yang mengaku menjadi korban. Mereka juga berusaha membatalkan kesepakatan pengakuan bersalah federalnya. Salah satu korban menuduh bahwa Epstein dan Ghislaine Maxwell mengatur pertemuan seksualnya dengan tokoh-tokoh kaya dan terkenal, termasuk Pangeran Andrew dari Inggris.
Pada November 2018, Miami Herald menerbitkan laporan investigatif yang menyoroti peran Alexander Acosta dalam kesepakatan pengakuan bersalah Epstein, memicu perhatian publik kembali terhadap kasus ini.
Setelah itu, pada 6 Juli 2019, Epstein ditangkap di New York atas tuduhan perdagangan seks anak-anak, terkait pelecehan yang terjadi di rumahnya di Florida dan New York. Ia ditolak jaminan.
Tapi, yang lebih mengguncang hati adalah ketika Pangerang Andrew dijadakan sebagai pelaku dalam kasus yang sama.
10 Agustus 2019, Epstein ditemukan meninggal di selanya. Investigasi resmi menyatakan ia bunuh diri.