Kronologi Kasus Emas Digital China: Investor Tak Bisa Jual Aset
Dalam skandal emas digital yang menghebohkan Shenzhen, China, ratusan investor berhasil menuntut pencairan dana dan aset yang mereka investasikan pada perusahaan investasi emas digital, Jie Wo Rui. Pemerintah distrik Luohu di Shenzhen segera membentuk satuan tugas khusus untuk menangani kasus ini.
Pada awalnya, platform investasi kecil dan menengah di China memanfaatkan euforia pasar dengan memasarkan produk investasi emas digital melalui platform online dan media sosial. Mereka sering kali menyertakan janji keuntungan cepat yang menarik minat investor ritel biasa yang minim pengalaman investasi.
Arus masuk dana yang besar membuat bisnis mereka berkembang pesat dalam waktu singkat. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, banyak platform tidak memiliki kesiapan likuiditas yang memadai. Ketika para investor secara bersamaan mencoba menarik dana dan emas mereka, perusahaan-perusahaan ini kesulitan memenuhi kewajiban, sehingga memicu masalah serius dan kepanikan di kalangan investor.
Total dana yang tertahan di Jie Wo Rui dikabarkan mencapai Rp32 triliun. Para investor yang merasa ada kesalahan dalam investasi mereka langsung mendatangi kantor perusahaan untuk melakukan penarikan dana atau meminta penjelasan dari pihak terkait.
Kondisi ini kemudian menimbulkan kepanikan dan kemarahan para investor, dengan beberapa di antara mereka membawa anak dan anggota keluarga. Pemilik perusahaan juga sulit dihubungi, sehingga menambah kekhawatiran publik.
Pemerintah China segera mengambil tindakan untuk memfasilitasi proses pengembalian dana kepada investor. Meskipun manajemen perusahaan masih berada di tempat dan berkomunikasi dengan para investor. Skandal emas digital ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan investasi dan kecukupan aset yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan investasi.
Dalam skandal emas digital yang menghebohkan Shenzhen, China, ratusan investor berhasil menuntut pencairan dana dan aset yang mereka investasikan pada perusahaan investasi emas digital, Jie Wo Rui. Pemerintah distrik Luohu di Shenzhen segera membentuk satuan tugas khusus untuk menangani kasus ini.
Pada awalnya, platform investasi kecil dan menengah di China memanfaatkan euforia pasar dengan memasarkan produk investasi emas digital melalui platform online dan media sosial. Mereka sering kali menyertakan janji keuntungan cepat yang menarik minat investor ritel biasa yang minim pengalaman investasi.
Arus masuk dana yang besar membuat bisnis mereka berkembang pesat dalam waktu singkat. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, banyak platform tidak memiliki kesiapan likuiditas yang memadai. Ketika para investor secara bersamaan mencoba menarik dana dan emas mereka, perusahaan-perusahaan ini kesulitan memenuhi kewajiban, sehingga memicu masalah serius dan kepanikan di kalangan investor.
Total dana yang tertahan di Jie Wo Rui dikabarkan mencapai Rp32 triliun. Para investor yang merasa ada kesalahan dalam investasi mereka langsung mendatangi kantor perusahaan untuk melakukan penarikan dana atau meminta penjelasan dari pihak terkait.
Kondisi ini kemudian menimbulkan kepanikan dan kemarahan para investor, dengan beberapa di antara mereka membawa anak dan anggota keluarga. Pemilik perusahaan juga sulit dihubungi, sehingga menambah kekhawatiran publik.
Pemerintah China segera mengambil tindakan untuk memfasilitasi proses pengembalian dana kepada investor. Meskipun manajemen perusahaan masih berada di tempat dan berkomunikasi dengan para investor. Skandal emas digital ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan investasi dan kecukupan aset yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan investasi.