Di Tenggara China, perusahaan investasi emas digital Jie Wo Rui mengalami krisis yang membuat ratusan investor kepanikan dan menghadang langsung kantor mereka.
Dalam lonjakan minat terhadap emas karena tren harganya yang naik, platform investasi kecil dan menengah di China berperan besar dengan memanfaatkan euforia pasar. Mereka memasarkan produk investasi emas digital melalui platform online dan media sosial. Mereka sering kali menyertakan janji keuntungan cepat yang menarik minat investor ritel biasa yang minimal pengalaman investasi.
Arus masuk dana yang besar membuat bisnis mereka berkembang pesat dalam waktu singkat. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, banyak platform tidak memiliki kesiapan likuiditas yang memadai.
Ketika para investor secara bersamaan mencoba menarik dana dan emas mereka, perusahaan-perusahaan ini kesulitan memenuhi kewajiban, sehingga memicu masalah serius dan kepanikan di kalangan investor.
Perusahaan Jie Wo Rui dikabarkan tidak mampu memenuhi permintaan pencairan dana secara penuh, sehingga memicu kepanikan dan kemarahan para investor mulai 20 Januari 2026.
Para investor yang merasa jika ada yang tidak beres dalam investasi emas digital milik mereka langsung mendatangi kantor Jie Wo Rui untuk melakukan penarikan dana langsung atau meminta penjelasan dari pihak terkait. Mereka datang dari berbagai kota di China, bahkan membawa anak dan anggota keluarga yang menunjukkan betapa serius dan mendesaknya situasi tersebut bagi para investor.
Ketegangan pun meningkat hingga berujung pada kericuhan dan bentrokan kecil dengan aparat kepolisian. Muncul dugaan hal ini dipicu karena adanya masalah serius di internal perusahaan. Selain dana investor yang dilaporkan tidak dapat ditarik, akun media sosial perusahaan secara tiba-tiba juga dihapus dan pihak manajemen tidak memberikan respons terhadap panggilan media.
Selain itu, pemilik perusahaan juga sulit dihubungi, sehingga menambah kekhawatiran publik. Kondisi ini juga memicu dugaan bahwa dana investor kemungkinan telah diputar ulang untuk menutup kewajiban lain, atau bahwa sebenarnya aset emas yang seharusnya ada bentuk fisiknya, tidak sepenuhnya tersedia sebagaimana dijanjikan.
Pemerintah China terhadap skandal ini segera menarik perhatian. Pemerintah distrik Luohu di Shenzhen membentuk satuan tugas khusus untuk menangani kasus ini dengan mengawasi langsung operasional perusahaan, memeriksa klaim para investor, serta menelusuri keberadaan dan kecukupan aset yang dimiliki.
Dalam lonjakan minat terhadap emas karena tren harganya yang naik, platform investasi kecil dan menengah di China berperan besar dengan memanfaatkan euforia pasar. Mereka memasarkan produk investasi emas digital melalui platform online dan media sosial. Mereka sering kali menyertakan janji keuntungan cepat yang menarik minat investor ritel biasa yang minimal pengalaman investasi.
Arus masuk dana yang besar membuat bisnis mereka berkembang pesat dalam waktu singkat. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, banyak platform tidak memiliki kesiapan likuiditas yang memadai.
Ketika para investor secara bersamaan mencoba menarik dana dan emas mereka, perusahaan-perusahaan ini kesulitan memenuhi kewajiban, sehingga memicu masalah serius dan kepanikan di kalangan investor.
Perusahaan Jie Wo Rui dikabarkan tidak mampu memenuhi permintaan pencairan dana secara penuh, sehingga memicu kepanikan dan kemarahan para investor mulai 20 Januari 2026.
Para investor yang merasa jika ada yang tidak beres dalam investasi emas digital milik mereka langsung mendatangi kantor Jie Wo Rui untuk melakukan penarikan dana langsung atau meminta penjelasan dari pihak terkait. Mereka datang dari berbagai kota di China, bahkan membawa anak dan anggota keluarga yang menunjukkan betapa serius dan mendesaknya situasi tersebut bagi para investor.
Ketegangan pun meningkat hingga berujung pada kericuhan dan bentrokan kecil dengan aparat kepolisian. Muncul dugaan hal ini dipicu karena adanya masalah serius di internal perusahaan. Selain dana investor yang dilaporkan tidak dapat ditarik, akun media sosial perusahaan secara tiba-tiba juga dihapus dan pihak manajemen tidak memberikan respons terhadap panggilan media.
Selain itu, pemilik perusahaan juga sulit dihubungi, sehingga menambah kekhawatiran publik. Kondisi ini juga memicu dugaan bahwa dana investor kemungkinan telah diputar ulang untuk menutup kewajiban lain, atau bahwa sebenarnya aset emas yang seharusnya ada bentuk fisiknya, tidak sepenuhnya tersedia sebagaimana dijanjikan.
Pemerintah China terhadap skandal ini segera menarik perhatian. Pemerintah distrik Luohu di Shenzhen membentuk satuan tugas khusus untuk menangani kasus ini dengan mengawasi langsung operasional perusahaan, memeriksa klaim para investor, serta menelusuri keberadaan dan kecukupan aset yang dimiliki.