Krisis Pasar Kerja Berlapis Buka Celah Maraknya Job Scam

Berdasarkan informasi diatas, Krisis Pasar Kerja Berlapis membuka celah maraknya job scam. Pada bulan Agustus 2025, jumlah tenaga kerja yang tidak bekerja dan tidak mencari kerja karena putus asa meningkat hingga 1,87 juta orang. Mereka dijanjikan pekerjaan dengan sistem komisi yang menjanjikan bayaran fantastis, tetapi sebenarnya adalah penipuan.

Peneliti ketenagakerjaan Arif Novianto menyatakan bahwa fenomena ini merupakan irisan dari tiga faktor: rapuhnya pasar kerja, lemahnya pengawasan digital, dan rendahnya perlindungan institusional bagi pencari kerja. Data Sakernas BPS menunjukkan sekitar 58 persen pekerja di Indonesia masih berada di sektor informal.

Kasus serupa juga dialami Retna atau yang akrab disapa Nana. Nana tertipu oleh tawaran kerja dengan sistem komisi yang ditemuinya melalui pesan langsung (DM) di TikTok. Setelah beberapa kali transfer, dia menelusuri informasi dan menyadari bahwa akun serta admin yang berkomunikasi dengannya merupakan penipu.

Pada tahap awal, Nana berhasil menyelesaikan beberapa misi dan menerima komisi tanpa kendala. Namun, ketika dia melaporkan kehabisan saldo, pelaku mengarahkan Nana untuk mengisi saldo menggunakan uang pribadi. Tergiur oleh komisi besar, Nana akhirnya mentransfer Rp150 ribu ke rekening yang diberikan.

Meningkatnya <i>job scam</i> juga mencerminkan keputusasaan pencari kerja. Tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dinilai menjadi faktor utama, sementara rendahnya literasi digital berperan sebagai penguat risiko.

Fenomena ini juga menimpa kelompok yang berada di posisi paling rentan, seperti usia muda, lulusan baru, pencari kerja tingkat awal, serta pekerja informal dan lepas. Mereka dijanjikan pekerjaan dengan sistem komisi yang menjanjikan bayaran fantastis, tetapi sebenarnya adalah penipuan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi ini relatif stagnan. Data BPS menunjukkan sekitar 58 persen pekerja di Indonesia masih berada di sektor informal—termasuk usaha mikro, pedagang kecil, dan buruh lepas. Sementara itu, pekerja formal baru mencakup sekitar 42 persen dari total tenaga kerja.

Pihak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) belum memberikan tanggapan resmi tentang kasus ini. Namun, pihak Kemnaker diperlukan untuk menangani praktik penipuan lowongan kerja dan mengembangkan strategi untuk mencegahnya terjadi di masa depan.
 
Aku rasa sistem ini memang sangat tidak adil banget, tapi aku juga ragu-ragu tentang bagaimana cara solusinya. Aku tahu ada yang bilang bahwa pihak government harus mengembangkan program-program yang lebih baik untuk mendukung pencari kerja, tapi aku khawatir itu nggak cukup karena ada banyak faktor yang membuat orang tertipu dengan job scam. Bisa jadi kita perlu juga meningkatkan kesadaran akan bahaya ini dan bagaimana cara menghindarinya. Aku yakin pihak Kemnaker sudah sibuk, tapi aku harap mereka bisa menangani kasus-kasus seperti ini agar orang tidak terjebak lagi.
 
Kasus job scam memang makin seru, gini cara orang bikin korban ke dalam tangan mereka 🤦‍♂️. Saya ingat saatku masih belajar di SMA, kayaknya ada lowongan kerja yang bikin semakin bersemangat kita, tapi ternyata adalah penipuan 💸. Sekarang lagi kasus Retna, nana itu benar-benar tertipu 😂. Dan siapa yang tak kenal dengan fenomena ini? 58 persen pekerja di Indonesia masih berada di sektor informal, itu kayaknya semakin bikin kita kesulitan menemukan pekerjaan yang stabil 🤯. Kementerian Ketenagakerjaan harus ngambil tindakan serius untuk mencegah job scam ini terus berlanjut 💪.
 
Saya rasa fenomena job scam itu gampang dibayangi aksi-aksi kriminal lainnya, karena banyak yang sudah terbiasa dengan cara-kara tersebut 🤷‍♂️. Jika kita serius ingin mengatasi masalah ini, mungkin kita harus mulai dari pendidikan digital yang lebih baik untuk anak-anak muda, supaya mereka bisa menjernih pikiran dan tidak tergiur dengan tawaran yang terlalu mudah 📊.
 
Aku rasa kalau kita lihat dari keadaan Nana, dia benar-benar terjebak dalam situasi yang salah. Dia mau terus berharap dan mencari harapan, tapi sebenarnya dia harus fokus pada dirinya sendiri dulu. Bayangin kalau jika kita tidak sadar akan risiko dan potensi penipuan seperti ini, maka bagaimana caranya kita bisa melindungi diri sendiri? Kita harus terus belajar tentang teknologi digital dan cara-cara untuk mendeteksi kecurangan. Jangan pernah takut untuk meminta bantuan dari orang lain jika kita merasa tidak bisa lagi sendirian.
 
ya kayaknya krisis pasar kerja berlapis membuat banyak orang jatuh ke job scam 🤦‍♂️. aku pikir salah satu masalahnya adalah karena banyak orang yang tidak memiliki kemampuan digital yang baik, sehingga sulit untuk membedakan antara lowongan kerja asli dan palsu. sementara itu, pihak Kemnaker harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi praktik penipuan ini 🚨. mungkin juga perlu ada kesadaran yang lebih baik tentang bahaya job scam di kalangan masyarakat, agar orang-orang tidak tergoda oleh janji-janji yang menjanjikan bayaran fantastis tanpa harus bekerja keras 💸.
 
Wah betapa triliunan orang Indonesia yang kehilangan uang karena job scam, kan? Ini karena tidak ada aturan yang jelas banget soal digital, sehingga siapa saja bisa membuat akun palsu dan menipu orang lain 🤦‍♂️. Saya pikir kita harus meningkatkan kesadaran mengenai hal ini, terutama bagi usia muda dan lulusan baru yang belum banyak berpengalaman dalam dunia kerja.

Dan, siapa yang bilang bahwa pekerja informal tidak akan menjadi korban job scam? Karena mereka sudah di sektor informal, membuat perubahan ini nggak mudah banget 🤔. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan perlindungan bagi mereka dan juga pihak Kemnaker harus lebih proaktif dalam menangani praktik penipuan lowongan kerja.

Tapi, saya pikir solusi utama dari ini adalah meningkatkan literasi digital dan kesadaran mengenai bahaya job scam. Kita perlu mempelajari bagaimana cara melindungi diri sendiri dari penipu dan juga bagaimana membuat akun yang aman 📈.
 
Dulu aku juga tertipu sama hal ini, aku punya teman yang kehilangan uang banyak karena 'kerja' yang palsu 😅. Aku rasa salah satu faktornya adalah ketika kita masih belajar, kita kurang mengenal tentang online safety dan bagaimana cara mendeteksi penipuan. Sekarang aku lebih bijak, aku selalu memeriksa review dari orang lain sebelum melakukan sesuatu yang baru. Aku rasa pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan harus bekerja sama untuk memberikan edukasi yang baik tentang online safety, agar kita tidak jatuh ke 'job scam' lagi 🙏.
 
ini fenomena job scam bikin banyak korban 🤦‍♂️. pas bukan cuma karena sistem komisi yang jujur, tapi juga karena pencari kerja yang lemah dan tidak peduli dengan keamanan online. perlu kita fokus mengembangkan literasi digital dan meningkatkan kesadaran akan bahaya job scam. pihak pemerintah juga harus membuat kebijakan yang lebih ketat untuk mencegah praktik penipuan ini. kalau tidak, banyak lagi korban seperti Nana yang harus merasakan dampaknya 😞.
 
Gue pikir kalau kita harus mengatasi masalah ini, gue rasa kita bisa mulai dari berbagi informasi yang benar tentang lowongan kerja nih. Jangan sekali-kali kita mau dipikat oleh tawaran kerja yang terlalu mudah ya!

Gue suka banget menggunakan alat bantu online seperti Google dan LinkedIn untuk mencari informasi tentang kerjaan yang benar-benar ada dan tidak ada penipu. Kita juga bisa menjadi pengamat online dan siap-siap apabila kita melihat lowongan kerja palsu

Gue punya ide, kita bisa membuat konten pendidikan yang menyebarluas di media sosial untuk mengatasi masalah ini. Misalnya kita bikin tutorial cara memeriksa kebenaran lowongan kerja dan bagaimana cara tidak jatuh menjadi korban penipu

Gue percaya bahwa dengan bekerja sama, kita bisa menghentikan penipuan lowongan kerja dan membantu orang-orang yang sedang membutuhkan bantuan.
 
🤔 Aku pikir kalau kerja sama lembaga pendidikan dengan platform online bisa jadi solusi besar deh! Misalnya, ada program yang membuat lulusan baru bisa mendapatkan training digital dan kerja sama dengan platform seperti Upwork atau Freelancer untuk mempermudah pencari kerja. Itu akan lebih baik dari kalau ada adegan "pekerja lepas" yang harus ngomong untuk bisa hidup. 📈
 
aku rasa kalau gini keren banget sama sistem komisi yang ditawarkan, tapi ternyata sih adalah penipu 🤑. aku pikir itu cara yang lucu bagai pencari kerja jadi korban, tapi nyatanya bukan ya. saya pikir penting pemerintah memperhatikan masalah ini dan memberikan solusi yang tepat agar pencari kerja tidak terjebak lagi dalam sistem penipuan seperti ini 🤦‍♂️.
 
Gue pikir aku paling kritis dengan fenomena job scam ini ya, rasanya sangat memprihatinkan banget kalau orang Indonesia dijanjikan pekerjaan tapi ternyata bukan benar. Aku rasa faktor utama adalah ketidaksaan pencari kerja mencari informasi yang akurat tentang lowongan kerja dan sistem komisi yang bebas. Gue pikir kita harus lebih sengaja memeriksa hal ini sebelum menyerah pada tawaran yang terlalu mudah 🤑. Aku juga rasa pihak kemnaker harus berkomunikasi lebih efektif dengan masyarakat dan memberikan edukasi yang lebih baik tentang bagaimana cara menghindari penipuan lowongan kerja ini ya, jadi kita semua tidak terjebak lagi dalam situasi seperti ini 😩.
 
aya pikir makin serius gini keselamatan online kita 🚨. aku juga nggak bisa percaya kalau ada orang yang tertipu dengan job scam, apalagi kalau mereka anak muda yang belum punya pengalaman kerja banyak 😱. aku rasa kita harus lebih waspada dan pintar dalam mencari informasi sebelum kita menerima lowongan kerja apa pun, bahkan jika itu dari sumber yang tidak jelas 🤔.

dan aku juga nggak sabar banget kalau pemerintah bisa membuat program untuk melindungi pekerja informal dan lepas dari penipuan seperti ini 💼. mereka memang sudah sangat berat beban karena harus mencari nafkah dengan cara apa pun, jadi kita harus lebih peduli dengan keamanan mereka 🤗.

tidak ada alasan lagi kenapa kita harus ragu-ragu untuk menerima lowongan kerja yang tidak jelas, apalagi kalau itu dari sumber online yang tidak terpercaya 🚫. kita harus menjadi lebih pintar dan waspada dalam mencari informasi sebelum kita membuat keputusan besar 💡.
 
kembali
Top