Pasar kerja di Indonesia yang terus berlapis menimbulkan maraknya penipuan lowongan kerja. Kisah cedera Gina dan Nana menjadi tanda-tanda nyata dari fenomena ini, dan sebenarnya tidak hanya menitikmati pengalaman pahit para korban saja.
Dari sisi data dan analisis, Indonesia telah tercatat sebagai negara dengan kasus penipuan lowongan kerja tertinggi di Asia Pasifik. Sejarah ini memang dapat ditemukan dalam berbagai laporan yang menjelaskan potensi besar penipu di platform online yang digunakan oleh banyak masyarakat untuk mencari dan membuka pekerjaan.
Berdasarkan data yang dirilis KBRI Phnom Penh, sepanjang Januari–Februari 2025, mereka telah menangani 841 kasus WNI bermasalah. Angka ini merupakan rekor dan meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam hal Indonesia sendiri, fenomena penipuan lowongan kerja di Indonesia juga menjadi perhatian serius Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Pada laporan yang diterbitkan di tahun 2024, kemlu tersebut menyebut Indonesia memiliki kontribusi sekitar 38 persen dari total upaya penipuan di Asia Pasifik.
Sangat disadari, tidak hanya kasus-kasus seperti yang dialami Gina dan Nana saja. Namun, banyak lagi korban yang menitikmati pengalaman kesulitan ini dan menghadapi kekurangan kebijakan ketenagakerjaan yang terbaik untuk diimproves.
Dengan demikian, tidak hanya perlu adanya pola penipuan yang harus dibahas dan diatasi. Pada saat-saat ini, kualitas pengawasan, edukasi masyarakat, serta kebijakan yang melindungi para pekerja juga sangat disadari untuk ditambahkan agar tidak ada lagi korban terjebak dalam permainan penipuan ini.
Dari sisi data dan analisis, Indonesia telah tercatat sebagai negara dengan kasus penipuan lowongan kerja tertinggi di Asia Pasifik. Sejarah ini memang dapat ditemukan dalam berbagai laporan yang menjelaskan potensi besar penipu di platform online yang digunakan oleh banyak masyarakat untuk mencari dan membuka pekerjaan.
Berdasarkan data yang dirilis KBRI Phnom Penh, sepanjang Januari–Februari 2025, mereka telah menangani 841 kasus WNI bermasalah. Angka ini merupakan rekor dan meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam hal Indonesia sendiri, fenomena penipuan lowongan kerja di Indonesia juga menjadi perhatian serius Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Pada laporan yang diterbitkan di tahun 2024, kemlu tersebut menyebut Indonesia memiliki kontribusi sekitar 38 persen dari total upaya penipuan di Asia Pasifik.
Sangat disadari, tidak hanya kasus-kasus seperti yang dialami Gina dan Nana saja. Namun, banyak lagi korban yang menitikmati pengalaman kesulitan ini dan menghadapi kekurangan kebijakan ketenagakerjaan yang terbaik untuk diimproves.
Dengan demikian, tidak hanya perlu adanya pola penipuan yang harus dibahas dan diatasi. Pada saat-saat ini, kualitas pengawasan, edukasi masyarakat, serta kebijakan yang melindungi para pekerja juga sangat disadari untuk ditambahkan agar tidak ada lagi korban terjebak dalam permainan penipuan ini.