KPK Usut Pengadaan Digitalisasi SPBU ke Ketua DPP Hiswana Migas

KPK Usut Pengadaan Digitalisasi SPBU, Bisa Menjadi Korupsi?

Kemarin (6/1/2026), Juru Bicara KPK mempernyatakan bahwa Ketua DPP Hiswana Migas, Rachmad Muhamdiyah, telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait digitalisasi SPBU Pertamina 2018-2023.

Pada kesempatan ini, KPK melakukan pemeriksaan terhadap Rachmad di Gedung Merah Putih KPK. Penyidik mendalami pengetahuan Rachmad terkait proses dan tahapan terkait dengan pengadaan digitalisasi di SPBU Pertamina.

Namun, masih belum diketahui siapa yang ditentukan sebagai tersangka dalam kasus ini. Hanya diketahui bahwa salah satu dari tersangkanya adalah mantan Direktur Utama PT Pasific Cipta Solusi (PCS) Elvizar, yang juga merupakan tersangka dalam kasus pengadaan mesin EDC di BRI.

KPK mengatakan telah duga terjadi pengondisian terkait pengadaan mesin EDC dalam perkara ini. Oleh karena itu, penyidik melakukan pengecekan kesesuaian fungsi dan harga dari mesin-mesin EDC yang berkaitan dengan digitalisasi SPBU Pertamina.

Sementara itu, di luar kasus digitalisasi SPBU, Elvizar juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan mesin EDC di BRI.
 
🤔 kayak gue pikir kalau kPK udah capek sama kriminalitas di Indonesia deh, tapi ternyata masih ada yang bisa digaduh... 🙄 pihak KPK sengaja mengejar Rachmad karena apa? coba aja cari bukti yang jelas sih, gak perlu bawa penjuru dan sepotong kayu untuk bukti korupsi. 💡 kalo sudah bisa ngadauh rachmad, apa artinya kalau ada orang lain yang juga udah digaduh? 🤷‍♂️
 
Hmmppp 🤔 kayaknya ini gampang banget kalian bisa korup sih... Rachmad Muhamdiyah, mantan Direktur Utama PCS, sekarang harus jawab soal apa yang terjadi dengannya terkait digitalisasi SPBU Pertamina. Tapi siapa sih yang ditentukan sebagai tersangka? Hmm... kayaknya ini kembali lagi ke keterlibatan Elvizar, mantan Direktur Utama PCS yang sama-sama ditetapkan sebagai tersangka di kasus pengadaan mesin EDC di BRI. 😒
 
Makasih kabar ini... tapi apa yang terjadi dengan dugaan korupsi? KPK sinyal ada masalah, tapi siapa yang benar-benar bertanggung jawab? Elvizar ini, mantan Direktur Utama PT Pasific Cipta Solusi, benar-benar terlibat dalam kasus pengadaan mesin EDC di BRI dan sekarang juga kasus digitalisasi SPBU. Mau ngerasa siapa yang salah, tapi tidak ada jawabannya... 😒
 
aku paham kalau ini kasus korupsi lagi... tapi aku pikir kpk harus fokus pada hal yang sebenarnya, bukan ngajak-adjakan. apalagi kalau ada saksi penting seperti rachmad muhaimiyah. aku harap ini bukan cara untuk menghancurkan reputasi orang-orang di balik kasus ini.

dan yang terakhir, siapa yang bilang kalau sistem digitalisasi SPBU adalah kegagalan? aku yakin banyak aspek lain di SPBU yang perlu diperbaiki. toh kita harus fokus pada bagaimana membuat SPBU lebih baik, bukan hanya mengejar orang-orang yang salah.
 
Wow 🤔, ternyata kasus ini masih sangat komplik dan sulit dipahami. Ternyata ada banyak kerumunan yang berlangsung saat digitalisasi SPBU Pertamina itu. Saya pikir ini harus diperhatikan lebih dekat agar tidak ada lagi kejahatan yang terjadi di dalam negeri 🤕.
 
Aku bayangkan siapa yang ditentukan sebagai tersangka ini, pasti ada korupsi yang terjadi kan? 🤔 Maksudnya, pengondisian dan kesesuaian harga mesin EDC itu apakah benar-benar sesuai dengan norma?

Lihat data pengadaan digitalisasi SPBU 2018-2023, total biaya mencapai Rp 4,7 triliun 😲. Maksudnya, pengadaan ini memang berpotensi tercorupsi, tapi aku ingin melihat hasil analisis KPK tentang kasus ini. 📊

Lihat chart pengeluaran SPBU per tahun:

* 2018: Rp 1,2 triliun
* 2019: Rp 1,5 triliun
* 2020: Rp 2,1 triliun
* 2021: Rp 2,5 triliun
* 2023: Rp 4,7 triliun

Aku bayangkan, apakah ada kesesuaian dalam pengeluaran ini? 🤔 Lihat juga data perusahaan yang terlibat dalam proyek digitalisasi SPBU, seperti PT Banten Jaya Gas dan PT Darmasiswa Wira. Apakah ada hubungan dengan korupsi? 🤝

Aku ingin melihat analisis lebih lanjut tentang kasus ini, karena aku rasa ada potensi besar di sini... 💸
 
Gini sih, perlu diperhatikan juga keterlibatan mantan Direktur Utama PCS Elvizar dalam kasus pengadaan digitalisasi SPBU ya... Saya rasa keterlibatannya ini bisa bikin penasaran, apakah dia benar-benar tidak terlibat dalam korupsi atau apa yang terjadi di luar kesempatan ini? 🤔

Kasus ini sebenarnya punya konteks luas ya... Sepertinya ada kesan bahwa ada sesuatu yang tidak beres di luar KPK aja, padahal seharusnya mereka harus fokus bikin korupsi tidak terjadi lagi. Saya rasa perlu dilakukan pengecekan lebih dalam ya... Bagaimana caranya kita bisa yakin sih bahwa ada atau tidak ada korupsi? 🤷
 
Gak bisa dipungut kesan yang jelas dari kasus ini, siapa yang benar dan siapa yang salah... KPK harus lebih transparan ya, jangan biarkan korupsi semakin berlarutan 😕. Apalagi kalau ternyata Rachmad siap-siap untuk menipu... Tapi, KPK masih bisa mencegah kasus-kasus serupa dengan melakukan penyelidikan yang baik dan tidak lewatkan detail 💯.
 
Gue pikir, siapa yang bilang aja bahwa Rachmad terlibat dalam kasus ini? KPK nggak bisa langsung membuat tersangka tanpa bukti yang cukup, kan? Mungkin ini hanya untuk melibatkan Rachmad agar tidak terlalu nyaman dengan kasusnya, ya?
 
Mereka bilang Rachmad sudah diminta untuk diperiksa, tapi siapa yang jadi target utama kasus ini? Ada nanggung kecil buat Elvizar ya, mantan Direktur Utama PCS. Pengadaan mesin EDC di BRI dan SPBU Pertamina, apa bedanya? Saya curiga ada sesuatu yang tidak beres dalam pengadaan itu...
 
Maksudnya sih kalau kini KPK udah memperlihatkan bahwa ada yang gak jelas dengan pengadaan digitalisasi di SPBU Pertamina tahun-tahun itu 🤔. Apa kebenarannya sih, kalau ada dugaan korupsi? Saya pikir lebih baik buat semua data dan dokumen terkait pengadaan itu dibuka agar bisa dipantau dan dikontrol dengan lebih baik 🔍. Maksudnya, kalau ada dugaan korupsi, sebaiknya KPK langsung memanggil siapa saja yang terlibat untuk diinterogasi dan dibawa ke hadapan pengadilan ⚔️. Saya juga pikir ini juga bisa menjadi kesempatan bagi KPK untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menyelidiki kasus-kasus korupsi 🎯.
 
kembali
Top