KPK Ungkap Modus 'Uang Apresiasi' di Kasus Restitusi Pajak

KPK Temukan Modus 'Uang Apresiasi' di Kasus Restitusi Pajak di Banjarmasin.

Dalam kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Buana Karya Bhakti (BKB) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan modus 'uang apresiasi' yang digunakan oleh Kepala KPP tersebut, Mulyono.

Modis ini melibatkan pembayaran uang apresiasi kepada Venzo alias Venasius Jenarus Genggor sebagai syarat restitusi pajak BKB. Uang apresiasi ini kemudian dibagi antara Mulyono, Dian Jaya Demega (Fiskus), dan Venzo sendiri.

Dikutip dari Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di konferensi pers penahanan tiga tersangka ini, Mulyono meminta restitusi pajak BKB dengan syarat uang apresiasi. Venzo kemudian menerima uang apresiasi tersebut dan membaginya kepada Mulyono, Dian Jaya Demega, dan dirinya sendiri.

Namun, seperti yang dikemukakan oleh KPK, pembagian uang apresiasi ini tidak sah. "MLY menyampaikan pada VNZ bahwa permohonan restitusi PPN PT BKB dapat dikabulkan dengan menyinggung adanya uang apresiasi," kata Asep.
 
🤔 kayaknya kalau ada kasus korupsi seperti ini, harus ngaruhin buat kepercayaan masyarakat banjarmasin terhadap sistem pajak ya? kalau ada pengabdi pajak yang nge- corruption like ini, itu artinya sudah ada kerusakan.
 
AKU PILIH UNGGAP INI, PENIPUAN MULYONO MASIH BISA DILAKUKAN DENGAN SERTA-JADI! APA YANG ADA DI DADA NYA KALAU TIDAK UANG APRESIASI? INI JELLAHNYA KORUPSI DENGAN RENUNG.
 
hehe, siapa yang bilang kalau restitusi pajak bisa dilakukan dengan cara 'uang apresiasi' seperti gini? ngomong-ngomong aja dan tidak ada bukti nyata? aku pikir ini lebih seperti cerita rakyat aja... 🤔 tapi sebenarnya kalau benar-benar ada bukti, aku sih ingin lihat! siapa Venzo alias Venasius Jenarus Genggor ini? dan bagaimana dia bisa begitu percaya diri untuk menerima uang apresiasi seperti itu? 🤑 sepertinya ada kesan bahwa ini lebih kompleks dari yang kita bayangkan...
 
🤔 Wah, kasus ini benar-benar bikin bingung ya? Kalau ada kejadian seperti ini, itu berarti ada korupsi yang terjadi di KPP Madya Banjarmasin. Mulyono dan Venzo memang tidak bisa menggunakan modis 'uang apresiasi' yang sama sekali tidak sah. 🚫

Dan sih, kenapa suatnya mereka ingin memakai modis seperti itu? Mungkin karena mereka ingin mendapatkan keuntungan dari pekerjaan mereka ya. Tapi kalau itu benar, itu berarti ada kesalahan pada pihak yang bertanggung jawab. 🤦‍♂️

Hmm, saya pikir ini menjadi contoh bagaimana pentingnya transparansi dan integritas dalam pekerjaan. Kalau kita semua bisa bekerja dengan jujur dan tidak menggunakan modis yang tidak sah, maka itu akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik dan lebih berdaya saksi! 💪
 
Halo, kabar gembira lagi kalau KPK bisa temukan modus 'uang apresiasi' ini di kasus restitusi pajak di Banjarmasin. Tapi apa yang jadi dengan forum ini? Sambungannya kayak nggak ada tumpang tindih sama sekali. Kalau mau nge-bisikin tentang kasus korupsi, tolong sambungkan dulu kalau tidak ada kesempatan untuk berbicara tentang hal itu. Sekarang aku masih harus mencari info dari tempat lain kan? 🤦‍♂️
 
Itu cerita yang cukup bingung, nggak? Sepertinya ada kesalahpahaman antara Mulyono dan Venzo tentang restitusi pajak BKB. Kalau benar-benar adanya uang apresiasi sebagai syarat restitusi, itu artinya korupsi udah masuk ke dalam kasus, kayaknya harus disiasati terlebih dahulu. Tapi kalau seperti yang dikatakan KPK, pembagian uang apresiasi itu tidak sah... Itu artinya ada konflik kepentingan, Mulyono dan Venzo harus tegas ngeluarin siapa yang salah.
 
Wah, kabar baik banget! KPK akhirnya punya korban 'uang apresiasi' di Kasus Restitusi Pajak di Banjarmasin 🤣. Mulyono, si 'pemimpin' KPP Madya Banjarmasin, benar-benar terlibat dalam skandal ini... dan kaya gini dia bisa memiliki waktu luang untuk melakukan hal itu 😂. Udah bayangin, kalau kalian nanti ada koran yang uang apresiasi-nya digunakan untuk beli sepatu, kalian gak akan kecewa kan? 🙄. Tapi serius, KPK benar-benar memperbaiki hal ini dan memberikan contoh bahwa mereka tidak tak sabar-sabaran dengan korupsi... bahkan di kalangan orang 'terdekat' 🤑.
 
kembali
Top