KPK Lakukan Operasi Tangkap Tangan di Bea Cukai Impor
Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini terkait dengan barang impor yang masuk ke Indonesia. Dalam operasi ini, KPK melakukan pemeriksaan sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (BC).
"Ya, terkait dengan beberapa barang yang masuk ke Indonesia," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat diwawancarai di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Namun, dia belum memberikan detail tentang jenis barang yang menjadi fokus operasi ini.
Operasi OTT ini dilakukan oleh Tim KPK yang terdiri dari perangkat KPK. Mereka melakukan pemeriksaan internal di Direktorat Jenderal BC untuk mengecek adanya tindakan korupsi atau tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur.
"Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto juga menyatakan bahwa operasi ini dilakukan karena tahu-tahu ada kecurangan yang berlebihan dalam bea dan cukai impor," kata Budi Prasetyo saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis.
Operasi OTT ini merupakan bagian dari upaya KPK untuk mencegah korupsi di berbagai sektor, termasuk Bea dan Cukai. Dengan melakukan operasi seperti ini, KPK berharap dapat mengurangi tindakan korupsi di Bea dan Cukai impor.
Operasi OTT ini juga merupakan bagian dari keberhasilan KPK dalam menangkap pimpinan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini terkait dengan barang impor yang masuk ke Indonesia. Dalam operasi ini, KPK melakukan pemeriksaan sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (BC).
"Ya, terkait dengan beberapa barang yang masuk ke Indonesia," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat diwawancarai di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Namun, dia belum memberikan detail tentang jenis barang yang menjadi fokus operasi ini.
Operasi OTT ini dilakukan oleh Tim KPK yang terdiri dari perangkat KPK. Mereka melakukan pemeriksaan internal di Direktorat Jenderal BC untuk mengecek adanya tindakan korupsi atau tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur.
"Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto juga menyatakan bahwa operasi ini dilakukan karena tahu-tahu ada kecurangan yang berlebihan dalam bea dan cukai impor," kata Budi Prasetyo saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis.
Operasi OTT ini merupakan bagian dari upaya KPK untuk mencegah korupsi di berbagai sektor, termasuk Bea dan Cukai. Dengan melakukan operasi seperti ini, KPK berharap dapat mengurangi tindakan korupsi di Bea dan Cukai impor.
Operasi OTT ini juga merupakan bagian dari keberhasilan KPK dalam menangkap pimpinan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.