KPK Melancarkan Operasi Tangkap Tangan, Pemimpin Keuangan Duga Dikaitkan
Operasi tangkap tangan yang dilancarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di dua kota yaitu Banjarmasin dan Jakarta, tadi Rabu (4/2), menangkap total tiga orang. Dua di antaranya adalah pegawai pajak dan satu pihak swasta.
Dalam operasi ini, KPK mengamankan sejumlah uang tunai lebih dari Rp1 miliar, dan juga barang bukti seperti logam mulia 3KG yang terduga terkait dengan impor barang masuk ke Indonesia.
Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Ditjen Bea dan Cukai, Budi Prasetyo, mengatakan ada pemeriksaan terhadap sejumlah pihak di dalam lembaganya. "Ya terkait dengan beberapa barang yang masuk ke Indonesia begitu ya," katanya.
Operasi ini diduga sebagai terapi kejut bagi jajaran anak buah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang juga diperdebatkan terkait dengan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di sektor perkebunan.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengatakan, "Benar, OTT di Kalsel".
Operasi tangkap tangan yang dilancarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di dua kota yaitu Banjarmasin dan Jakarta, tadi Rabu (4/2), menangkap total tiga orang. Dua di antaranya adalah pegawai pajak dan satu pihak swasta.
Dalam operasi ini, KPK mengamankan sejumlah uang tunai lebih dari Rp1 miliar, dan juga barang bukti seperti logam mulia 3KG yang terduga terkait dengan impor barang masuk ke Indonesia.
Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Ditjen Bea dan Cukai, Budi Prasetyo, mengatakan ada pemeriksaan terhadap sejumlah pihak di dalam lembaganya. "Ya terkait dengan beberapa barang yang masuk ke Indonesia begitu ya," katanya.
Operasi ini diduga sebagai terapi kejut bagi jajaran anak buah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang juga diperdebatkan terkait dengan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di sektor perkebunan.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengatakan, "Benar, OTT di Kalsel".