KPK Melihat Pilkada Lewat DPRD Menimbulkan Risiko Tinggi Korupsi, Sementara Elite DPRD Mengendalikan Kekuasaan.
Hal ini menimbulkan asumsi bahwa komisi pemberantasan korupsi akan meluncurkan operasi tangkap tangan melawan wakil-wakil parlemen dan pejabat yang dianggap memiliki hubungan dengan pemilihan kepala daerah melalui dewan perwakilan rakyat daerah.
Dalam kesempatan ini, ketua KPK menekankan adanya konsentrasi kekuasaan dalam pilkada melalui DPRD yang menyebabkan risiko transaksi kekuasaan semakin meningkat. Ia juga mengatakan bahwa ada fenomena "state capture corruption" di mana kebijakan publik dikendalikan oleh kelompok tertentu dan berdampak pada fungsi pengawasan kepala daerah yang merasa berutang budi kepada DPRD, bukan rakyat.
Pemilihan kepala daerah melalui DPRD dianggap sebagai "piramida terbalik" dengan elite DPRD mengendalikan kekuasaan dan menentukan nasib jutaan rakyat.
Hal ini menimbulkan asumsi bahwa komisi pemberantasan korupsi akan meluncurkan operasi tangkap tangan melawan wakil-wakil parlemen dan pejabat yang dianggap memiliki hubungan dengan pemilihan kepala daerah melalui dewan perwakilan rakyat daerah.
Dalam kesempatan ini, ketua KPK menekankan adanya konsentrasi kekuasaan dalam pilkada melalui DPRD yang menyebabkan risiko transaksi kekuasaan semakin meningkat. Ia juga mengatakan bahwa ada fenomena "state capture corruption" di mana kebijakan publik dikendalikan oleh kelompok tertentu dan berdampak pada fungsi pengawasan kepala daerah yang merasa berutang budi kepada DPRD, bukan rakyat.
Pemilihan kepala daerah melalui DPRD dianggap sebagai "piramida terbalik" dengan elite DPRD mengendalikan kekuasaan dan menentukan nasib jutaan rakyat.