KPK masih menemukan Biro Travel yang ragu untuk memberikan keterangan tentang praktik jual beli kuota Haji. Menurut Jubir KPK, Budi Prasetyo, ada beberapa biro perjalanan haji yang enggan membongkar praktik ini.
"Penyidik melihat masih ada beberapa Biro Travel yang ragu untuk memberikan keterangan secara lugas terkait dengan praktik-praktik jual-beli kuota yang dilakukan oleh para Biro Travel kepada calon jemaah," kata Budi Prasetyo di Gedung KPK.
Kendala serupa juga terjadi dalam mengungkap dugaan suap yang mengalir ke pejabat di Kementerian Agama. Budi Prasetyo menyatakan bahwa ada beberapa biro travel yang ragu untuk memberikan keterangan tentang dugaan aliran uang atau uang-uang yang diberikan dari biro perjalanan haji ini kepada oknum-oknum di Kemenag.
KPK masih terus mendalami modus operandi yang melibatkan lebih dari 300 biro travel ini. Menurutnya, KPK masih dalam tahap mendalami biro travel mana yang mendapat kuota tambahan dan praktik jual beli kuotanya. Selain itu, dugaan percepatan pemberangkatan jemaah dengan melibatkan pungutan liar juga terjadi.
"Kami ingin mendapatkan penjelasan, mendapatkan keterangan dari setiap Biro Travel jumlahnya berapa. Supaya apa? Supaya kami menjadi <em>clear</em>, tidak hanya kebutuhan di KPK, tapi juga kebutuhan di BPK yang sedang melakukan penghitungan kerugian keuangan negara," tuturnya.
KPK bahkan juga melakukan penyelidikan hingga ke Arab Saudi untuk mengusut kasus ini. Pasalnya, variasi harga jual beli kuota bergantung pada fasilitas yang ditawarkan di Arab Saudi.
"Penyidik melihat masih ada beberapa Biro Travel yang ragu untuk memberikan keterangan secara lugas terkait dengan praktik-praktik jual-beli kuota yang dilakukan oleh para Biro Travel kepada calon jemaah," kata Budi Prasetyo di Gedung KPK.
Kendala serupa juga terjadi dalam mengungkap dugaan suap yang mengalir ke pejabat di Kementerian Agama. Budi Prasetyo menyatakan bahwa ada beberapa biro travel yang ragu untuk memberikan keterangan tentang dugaan aliran uang atau uang-uang yang diberikan dari biro perjalanan haji ini kepada oknum-oknum di Kemenag.
KPK masih terus mendalami modus operandi yang melibatkan lebih dari 300 biro travel ini. Menurutnya, KPK masih dalam tahap mendalami biro travel mana yang mendapat kuota tambahan dan praktik jual beli kuotanya. Selain itu, dugaan percepatan pemberangkatan jemaah dengan melibatkan pungutan liar juga terjadi.
"Kami ingin mendapatkan penjelasan, mendapatkan keterangan dari setiap Biro Travel jumlahnya berapa. Supaya apa? Supaya kami menjadi <em>clear</em>, tidak hanya kebutuhan di KPK, tapi juga kebutuhan di BPK yang sedang melakukan penghitungan kerugian keuangan negara," tuturnya.
KPK bahkan juga melakukan penyelidikan hingga ke Arab Saudi untuk mengusut kasus ini. Pasalnya, variasi harga jual beli kuota bergantung pada fasilitas yang ditawarkan di Arab Saudi.