Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menyerahkan aset hasil rampasan negara di Sumedang, Jawa Barat, ke Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM). Aset tersebut berupa tanah dan bangunan senilai Rp10,8 miliar. Menurut Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, aset ini akan digunakan sebagai pusat pengembangan dan pendidikan hak asasi manusia di Kementerian HAM.
Pengambilan aset tersebut dilakukan oleh KPK sejak 2020 silam dan telah disita. Namun, Ketua KPK, Setyo Budianto, mengatakan bahwa KPK memerlukan gedung tersebut untuk membuat APLC (Aksesibilitas Pertemuan Lokal), namun dia memandang Kementerian HAM lebih membutuhkan aset tersebut.
Setyo berharap dengan digunakannya aset dari KPK sebagai tempat pendidikan HAM, akan mempermudah segala urusan yang berkaitan dengan HAM dan diskriminasi dapat dihilangkan. Ia juga membahas soal pencanangan penguatan zona integritas, yang menurutnya bukan sekedar tentang lokasi melainkan pemahaman dan tindakan.
Dalam acara penyerahan aset rampasan negara, Menteri HAM, Natalius Pigai, menyampaikan rasa terima kasih kepada KPK atas penyerahan aset tersebut. Ia berharap aset yang diserahkan akan digunakan sebagai pusat pendidikan HAM dan menjadi pusat persemaian manusia Indonesia.
Pengambilan aset tersebut dilakukan oleh KPK sejak 2020 silam dan telah disita. Namun, Ketua KPK, Setyo Budianto, mengatakan bahwa KPK memerlukan gedung tersebut untuk membuat APLC (Aksesibilitas Pertemuan Lokal), namun dia memandang Kementerian HAM lebih membutuhkan aset tersebut.
Setyo berharap dengan digunakannya aset dari KPK sebagai tempat pendidikan HAM, akan mempermudah segala urusan yang berkaitan dengan HAM dan diskriminasi dapat dihilangkan. Ia juga membahas soal pencanangan penguatan zona integritas, yang menurutnya bukan sekedar tentang lokasi melainkan pemahaman dan tindakan.
Dalam acara penyerahan aset rampasan negara, Menteri HAM, Natalius Pigai, menyampaikan rasa terima kasih kepada KPK atas penyerahan aset tersebut. Ia berharap aset yang diserahkan akan digunakan sebagai pusat pendidikan HAM dan menjadi pusat persemaian manusia Indonesia.