KPCDI Desak Pemerintah Bebaskan Biaya BPJS ke Pasien Cuci Darah

Pemerintah diwajibkan mengembalikan status keanggotaan BPJS Kesehatan bagi ratusan orang yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta BPJS PBI tetapi dicabut karena penyesuaian data kependudukan. Pasien hemodialisis dan cuci darah terpaksa membayar uang Rp100.000 hingga Rp200.000 untuk bisa kembali terdaftar keanggotaan BPJS Kesehatan.

Banyak orang yang mengeluarkan biaya tersebut sehingga tidak mampu lagi untuk membayar iuran bulanan. "Oh, banyak! 90% mah melakukan itu," kata Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Tony Samosir. Mereka meminta pemerintah merubah status keanggotaan BPJS PBI kembali agar pasien tersebut bisa terus melakukan cuci darah tanpa harus membayar uang yang besar.

KPCDI mengatakan bahwa ada juga yang biaya pendaftarannya dibantu oleh organisasi, tetapi hal itu tidak bisa dilakukan secara berkelanjutan. Tony menuturkan bahwa hingga hari ini tidak ada komunikasi dengan Kementerian Sosial dan data pasien yang sudah sempat dikonfirmasi untuk keanggotaan BPJS PBI-nya aktif kembali belum juga berhasil dilakukan.

" itu kita minta pertanggungjawaban hukumnya dan minta dikembalikan gitu," ujar Tony. Dia juga menilai bahwa tidak adanya pencocokan langsung ke lapangan oleh Kementerian Sosial adalah bentuk negara tidak bekerja dan memberikan hak kesehatan bagi masyarakat.
 
Biaya yang harus dibayar orang terlalu mahhhh... 90% dari mereka tidak bisa lagi terdaftar di BPJS Kesehatan karena biaya pendaftaran cuci darahnya terlalu mahal. Itu bukan solusi, tapi masalah yang lebih parah lagi... Bagaimana mungkin pasien hemodialisis dan cuci darah bisa kembali fokus pada perawatan mereka jika harus membayar uang yang begitu besar? Mereka sudah cukup beban dengan penyakitnya, tidak perlu lagi khawatir biaya pendaftaran... Saya rasa ini adalah contoh ketidakefektifan sistem yang kita jalankan.
 
Pemerintah pas bisa ngebawa status keanggotaan BPJS PBI lagi aja. Pasien hemodialisis dan cuci darah itu udah banyak yang terpaksa membayar uang besar biar bisa kembali terdaftar. Kalau tidak, siapa yang mau bayar biaya cuci darah? Tidak ada pasien yang mau terus melakukan cuci darah tanpa uang. Kalau gini, apa artinya kalau pemerintah nggak punya waktu untuk membantu pasien? Pulang aja ke lapangan sih.
 
kira-kira apa yang diharapkan pasien hemodialisis dan cuci darah ini? mau kembali terdaftar keanggotaan BPJS Kesehatan tapi harus membayar biaya itu atau apa? itu seperti bayar uang lagi, tapi gak ada jaminan apa-kaan. sepertinya kementerian sosial tidak bisa berkomunikasi dengan pasien ini, itu juga salah. mereka pasti butuh bantuan dari masyarakat dan pemerintah juga harus berkomunikasi dengan pasien ini. biar pasien ini bisa terus melakukan cuci darah tanpa harus khawatir about bayarnya. 🤔💸
 
heya bro... sih kabar gede banget pasien hemodialisis dan cuci darah! mereka harus bayar uang Rp100.000 hingga Rp200.000 biar bisa terdaftar ke BPJS Kesehatan lagi . itu berarti mereka harus memprioritaskan pembayaran iuran bulanan vs obat-obatan yang dibutuhkan . aku rasa ini salah kalau pemerintah gak punya solusi yang lebih baik . KPCDI bilang 90% mah melakukan hal ini . apa sih tujuan kita nih? memberi hak kesehatan kepada pasien tapi kemudian buatnya sulit banget diperoleh .
 
Gue pikir ini kayak kesalahan besar banget! Pasien cuci darah nggak usaha-nya, tapi pemerintah yang ngerusahkan. Mereka harus dihubungi dulu sebelum ada yang bayar uang apa pun. Saya rasa ada yang perlu perbaiki di sini.
 
Gue bingung banget sama ini, gue bayangkan apalagi ada yang harus membayar uang Rp100.000 untuk bisa terdaftar lagi ke BPJS Kesehatan! Ini bikin orang-orang yang sudah lelah menjaga kesehatannya itu harus tambah berat hati. Gue pikir ini kalau diubah status keanggotaan BPJS PBI itu, pasien hemodialisis dan cuci darah bisa terus melakukan pengobatan tanpa harus khawatir uang.

Gue juga bayangkan organisasi yang bantu biaya pendaftaran itu, tapi kalau itu tidak bisa dilakukan secara berkelanjutan, apa punya arti? Itu seperti nanti pasien cuci darah harus minta bantuan lagi dan lagi. Gue rasa ini kalau pemerintah ada kesadaran untuk memperhatikan hal ini, bisa memberikan jalan keluar yang lebih baik bagi pasien-pasien yang terkena dampak ini.
 
Udah lagi apa yang nggak bisa dipercaya sama pemerintah Indonesia! Pasien hemodialisis dan cuci darah harus membayar biaya Rp100.000 hingga Rp200.000 untuk bisa terdaftar keanggotaan BPJS Kesehatan lagi. Itu sangat tidak adem, sih! Banyak orang nggak mampu lagi untuk membayar iuran bulanan karena harus membayar biaya itu dulu.

Saya rasa pemerintah Indonesia punya tanggung jawab untuk memastikan pasien-pasien ini bisa terus mendapatkan perawatan kesehatan tanpa harus mengeluhin. Mereka harus serius aja dalam mengurus pasien-pasien ini, sih! Jangan biarkan situasi seperti ini terjadi lagi.
 
Gini, kalau gini punya masalahnya apa? Pasien yang kesulitan bayar biaya untuk terdaftar lagi ke BPJS Kesehatan itu apa? Tadi ya ada yang bilang 90% dari pasien itu harus membayar uang Rp100.000 hingga Rp200.000 yang cukup berat gini. Kalau pasien kesulitan, tapi masih perlu melakukan cuci darah, toh bagaimana caranya? Pemerintah harus tahu cara buat pasien ini tidak terluka gini.
 
ini kabar gembira dan malu sekali sama kawan! pemerintah harus cepat jawab dan mengembalikan status keanggotaan BPJS Kesehatan bagi ratusan orang yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta BPJS PBI. biaya Rp100.000 hingga Rp200.000 itu sangat berat sekali untuk banyak orang, bahkan mereka yang di bantu oleh organisasi tidak bisa berkelanjutan.

KPCDI harus didukung dan disayangi lebih baik lagi oleh pemerintah. tidak adanya komunikasi dengan Kementerian Sosial dan data pasien yang sudah sempat dikonfirmasi untuk keanggotaan BPJS PBI-nya aktif kembali, itu malu sekali! pemerintah harus meningkatkan kerja sama dengan organisasi sosial dan masyarakat untuk memberikan hak kesehatan bagi semua orang 🤦‍♂️💔
 
Mana kayaknya kalau pasien itu harus membayar uang ratusan ribu untuk bisa terdaftar lagi di BPJS Kesehatan? Nah, itu nggak adil banget! Mereka sudah ada masalah kesehatan, lalu kalian memaksakan kembali biaya yang mahal. Banyak orang yang harus beban semua, tapi siapa nih yang mau membantu pasien hemodialisis dan cuci darah itu? Mereka dikejutkan aja, nggak ada komunikasi sama sekali dengan Kementerian Sosial. Mau tahu apa bentuk negara yang baik itu? Membantu masyarakat, tapi kalau tidak, kalian harus jujur dengan diri sendiri.
 
Makanan di atas itu jadi konflik di Indonesia lagi. Wah, pasien hemodialisis nggak bisa buat cuci darah tanpa biaya yang besar itu. Siapa nanti dia yang bayar? Kenapa pemerintah kalah ketika ada masalah ini? Bayangin aja kalau kamu punya suami yang sakit dan harus buat cuci darah, udah berat banget ya. Mereka minta status keanggotaan kembali apa sih? Nah, kayaknya pemerintah harus jadi lebih cepet dan jujur. Jangan biar pasien ini terus bosen, aku sengaja nggak mau bayar biaya itu 🤦‍♂️
 
😕 Pemerintah ini nggak sabar-sabar aja, dulu ada pemberdayaan BPJS Kesehatan, sekarang ada penyesuaian data kependudukan. Pasien yang terkena dampak ini memang sangat berat, harus membayar biaya Rp100-200 juta untuk bisa kembali terdaftar. Apalagi mereka yang sudah bergantung pada layanan tersebut. Ini nggak hanya tentang uang aja, tapi juga tentang kebutuhan dasar. KPCDI tidak salah ketika mengatakan bahwa ini bentuk negara tidak bekerja, harus ada komunikasi dan solusi yang lebih baik. 🤝
 
Wahhh gini kan? Pasien cuci darah diwajib biaya Rp100-200 juta untuk kembali terdaftar BPJS Kesehatan, apa ada yang salah sih? Mereka sudah punya identitas dan pendaftaran, tapi pemerintah mau buang-buang waktu lagi seperti ini. Biar sapa-siapa gini aja pasien cuci darah harus membayar uang yang besar untuk bisa kembali terdaftar, itu bukan jadi! Pihak Kementerian Sosial harus langsung komunikasi dengan pasien dan membalas pertanggungjawabannya. Itu sudah waktunya pemerintah berubah. 💸👎
 
Gampang banget sih, pemerintah mau ngedeclare lagi status keanggotaan BPJS PBI, tapi lupa juga akses ke layanan cuci darah yang sama. Berdoa ya kalau pasien hemodialisisnya bisa makan apa aja dan tidak perlu khawatir utang uang Rp100k - Rp200k lagi. Mereka bilang 90% mah melakukan itu, tapi saya rasa sih 90% mah yang suka ngomong loh 😂. Sebenarnya apa yang dibutuhkan adalah solusi yang tefisih dan tidak membuat pasien harus memilih antara melanjutkan cuci darah atau membayar uang yang besar, ini masalah logika aja 🤔.
 
gak bisa nyesal banget dengerin kabar ini 🤯, pasien cuci darah banyak yang harus membayar uang besar lagi untuk bisa terdaftar ke BPJS Kesehatan... apalagi biaya itu hampir sama dengan gaji bulannya 🤑. kan sih dijamin tidak ada cara lain buat pasien tersebut? kenapa pemerintah harus memaksa orang-orang yang sudah punya hak kesehatan? ini gampang banget untuk diterima, tapi sepertinya pemerintah sedang ngeluhin apa lagi 🤷‍♂️.
 
Eh, ini gampangnya pemerintah sama organisasi yang mereka jadikan kaya dari pajak kita. Mereka jadikannya BPJS Kesehatan, tapi sekarang mereka membuat pasien cuci darah dan hemodialisis harus membayar uang lagi. Apa artinya kalau kita bayar pajak kita sekarang? Tidak ada yang bisa diharapkan dari pemerintah ini, kalah sama mereka.
 
Mana lagi ya, itu gak adu bunyi apa-apa sih. Pemerintah harus segera mengembalikan status keanggotaan BPJS Kesehatan bagi ratusan orang yang kehilangan akses cuci darah karena kesalah data kependudukan. Biaya Rp100.000 - Rp200.000 itu terlalu mah, sih. Gak bisa diharapkan sih banyak orang mau membayar itu. Mereka harus dibantu lagi ya. Pemerintah harus melihat dari situasi pasien cuci darah yang terjepit di sini. Itu gak adu negara konsisten aja sih.
 
kembali
Top