KPAI Ungkap Pungutan Rp1 Juta di Sekolah Siswa SD NTT Bunuh Diri

Di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi kembali kasus bunuh diri anak-anak. Seorang siswa SD Negeri meninggal dunia dengan meninggalkan surat untuk ibunya. Pihak sekolah di sini diduga memungut sumbangan sebesar Rp1 juta per anak.

Kasus ini terungkap oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan diungkapkan oleh Anggota KPAI, Diyah Puspitarini. "Memang ada sumbangan yang senilai Rp1 juta dan itu adalah sumbangan yang disepakati oleh sekolah dan komite," kata Diyah.

Selain memungut sumbangan, diduga pihak sekolah juga mengumumkan anak-anak yang belum membayar sumbangan yang diminta. KPAI pun meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengecek kebenaran mengenai dugaan ini.

Korban, YBR (10), seorang siswa kelas 4 SD Negeri di Kabupaten Ngada, NTT, meninggalkan surat untuk ibunya setelah memutuskan hidupnya. Ibu korban menafkahi lima anak, termasuk korban, dan masih belum mengetahui apa penyebab bunuh diri anaknya.

Pihak sekolah di Kabupaten Ngada, NTT, diduga melakukan praktik yang tidak pantas ini. KPAI meminta agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) segera mengecek kebenaran mengenai dugaan ini dan memberi konfirmasi kepada orang tua karena mereka menyampaikan bahwa ada pengumuman siapa anak yang belum membayar.
 
Makasih KPAI itu sudah bongkar kasus bunuh diri anak-anak di Kabupaten Ngada, NTT... itulah hal yang sangat menyayangkan banget, kan? Sekolah yang punya praktik seperti ini pasti harus dihukum... tapi siapa tahu ada yang benar-benar mengenal situasi di sekolah tersebut. Saya sendiri tidak punya anak-anak SD, tapi saya tahu kalau keuangan rumah tanggai bukanlah satu-satunya masalah orang tua... tapi ini salah cari solusi dengan cara yang tidak pantas... dan saya pikir pihak sekolah harus lebih teliti dalam mengelola dana yang mereka terima...
 
Aku rasanya sangat sedih banget, kan? Bunuh diri anak-anak itu kayaknya bukan cara yang tepat... Aku masih ingat kapan aku sekolah, kita jangan pernah memikirkan hal seperti ini. Sekolah itu harus menjadi tempat kita belajar dan berbagi, bukan tempat kita menemukan kesedihan.

Mungkin pihak sekolah di Kabupaten Ngada NTT itu sedang dalam kesulitan, tapi cara mereka memungut sumbangan itu tidak pantas. Aku rasa mereka harus lebih bijak dan peduli dengan anak-anak mereka. Apalagi karena ada anak yang meninggalkan surat untuk ibunya sebelum... itu terjadi. Itu kayaknya sangat tragis banget.
 
Akhirnya kasus ini terungkap. Saya rasa praktik seperti itu tidak pantas banget, membutuhkan Rp1 juta per anak? Itu jauh berlebihan. Saya khawatir buat korban yang meninggal, ibunya masih banyak tanggung jawab lain deh. Saya harap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bisa segera mengecek kebenaran dugaan ini dan memberi konfirmasi kepada orang tua agar mereka bisa mengetahui apa yang terjadi di sekolah itu.
 
Gue rasa banget kaget dengan kasus ini 🤯, di Kabupaten Ngada ternyata pihak sekolah itu memanggil orang tua untuk dibayar Rp1 juta per anak 🤑... tapi apa maksudnya? Pagiin sumbangan itu sebenarnya ada atau tidak? 🤔 KPAI harus serius-siapaan memeriksa kebenaran di sini, karena kalau benar sekolah itu bisa berbuat demikian, itu bukan hal yang baik untuk anak-anak kita 😔.
 
Gue pikir gini, kalau sekolah mulai memungut sumbangan pas seseorang anak bunuh diri, itu cara belakaikan! Gue tidak tahu bagaimana kehidupan anaknya, tapi pasti banyak miskin yang harus membayar Rp1 juta untuk anaknya? Kalau ini bukan praktik penjagaan anak, tapi bagaiapa sih yang bertanggung jawab? Gue ingin Kementerian Pendidikan berhati-hati lagi sebelum menangkap kasus ini.
 
Wow 🤯, apa kegunaan Rp1 juta dari sekolah buat anak-anak? Apakah anak-anak itu bisa jadi kekayaan sekolah aja? Memang tidak adil kalau sekolah memungut uang dari orang tua tapi anaknya gak bisa pergi ke sekolah karena gagal bayar 🤑. KPAI harus terus mengawasi dan ngecek tahu bagaimana caranya sekolah ini bisa jadi semacam korupsi aja 😒.
 
ini kembali lagi sama masalah bunuh diri anak-anak di Indonesia ya... nggak percaya lagi sih bagaimana cara kita bisa memungut uang dari anak-anak? serius, sekolah yang melakukannya itu apa yang caranya nanti? orang tua korban pasti sangat sedih dan tidak bisa mengetahui penyebab bunuh diri anaknya juga. kenapa harus seperti ini? apalagi kalau ada kasus ini yang diungkap oleh KPAI, kemudian sekolah itu jadi terbuka tentang hal ini... semoga kemendikdasmen segera tahu kebenaran dan memberikan konfirmasi kepada orang tua korban agar mereka bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi 🤕
 
Aku pikir ini memang tidak pantas banget, sekolah mau memungut uang dari orang tua biar anaknya bisa masuk SD nanti, tapi apa kalau anak itu tidak bisa melanjutkan pendidikannya? Apa kalau korban itu berhargai hidupnya dan tidak perlu papa kena bayar uang lagi. Aku rasa ini lebih seperti eksploitasi anak-anak yang terlalu berlebihan, kita harus jaga agar orang tua bisa memberikan pendidikan yang baik tanpa harus khawatir biaya.
 
🤕 oh iya, kabar2 bunuh diri anak sd lagi keluar... ini apa sih kalau sekolah memungut uang dari anak-anak sambil meminta orang tua untuk memberi konfirmasi siapa anaknya yang belum membayar? ini bukan masalah kelas! 🤦‍♂️ aku pikir ini sama aja dengan komisi2 penagihan uang di sekolah. kpaian harus tegas dulu, apa benar atau tidak? 💯
 
kembali
Top