Kasus guru Sukabumi yang memamerkan konten romantisasi dengan siswinya, diduga mengandung unsur grooming anak. Kasus ini menimbulkan kesan bahwa orang dewasa tersebut memiliki niat jahat untuk menyiksa anaknya.
Menurut Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, kasus seperti ini merupakan pintu masuk bagi mereka yang ingin membongkar praktik child grooming manipulatif. Ia menekankan pentingnya masyarakat harus sadar dan bersikap tegas terhadap fenomena seperti ini.
Terdapat strategi dari pelaku grooming anak, yaitu melakukan riset terlebih dahulu terhadap korban melalui media sosial atau pengamatan langsung. Selanjutnya, mereka biasanya mengidentifikasi keluarga yang rentan secara ekonomi atau psikologis sebagai target utama.
Menurut Jasra Putra, ada kemungkinan bahwa pelaku akan bersembunyi di balik profesi yang dianggap hormat, seperti guru, tokoh agama, atau ahli pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan karena otoritas moral dan spiritual dapat memanipulasi anak.
KPAI mengecam keras modus cuci tangan dari pelaku grooming yang mencoba untuk menghilangkan jejak-jejak perbuatannya melalui berbagai aksi manipulatif, bahkan hingga terjadi perkawinan sindrom dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal.
Menurut Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, kasus seperti ini merupakan pintu masuk bagi mereka yang ingin membongkar praktik child grooming manipulatif. Ia menekankan pentingnya masyarakat harus sadar dan bersikap tegas terhadap fenomena seperti ini.
Terdapat strategi dari pelaku grooming anak, yaitu melakukan riset terlebih dahulu terhadap korban melalui media sosial atau pengamatan langsung. Selanjutnya, mereka biasanya mengidentifikasi keluarga yang rentan secara ekonomi atau psikologis sebagai target utama.
Menurut Jasra Putra, ada kemungkinan bahwa pelaku akan bersembunyi di balik profesi yang dianggap hormat, seperti guru, tokoh agama, atau ahli pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan karena otoritas moral dan spiritual dapat memanipulasi anak.
KPAI mengecam keras modus cuci tangan dari pelaku grooming yang mencoba untuk menghilangkan jejak-jejak perbuatannya melalui berbagai aksi manipulatif, bahkan hingga terjadi perkawinan sindrom dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal.