KPAI Kembali Mengkritik Paparan Paham Neo-Nazi pada Anak, Apa Saja Solusinya?
Tirto.id telah melaporkan beberapa hal terkait anak-anak yang terkena paparan paham neo-nazi. Menurut temuan dari Densus 88 Antiteror Polri, puluhan anak telah terpapar ideologi ekstrem ini.
"Bayangkan saja, anak-anak di Indonesia saat ini sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya," kata Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua KPAI. Selain itu, ada dua hal utama yang harus diperbaiki agar tidak terjadi kesenjangan lagi di kalangan anak.
Pertama, perlu dilakukan pengawasan konten untuk mencegah ideologi ekstrem ini menyebar. "Kita harus memastikan bahwa anak-anak kita dapat dibawa ke arah yang positif," kata Margaret.
Kedua, pendidikan literasi ideologi ekstrem adalah hal yang sangat penting agar anak dapat dipelajari cara menerima dan menerapkan nilai-nilai positif. "Pendidikan harus bermuatan literasi digital dengan berfokus pada pencegahan dan edukasi," kata dia.
Selain itu, KPAI juga menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membangun daya tahan anak terhadap paham ekstrem. Puluhan anak yang terpapar paham neo-nazi adalah korban yang harus dilindungi dan dipulihkan, bukan pelaku.
"Kita harus menghargai keberagaman dan nilai-nilai positif untuk memperkuat daya tahan anak," kata Margaret.
Tirto.id telah melaporkan beberapa hal terkait anak-anak yang terkena paparan paham neo-nazi. Menurut temuan dari Densus 88 Antiteror Polri, puluhan anak telah terpapar ideologi ekstrem ini.
"Bayangkan saja, anak-anak di Indonesia saat ini sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya," kata Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua KPAI. Selain itu, ada dua hal utama yang harus diperbaiki agar tidak terjadi kesenjangan lagi di kalangan anak.
Pertama, perlu dilakukan pengawasan konten untuk mencegah ideologi ekstrem ini menyebar. "Kita harus memastikan bahwa anak-anak kita dapat dibawa ke arah yang positif," kata Margaret.
Kedua, pendidikan literasi ideologi ekstrem adalah hal yang sangat penting agar anak dapat dipelajari cara menerima dan menerapkan nilai-nilai positif. "Pendidikan harus bermuatan literasi digital dengan berfokus pada pencegahan dan edukasi," kata dia.
Selain itu, KPAI juga menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membangun daya tahan anak terhadap paham ekstrem. Puluhan anak yang terpapar paham neo-nazi adalah korban yang harus dilindungi dan dipulihkan, bukan pelaku.
"Kita harus menghargai keberagaman dan nilai-nilai positif untuk memperkuat daya tahan anak," kata Margaret.