Koster: Satgas Sampah Pantai Bali Kerja 24 Jam dengan Shifting

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan bahwa Satuan Tugas Penanganan Sampah Pantai Bali akan bekerja secara bergiliran 24 jam setelah Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Langkah sebagai respon cepat ke kondisi pantai kotor dan kumuh di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah.

Koster berpendapat bahwa Satgas Pantai Bali harus memiliki sistem yang bekerja secara konsisten, tertib, dan disiplin sehingga setiap hari tanpa menunggu lama. Rapat pembentukan Satgas ini akan dimulai pada Jumat kemarin dan akan diadakan sepanjang hari untuk menangani sampah di pesisir pantai. Saat ini, pembersihan pantai hanya dilakukan dua kali, pagi dan sore hari.

Gubernur Bali juga menyatakan bahwa Bupati sudah menyiapkan personel, truk, dan alat berat untuk menghadapi sampah kiriman yang datang ke pesisir Bali setiap Desember hingga Februari. Koster berpendapat bahwa aksi korve merupakan cara yang efektif untuk menangani sampah kiriman ini.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa jumlah sampah nasional yang terkelola baru mencapai 24 persen dan masih 76 persen yang berada di perairan. Dengan demikian, proyeksi saya agar kehadiran sampah musiman ini sepertinya belum bisa kita tangani dari sumber.

Hanif juga menyatakan bahwa sampah kiriman yang sampai ke pesisir Bali sebagai sampah spesifik dan akan dibawa ke TPA Suwung hingga periode sampah kiriman berakhir.
 
Gue rasa kalau gubang Bali Wayan Koster ini jujur banget, dia terang-terangan mengatakan bahwa Satgas Pantai Bali harus bekerja 24 jam nonstop. Maksudnya apa? Yang aku nampikan adalah kalau kita harus siap segala saat, tidak pernah ngeduh kekurangan waktu atau energi untuk menangani masalah sampah di pantai. Aku juga pikir, kalau ada aksi korve yang efektif bisa menjadi solusi, tapi gue rasa ada yang kenyata, kita harus mulai dari dalam, buat sistem pembersihan pantai yang lebih baik, agar tidak lagi sampah-sampah itu berpulang-pulang di pantai. Lalu, kita juga harus terus mencari cara untuk mengurangi jumlah sampah kiriman, jadi kalau gak bisa, kita jangan sekedar menumpuknya, tapi cari solusi lain.
 
Gue rasa gubang ini kayak nonton video viral aja, "Satgas Pantai Bali akan kerja 24 jam" loh! Siapa nggak tahu bahwa pembersihan pantai harus di lakukan setiap hari, tapi apa yang ada di balik? Gue ragu-ragu banget, apakah ini aja sekedar propaganda untuk memanggil akses wisatawan? Kalau benar, kita tidak boleh tergiur dengan promise-nya saja. Gue juga penasaran dengan cara kerja Satgas ini, apakah ada proses evaluasi yang formal agar tidak terjadi kesalahan? Dan apa yang dibawa ke TPA Suwung itu? Sampah kiriman aja? Gue rasa perlu ada transparansi dan akuntabilitas lebih banyak lagi.
🤔💡
 
aku pikir apa yang disampaikan oleh Wayan Koster itu keren banget 🤩! tapi, aku rasa masih banyak hal yang perlu diperhatikan. kayaknya kalau sistem kerja Satgas Pantai Bali harus bekerja secara konsisten, maka kita harus pastikan bahwa seluruh pihak termasuk masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kebersihan pantai 🌊. dan, aku rasa aksi korve itu bisa menjadi salah satu solusi yang efektif untuk menghadapi sampah kiriman di Bali, tapi kita harus pastikan bahwa proses pengelolaan sampah ini tidak hanya terfokus pada musim kemarau saja, melainkan juga setiap hari 💪.
 
Sampah Kiriman di Bali Masih Jadi Bumbu Api Perdebatan 🤔. Kalo benar, sistem pembersihan pantai yang kurang baik itu sudah terdeteksi sejak lama ya. Kita nggak bisa menunggu sampah kiriman ini datang ke sini dan lalu kotorin di pantai dulu. Gubernur Bali Wayan Koster udah benar-benar tahu deh, siapa pun yang masuk ke pemerintahan pasti harus siap dengan solusi yang tepat. Saya akan setuju dengan Hanif Faisol Nurofiq kalau sampah nasional masih banyak lagi. Tapi, saya rasa jadi waktunya kita mulai berdiskusi tentang cara mengurangi sampah kiriman itu ya. 🌿
 
Kalau udah ada Satgas Pantai Bali, kenapa masih ada kerumunan sampah di pantai? Aku pikir itu karena tidak ada solusi yang masuk akal dari dulu. Aku sudah liat sekali ada kebijakan tentang membuang sampah yang menghasilkan uang, tapi ternyata jadi bisnis korupsi aja. Sampah kiriman ini benar-benar besar, tapi apa yang dibicarakan nanya? Aku rasa perlu ada strategi baru, jangan hanya biarkan truk-truk sampah terus masuk ke pesisir kota.
 
Hehe, ayo ayo, kalau jadi Satgas Pantai Bali 24 jam itu gak kalah kayak ngobrol di grup chat sama teman-teman 😂. Mungkin mau kan ngerasa keren deh sih? Tapi, serius aja, kalau mau ngeresap sampah di pesisir pantai, harus mau ngeresap juga sampe akhirnya, kayak ngerasain rasa yang teuw 🤯. Aku pikir ide korve sih buleut banget, tapi kalau diimplementasikan dengan benar, bisa ngasilkan hasil yang bagus, nanti semua puluhan sampah musim itu jadi sahabat yang baru deh 😂.
 
Gue pikir aksi korve itu bikin masalah lebih parah lagi, apa ada cara lain caranya sambil ngerasa efisien? Bunyi truk-ruku di pinggir jalan seringkali bikin gue sakit kepala, apa yang dibutuhkan adalah sistem yang benar-benar efektif dan tidak bikin masalah lebih parah.
 
Gubernur Koster udah ngomong tentang Satgas Pantai Bali, tapi aku masih ragu-ragu banget apakah itu bisa bekerja nyata. Kadang kayaknya gubln punya rencana yang bagus, tapi kemudian dijalani dengan cara-cara yang beda. Sampah pantai cuma dilakukan 2 kali sehari? Mau ngapa kalau sampah lagi masuk, apa aja yang kita lakukan?

Aku setuju bahwa perlu ada sistem yang bekerja keras dan disiplin, tapi aku masih ragu kalau itu bisa dilaksanakan secara nyata. Bupati udah siapkan semua kebutuhan, tapi bagaimana kalau ada kesalahan atau penolakan? Aku harap Satgas Pantai Bali bisa berjalan lancar, tapi aku juga ingin melihat bagaimana langkah-langkah yang diambil untuk mencegah sampah masuk lagi.
 
Sampah di pantai kotor itu nggak cuma masalah Bali aja, tapi keseluruhan Indonesia juga... Jadi giliran siapa yang mau mengambil tanggung jawab ya? Pemerintah pusat, daerah, atau kalau bukan kita masing-masing warga? 🤔
 
Gak percaya aja kalau sama-sama lagi nge- dispose sampah di pantai kayak ini. Aku pikir lebih baik banget jadi sistem penanganan yang terstruktur dan bisa diatasi, tapi apa juga nggak kayak ini kalo instruksi dari Presiden. Sayangnya, masih banyak banget sampah yang masuk ke pantai, padahal itu bisa dihindari jika kita mulai dari sekarang dengan sistem penanganan yang baik.
 
hebat banget ya ngatur Satgas Pantai Bali, kayaknya giliran 24 jam mau jadi solusi utama buat pembersihan pantai. tapi, perlu diingat kalau sampah nasional punya jumlah besar sekali, seperti apa sih caranya kita bisa mengelolanya dengan efektif? aku pikir perlu ada kolaborasi antara gub Bali, pemerintah pusat, dan masyarakat luas agar kita bisa menangani sampah kiriman ini dari sumber. nanti biar tidak cuma ngatur di hari-hari tertentu aja 🤔
 
kembali
Top