NASA dan Korea Selatan Akan Mengirimkan Satelit Radiasi ke Luar Angkasa
===============================================================
Pada tahun 2026, NASA akan meluncurkan misi berawak Artemis 2 yang membawa empat astronaut mengelilingi Bulan menggunakan wahana Orion. Dalam misi ini, Korea Selatan juga akan ikut ambil bagian dengan mengirimkan satelit radiasi bernama K-RadCube.
Kedatangan K-RadCube diumumkan oleh Korea AeroSpace Administration (KASA) pada 13 Agustus lalu melalui platform media sosial X. Satelit ini dirancang khusus untuk mengukur tingkat radiasi luar angkasa, terutama saat melintasi sabuk radiasi Van Allen, wilayah berbahaya yang mengelilingi Bumi.
K-RadCube merupakan cubesat tiga unit dengan bobot sekitar 19 kilogram. Satelit ini dibekali dosimeter berbahan khusus yang dirancang menyerupai jaringan tubuh manusia untuk mencatat paparan radiasi yang berpotensi diterima astronaut saat melakukan perjalanan di luar orbit Bumi.
Selain mengukur radiasi, K-RadCube juga membawa komponen semikonduktor, termasuk chip buatan Samsung Electronics dan SK Hynix. Komponen ini akan diuji ketahanannya terhadap radiasi di lingkungan luar angkasa yang ekstrem.
KASA bukan satu-satunya lembaga antariksa yang mengirimkan cubesat dalam misi Artemis 2. Badan Antariksa Jerman (DLR) juga turut berpartisipasi dengan mengirimkan cubesat bernama TACHELES.
Dengan keterlibatan K-RadCube dalam misi Artemis 2, Korea Selatan menegaskan posisinya sebagai salah satu negara yang aktif berkontribusi dalam eksplorasi antariksa global, khususnya dalam upaya memahami risiko radiasi bagi manusia di luar angkasa.
Sumber: Space.com
===============================================================
Pada tahun 2026, NASA akan meluncurkan misi berawak Artemis 2 yang membawa empat astronaut mengelilingi Bulan menggunakan wahana Orion. Dalam misi ini, Korea Selatan juga akan ikut ambil bagian dengan mengirimkan satelit radiasi bernama K-RadCube.
Kedatangan K-RadCube diumumkan oleh Korea AeroSpace Administration (KASA) pada 13 Agustus lalu melalui platform media sosial X. Satelit ini dirancang khusus untuk mengukur tingkat radiasi luar angkasa, terutama saat melintasi sabuk radiasi Van Allen, wilayah berbahaya yang mengelilingi Bumi.
K-RadCube merupakan cubesat tiga unit dengan bobot sekitar 19 kilogram. Satelit ini dibekali dosimeter berbahan khusus yang dirancang menyerupai jaringan tubuh manusia untuk mencatat paparan radiasi yang berpotensi diterima astronaut saat melakukan perjalanan di luar orbit Bumi.
Selain mengukur radiasi, K-RadCube juga membawa komponen semikonduktor, termasuk chip buatan Samsung Electronics dan SK Hynix. Komponen ini akan diuji ketahanannya terhadap radiasi di lingkungan luar angkasa yang ekstrem.
KASA bukan satu-satunya lembaga antariksa yang mengirimkan cubesat dalam misi Artemis 2. Badan Antariksa Jerman (DLR) juga turut berpartisipasi dengan mengirimkan cubesat bernama TACHELES.
Dengan keterlibatan K-RadCube dalam misi Artemis 2, Korea Selatan menegaskan posisinya sebagai salah satu negara yang aktif berkontribusi dalam eksplorasi antariksa global, khususnya dalam upaya memahami risiko radiasi bagi manusia di luar angkasa.
Sumber: Space.com