Toleransi Kafein: Mengapa Kopi Tidak Bisa Usir Kantuk?
Rumah tangga yang tidak pernah habis mengharapkan penolakan untuk tetap sehat. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dengan meminum kopi ketika merasa lelah di kantor, tapi ternyata efeknya tidak seperti yang diharapkan.
Pernahkah kamu merasa lelah saat bekerja dan memikirkan untuk menelan segelas minuman panas berenergi? Apakah rasa kafein memberikan efek sementara pula? Tapi, apa jika tubuh kamu sedang mengalami toleransi kafein? Artinya, kafein tidak lagi dapat mengatasi gejala lelah, bahkan membuat kondisi semakin buruk.
Menurut ahli, adenosin adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh otak. Fungsi utama dari adenosin adalah sebagai sinyal lelah, sehingga saat kadar adenosin meningkat, tubuh akan merasa lelah. Kafein memiliki struktur molekul yang mirip dengan adenosin namun bekerja secara berkebalikan. Ketika minum kopi, kafein menempel pada reseptor yang sama dan menghambat sinyal adenosin.
Hasilnya? Kamu tidak pernah merasa lelah, tapi efeknya juga jangka panjang sangat buruk. Jika terus dilakukan, tubuh akan menjadi sensitif terhadap kafein sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik lagi. Menurut laporan dari National Institutes of Health (NIH), otak manusia memiliki kemampuan adaptasi yang cepat dan jika terus-menerus mengonsumsi kafein dalam waktu dekat, maka otak akan menjadi sensitif terhadap efek sampingan dari kafein.
Rumah tangga yang tidak pernah habis mengharapkan penolakan untuk tetap sehat. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dengan meminum kopi ketika merasa lelah di kantor, tapi ternyata efeknya tidak seperti yang diharapkan.
Pernahkah kamu merasa lelah saat bekerja dan memikirkan untuk menelan segelas minuman panas berenergi? Apakah rasa kafein memberikan efek sementara pula? Tapi, apa jika tubuh kamu sedang mengalami toleransi kafein? Artinya, kafein tidak lagi dapat mengatasi gejala lelah, bahkan membuat kondisi semakin buruk.
Menurut ahli, adenosin adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh otak. Fungsi utama dari adenosin adalah sebagai sinyal lelah, sehingga saat kadar adenosin meningkat, tubuh akan merasa lelah. Kafein memiliki struktur molekul yang mirip dengan adenosin namun bekerja secara berkebalikan. Ketika minum kopi, kafein menempel pada reseptor yang sama dan menghambat sinyal adenosin.
Hasilnya? Kamu tidak pernah merasa lelah, tapi efeknya juga jangka panjang sangat buruk. Jika terus dilakukan, tubuh akan menjadi sensitif terhadap kafein sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik lagi. Menurut laporan dari National Institutes of Health (NIH), otak manusia memiliki kemampuan adaptasi yang cepat dan jika terus-menerus mengonsumsi kafein dalam waktu dekat, maka otak akan menjadi sensitif terhadap efek sampingan dari kafein.