Konsumsi Listrik per Kapita Indonesia Vs ASEAN, Ini Dia Jawaranya!

Indonesia, negara terbesar di ASEAN, masih tertinggal dalam hal konsumsi listrik per kapita dibandingkan dengan Vietnam dan Thailand. Meski Indonesia mencatat kenaikan konsumsi listrik pada 2025 hingga 1.584 kWh, tetapi ini hanya sejalan dengan target awal, bukan menembus titik yang signifikan. Hal ini memberi kesan bahwa penggunaan energi di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara lain dalam ASEAN.

Banyak faktor yang berkontribusi pada ketergantungan pada energi listrik, seperti penduduk yang masih tinggal di daerah terbelakang dan kurangnya akses ke infrastruktur listrik. Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan bahwa pemerintah akan melanjutkan upaya untuk menerangi 5.700 desa yang belum memiliki listrik serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi di Indonesia.

Namun, perlu diingat bahwa rasio konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. Meski laju industrialisasi yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, penggunaan energi listrik di Indonesia masih dalam tahap perkembangan yang belum memadai.

Dalam laporan yang diterbitkan oleh ASEAN Urbanist, konsumsi listrik per kapita untuk negara-negara di ASEAN pada 2025 adalah sebagai berikut:

* Vietnam: 3.431 kWh
* Thailand: 3.033 kWh
* Malaysia: 5.124 kWh

Sementara itu, Indonesia masih jauh tertinggal dengan konsumsi listrik per kapita sebesar 1.584 kWh.

Peningkatan intensitas penggunaan energi di Indonesia sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi dan laju industrialisasi yang sedang berlangsung.
 
Kalau nggak salah, aku pikir konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih terlalu rendah. Ngeluhnya adalah banyak desa di Indonesia belum punya listrik, tapi kalau sudah ada, ari ari penggunaan energi listrik di sapa-sapanya masih cukup rendah. Nah, aku pikir pemerintah harus cepat-cepat banget meningkatkan efisiensi penggunaan energi di Indonesia. Nggak bisa terus tertinggal dengan negara-negara lain di ASEAN aja... 🤔💡
 
Kalau kayaknya, ini hanya bagian dari rencana besar yang dimiliki oleh beberapa pihak untuk menjajah energi di Indonesia, ya? Mereka bilang konsumsi listrik per kapita rendah, tapi apa yang sebenarnya mereka maksudkan? Kalau kita lihat data di ASEAN Urbanist, Vietnam dan Thailand sudah punya konsumsi listrik yang lebih tinggi dari Indonesia, tapi mereka tidak pernah dibahas secara luas. Sementara Indonesia yang masih kalah dalam hal ini, tapi mereka bilang ingin meningkatkan efisiensi penggunaan energi... kayaknya hanya bagian dari rencana untuk mengontrol semua aspek kehidupan kita, ya?
 
Aku pikir kalau kita harus menantang diri sendiri, kita harus makin cerdas dalam menghemat listrik ya... aku bayangkan kalau semua rumah di Indonesia memiliki genset sendiri, itu akan sangat mahal dan tidak efisien ya... tapi aku juga tahu bahwa ada banyak yang sulit mendapatkan listrik di daerah terbelakang, jadi pemerintah harus makin kreatif dalam hal ini, misalnya dengan menggunakan energi surya atau air terjun, itu bisa menjadi solusi yang baik.
 
Kalau lihat, konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih jauh kalah dengan negara-negara ASEAN lainnya 🤔. Vietnam dan Thailand udah punya konsumsi listrik yang lebih tinggi dari kita, bahkan Malaysia udah lebih baik dari kita 😐. Masih banyak desa yang belum memiliki akses ke infrastruktur listrik, jadi pemerintah harus terus fokus untuk menerangi desa-desa tersebut dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi di Indonesia.

Tapi, kalau lihat juga, konsumsi listrik per kapita kita sudah naik, 1.584 kWh bukan nol 😅. Jadi, itu sudah bagus, tapi masih jauh dari target yang ingin dicapai oleh pemerintah. Kalau industrialisasi kita terus berlangsung, maka peningkatan intensitas penggunaan energi di Indonesia sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi dan laju industrialisasi yang sedang berlangsung 💪.

Masih banyak faktor yang perlu diperhatikan, seperti infrastruktur listrik yang belum memadai dan penduduk di daerah terbelakang yang masih kesulitan akses ke listrik. Tapi, saya yakin bahwa dengan kerja sama dan komitmen dari semua pihak, kita bisa mencapai target tersebut dan meningkatkan konsumsi listrik per kapita Indonesia menjadi lebih kompetitif di ASEAN 💯.
 
wahhh bro, kalau gak ada peningkatan konsumsi listrik per kapita, Indonesia akan ketinggalan jauh dari negara-negara lain di ASEAN, apa kabar sih kalau kita nggak punya energi yang cukup? 🤔💡 sepertinya pemerintah udah mulai upaya menerangi 5.700 desa tanpa listrik, tapi masih banyak hal yang perlu diperbaiki, seperti infrastruktur dan penduduk di daerah terbelakang yang masih jarang menggunakan energi listrik, bro 😊
 
kembali
Top