Kondisi pemerintahan Venezuela usai ditangkap presiden Trump-AS sangat mengkhawatirkan. Operasi militer Amerika Serikat, Operation Absolute Resolve, di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump berhasil menangkap Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1/2026) di Caracas.
Dalam penangkapan ini, Maduro mengaku tak bersalah sambil bersikeras bahwa ia masih berstatus Presiden Venezuela dalam dakwaan pengadilan federal Manhattan New York. Dia juga menyatakan bahwa ia adalah tawanan perang.
Kondisi pemerintahan Venezuela usai ditangkap presiden Trump-AS sangat buruk. Sebelum dilantik, Delcy Rodríguez sempat bersikeras terhadap tindakan AS, namun sekarang menunjukkan nada diplomatis untuk bekerja sama dengan AS.
Dalam Status Darurat Nasional ini, militer Venezuela tengah siaga menjaga kedaulatan, sedangkan polisi melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang dianggap mendukung invasi AS. Ekspor minyak Venezuela dilaporkan lumpuh akibat blokade militer dan ketidakpastian politik.
Pemerintahan Maduro dikenai sanksi agresif oleh AS dan negara-negara lain, termasuk tuduhan korupsi dan lain-lain. Pada satu titik, produksi minyak turun menjadi kurang dari 400.000 barel per hari, sehingga ekonomi Venezuela menyusut 71 persen antara tahun 2012 dan 2020.
Status darurat ini akan berlangsung hingga 2031, jika tidak ada perubahan. Namun, upaya diplomatis AS untuk bekerja sama dengan Venezuela masih diharapkan dapat meningkatkan kondisi pemerintahan tersebut.
Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, Duta Besar AS dan Venezuela berdiskusi tentang operasi AS dan penculikan Maduro. Menurut Duta Besar AS, penculikan Maduro adalah tindakan yang sah karena telah mengancam keamanan nasional AS dan menindas warga Venezuela.
Sementara itu, cadangan minyak terbesar di dunia ini masih berpotensi menjadi sumber daya yang signifikan untuk Venezuela.
Dalam penangkapan ini, Maduro mengaku tak bersalah sambil bersikeras bahwa ia masih berstatus Presiden Venezuela dalam dakwaan pengadilan federal Manhattan New York. Dia juga menyatakan bahwa ia adalah tawanan perang.
Kondisi pemerintahan Venezuela usai ditangkap presiden Trump-AS sangat buruk. Sebelum dilantik, Delcy Rodríguez sempat bersikeras terhadap tindakan AS, namun sekarang menunjukkan nada diplomatis untuk bekerja sama dengan AS.
Dalam Status Darurat Nasional ini, militer Venezuela tengah siaga menjaga kedaulatan, sedangkan polisi melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang dianggap mendukung invasi AS. Ekspor minyak Venezuela dilaporkan lumpuh akibat blokade militer dan ketidakpastian politik.
Pemerintahan Maduro dikenai sanksi agresif oleh AS dan negara-negara lain, termasuk tuduhan korupsi dan lain-lain. Pada satu titik, produksi minyak turun menjadi kurang dari 400.000 barel per hari, sehingga ekonomi Venezuela menyusut 71 persen antara tahun 2012 dan 2020.
Status darurat ini akan berlangsung hingga 2031, jika tidak ada perubahan. Namun, upaya diplomatis AS untuk bekerja sama dengan Venezuela masih diharapkan dapat meningkatkan kondisi pemerintahan tersebut.
Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, Duta Besar AS dan Venezuela berdiskusi tentang operasi AS dan penculikan Maduro. Menurut Duta Besar AS, penculikan Maduro adalah tindakan yang sah karena telah mengancam keamanan nasional AS dan menindas warga Venezuela.
Sementara itu, cadangan minyak terbesar di dunia ini masih berpotensi menjadi sumber daya yang signifikan untuk Venezuela.