Kondisi Pedagang Genteng Lagi Susah, Program Prabowo Jadi Angin Segar

Penjualannya seperti halnya bahan bangunan lainnya, kini sedang mengalami lesu. Pada beberapa toko genteng di Jakarta Timur, terdapat hanya dua toko yang masih beroperasi, dan dari lima toko tersebut, banyak toko pun harus ditutup karena tidak bisa lagi memenuhi permintaan.

"Penjualan genteng turun drastis, bahkan sudah jarang ada pelanggan datang ke toko saya. Sekarang, hanya sekitar 5 buah saja yang dapat dijual, dibandingkan dahulu ratusan juta yang bisa dijual," kata Hasan, pedagang di Genteng Pelita.
 
Genteng kok kurang nyaman dipesan lagi ๐Ÿ˜’. Maksudnya, jika ada kesempatan beli, pasti harus cepat aja karena tidak ada stok banyak lagi ๐Ÿ’ธ. Masih ingat tahun 90-an, kalau mau genteng punya banyak pilihan ๐Ÿ™„. Sekarang jadi kerenyahan. Beli di pasar atau toko online lebih nyaman juga ๐Ÿค—.
 
Mereka siapa aja lagi nih... kalau harga genteng tidak stabil, toko-toko kayaknya pasti kesulitan beroperasi. Saya sudah lama nggak pernah beli genteng di Jakarta, kayaknya harga yang terus turun itu bikin penjualannya semakin buruk. Kalau mau bertahan, jelas perlu ada strategi apa aja... kayaknya perlu ada inovasi atau sesuatu yang bikin toko-toko ini bisa lebih kompetitif lagi. Tapi, kalau harga semakin rendah, siapa yang mau berinvestasi ke toko genteng? ๐Ÿค”
 
Saya pikir ini benar-benar aneh sekali, toko-toko genteng sekarang ini udah jarang terlihat lagi ๐Ÿ˜‚. Mungkin karena teknologi sudah menggantikan kebutuhan kita dalam membangun rumah? Saya tidak bisa membayangkan seperti apa caranya pembangunan rumah tanpa genteng ๐Ÿค”. Tapi, apa yang salah dengan menggunakan genteng itu? Sepertinya banyak toko yang harus ditutup karena genteng ini kurang populer lagi ๐Ÿ˜•. Saya masih ingat saat-saat sebelumnya, kita sering membeli genteng untuk rumah, tapi sekarang udah tidak ada lagi ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ.
 
Makasih nih gini. Saya pikir ini fenomena yang khas sekali dgn pasar local, banyak bisnis kecil seperti ini yang suka mengalami lesu-susahnya. Apalagi dengan kompetisi dari toko-toko online yang banyak banget, dan harga yang murah-murahan gini. Saya pikir kalau pihak pedagang bisa mencari cara baru untuk meningkatkan penjualan, seperti promosi atau diskon, mungkin bisa mengatasi masalah ini. Yang penting adalah bisnis tetap berjalan dan memenuhi kebutuhan konsumen.
 
Genteng kok udah tidak ada lagi yang dipesan? Maksudnya apa sih? Masih ada yang punya permintaan banyak banget kayaknya ๐Ÿค”. Tapi toh toko-toko genteng itu sudah lama kalah dengan pasang pintu baru, gampang banget banget aja ๐Ÿšช. Saya curiga ada masalah lain di balik ini, mungkin masalah biaya atau logistik? Ada sumber yang bisa saya lihat untuk memahami situasi ini gak?
 
Genteng, kini sudah seperti apa lagi... ๐Ÿค” Saya pikir ini karena banyak orang yang mulai menggunakan genteng palsu, dan pihak produsen pun masih belum bisa mengatasi masalah ini. Nah, kalau tidak ada produksi yang asli, bagaimana mungkin penjualannya bisa semakin lesu? ๐Ÿ“‰ Saya rasa harus ada perhatian dari pemerintah agar bisa memperhatikan isu ini dan mencari solusi untuk meningkatkan kualitas genteng yang dijual.
 
Aku pikir ini gampang banget untuk penjual genteng, siapa sih yang mau beli bahan bangunan itu? ๐Ÿค” Tapi aku pikir ada masalah lain, yaitu harga genteng sama sekali tidak terkonsenasi dengan kebutuhan pasar. Aku lihat di media online banyak toko genteng yang terpaksa tutup karena tidak bisa memenuhi permintaan. Mereka harus menjual dengan harga yang sama kayak sebelumnya, tapi kualitas jadi buruk banget! ๐Ÿšง Jika penjual genteng ingin bisa beroperasi lagi, aku pikir perlu ada penyesuaian harga dan kualitas. Aku rasa pemerintah kudu nanti niat nggak? ๐Ÿ˜Š
 
Gue penasaran kok, apakah ini karena produksi genteng juga sedang lesu kan? Gue suka dengan dekorasi dinding, tapi kalau harga naik terus terang, gue aja jangan membeli lagi ๐Ÿ˜‚. Tapi serius, kalau toko-toko yang menjual genteng itu harus tutup, gak berarti ada alternatif lain kan? Gue harap bisa temen-temen di Jakarta Timur bisa membantu menemukan solusi agar toko-toko tersebut bisa terus beroperasi ๐Ÿค”.
 
Pernah liat aja siapa-siapa yang masih beli genteng? Saat ini kurangnya orang ingin membeli genteng sudah terasa. Saya pikir mungkin karena banyak orang mulai menggunakan bahan bangunan modern seperti beton atau kayu, jadi tidak perlu lagi genteng. Tapi saya juga berpikir kalau mungkin ada yang masih butuh untuk gentengnya, misalnya untuk rumah tua yang masih ingin memakai gaya jaman dulu. Kalau benar-benar tidak ada lagi orang yang mau beli, maka tidak masalah sih kayaknya. Tapi saya berharap ada yang bisa membantu pedagang-pedagang seperti Hasan agar tetap bisa bisnisnya.
 
Maaf lagi, kena lemah kok! Makin lama ini pamerasan genteng di Jakarta Timur makin sedaih. Saya lihat banyak toko genteng ditutup karena tidak ada lagi pelanggan. Saya rasa juga perlu memikirkan cara untuk menghidupi bisnisnya lagi, jangan cuma terus tutup toko. Mungkin harus coba cari market lain atau apa?
 
Kalau lagi2 toko genteng di Jakarta Timur tertutup ya? Itu bukannya mengejutkan banget! Sepertinya kalau ini sudah ada gejala2 sebelumnya, tapi belum terlalu banyak yang pernah bicara tentang masalah ini. Tapi sekarang jelas2 sudah bisa lihatin berapa besar dampaknya. Jika penjualan genteng turun drastis seperti itu, berarti kalau ini masalah bukan cuma toko yang bergerak, tapi juga kalau industri sebagai giliran.

Tentu saja ada sumber daya yang tidak terpakai lagi karena banyak sekali genteng yang belum dijual. Apalagi kalau ini mempengaruhi banyak pekerjaan, seperti para pedagang atau kontraktor yang bergantung pada penjualan genteng. Mungkin2 itu perlu dilakukan analisis lebih dalam tentang apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya agar industri tidak terus berhambat.
 
"Ketika kamu punya banyak uang, orang akan menjadi egois dan mudah kalah, tapi ketika kamu sederhana, kamu akan bertahan dalam kesulitan." ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ
 
Gentengnya kayaknya sangat mengalami kesulitan nih... Siapa tahu dari toko-toko lain bisa mulai bekerja keras lagi, biar semua orang punya tempat untuk dibuat rumah ya...
 
Luar aja, sekarang penjualan genteng semakin lesu juga kayak gampangnya. Aku tahu dari teman-teman di daerah itu, banyak toko genteng yang harus tutup karena tidak bisa lagi jual. Yang masih ada, cuma dua toko di Jakarta Timur aja. Penjualannya turun drastis, bahkan aku sendiri masih ingat ketika masih kecil, aku bisa beli ratusan juta buah saja. Sekarang, hanya lima buah aja yang bisa dijual. Aku rasa penjualan genteng sudah benar-benar kurang diminati, tapi kemungkinan besar masih ada orang yang ingin membelinya.
 
Genteng udah semakin muruk banget, gini dia. Masih ada yang beli, tapi kalau tidak ada promo atau diskon, kayaknya penjualannya sama aja dengan pasir ๐ŸŒ€. Saya duduk di rumah aja, nonton video tentang genteng asal Yogyakarta itu yang seru, tapi di sini, ga ada yang mau, kalau mau beli, harus pake kredit atau sesuai dengan promo, gini dia.
 
Aku pikir penjualan genteng ini benar-benar sedang mengalami masalah besar ๐Ÿคฏ. Dulu kalinya toko-toko genteng banyak sekali di Jakarta Timur, tapi sekarang sudah jarang lagi yang beroperasi. Aku pernah ke toko genteng pelita itu, dan aku bisa melihat sendiri bahwa ada begitu banyak pilihan warna dan pola yang menarik ๐ŸŽจ. Tapi sekarang kalo aku lihat di sana, hanya beberapa warna saja yang tersedia. Aku rasa ini karena permintaan pasar yang menurun, atau mungkin biaya produksi yang naik? ๐Ÿค‘ Seperti kata Hasan, kalau toko kita tidak bisa lagi memenuhi permintaan, itu berarti kegiatan kami tidak lagi penting bagi masyarakat ๐Ÿ˜”.
 
kembali
Top