Kondisi Kritis Lereng Gunung Slamet Akibat Hujan Berat, Bencana Bandang dan Longsor Melanda Empat Daerah Di Jawa Tengah.
Kejadian-kejadian bencana hidrometeorologi terus memicu permasalahan di lereng Gunung Slamet, Provinsi Jawa Tengah yang kemudian menyebar ke empat daerah tersebut yaitu Kabupaten Purbalingga, Brebes, Pemalang dan Tegal. BNPB telah mengakui bahwa kerusakan infrastruktur yang terjadi berupa banjir bandang, tanah longsor dan cuaca ekstrem.
Sumber dari kejadian tersebut didasarkan pada curah hujan tinggi dengan durasi panjang, terutama di wilayah lereng timur Gunung Slamet. Kejadian ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka, serta satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat dan satu unit rumah rusak ringan.
Kerusakan yang terjadi juga mencakup gangguan akses wilayah serta memaksa sejumlah warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemadaman listrik di beberapa titik juga menghambat komunikasi dan upaya penanganan darurat.
Peningkatan debit sungai secara signifikan menyebabkan banjir bandang di Desa Gunungsari, Desa Penakir, dan Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima, Kecamatan Moga. Dampak kejadian tersebut meliputi kerusakan empat unit rumah warga, satu unit fasilitas ibadah, serta kerusakan infrastruktur penghubung antarwilayah.
Sementara itu di lereng barat Gunung Slamet, wilayah Kabupaten Brebes, banjir bandang terjadi sejak Jumat sore hingga Sabtu dini hari. Curah hujan tinggi menyebabkan peningkatan debit sungai secara signifikan yang memicu banjir bandang di Desa Sirampog, Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Paguyangan.
Bencana ini turut mengakibatkan perubahan morfologi alur sungai serta kerusakan sejumlah sarana dan prasarana wisata. Kerusakan yang dilaporkan antara lain ambruknya Jembatan Jedor dan jembatan di kawasan Pancuran 13, rusaknya area wisata Pancuran 5 dan Pancuran 13, kerusakan jembatan gantung Pancuran 5, serta satu unit alat berat berupa excavator mini yang hanyut terbawa arus banjir.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan rumah warga. Aktivitas wisata di beberapa titik dihentikan sementara guna mengurangi risiko terhadap keselamatan pengunjung.
Kejadian-kejadian bencana hidrometeorologi terus memicu permasalahan di lereng Gunung Slamet, Provinsi Jawa Tengah yang kemudian menyebar ke empat daerah tersebut yaitu Kabupaten Purbalingga, Brebes, Pemalang dan Tegal. BNPB telah mengakui bahwa kerusakan infrastruktur yang terjadi berupa banjir bandang, tanah longsor dan cuaca ekstrem.
Sumber dari kejadian tersebut didasarkan pada curah hujan tinggi dengan durasi panjang, terutama di wilayah lereng timur Gunung Slamet. Kejadian ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka, serta satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat dan satu unit rumah rusak ringan.
Kerusakan yang terjadi juga mencakup gangguan akses wilayah serta memaksa sejumlah warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemadaman listrik di beberapa titik juga menghambat komunikasi dan upaya penanganan darurat.
Peningkatan debit sungai secara signifikan menyebabkan banjir bandang di Desa Gunungsari, Desa Penakir, dan Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, serta Desa Sima, Kecamatan Moga. Dampak kejadian tersebut meliputi kerusakan empat unit rumah warga, satu unit fasilitas ibadah, serta kerusakan infrastruktur penghubung antarwilayah.
Sementara itu di lereng barat Gunung Slamet, wilayah Kabupaten Brebes, banjir bandang terjadi sejak Jumat sore hingga Sabtu dini hari. Curah hujan tinggi menyebabkan peningkatan debit sungai secara signifikan yang memicu banjir bandang di Desa Sirampog, Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Paguyangan.
Bencana ini turut mengakibatkan perubahan morfologi alur sungai serta kerusakan sejumlah sarana dan prasarana wisata. Kerusakan yang dilaporkan antara lain ambruknya Jembatan Jedor dan jembatan di kawasan Pancuran 13, rusaknya area wisata Pancuran 5 dan Pancuran 13, kerusakan jembatan gantung Pancuran 5, serta satu unit alat berat berupa excavator mini yang hanyut terbawa arus banjir.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan rumah warga. Aktivitas wisata di beberapa titik dihentikan sementara guna mengurangi risiko terhadap keselamatan pengunjung.