Rupiah Terus Menguat, Rp16.760 Per Dolar AS
Mata uang rupiah terus menunjukkan pergerakan positif dalam perdagangan hari ini, 3 Februari 2026. Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp16.760 per dolar AS, meningkat sekitar 0,23% dari penutupan hari sebelumnya.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia juga bervariasi. Yen Jepang naik 0,09 persen, sementara dolar Hong Kong dan Singapura stagnan. Dolar Taiwan meningkat sekitar 0,08 persen, serta won Korea Selatan naik 0,18 persen.
Di Eropa, pergerakan mata uang juga mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai calon pengganti Jerome Powell, yang dikenal mendukung penurunan suku bunga dan bersikap kritis terhadap kebijakan pembelian aset The Fed.
Kemungkinan arah kebijakan moneter Amerika Serikat berpotensi lebih akomodatif dalam jangka pendek, namun tidak serta-merta longgar dalam jangka panjang. Hal ini memunculkan persepsi bahwa pergerakan rupiah masih ditopang oleh fundamental domestik yang relatif solid, terutama kinerja neraca perdagangan.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah masih ditopang oleh surplus perdagangan Indonesia yang cukup besar. "Surplus perdagangan Indonesia yang cukup besar masih menjadi penyangga pergerakan rupiah, meski sentimen global belum sepenuhnya kondusif," ujarnya.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Desember 2025 mencatat surplus kumulatif sebesar 41,05 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Mata uang rupiah terus menunjukkan pergerakan positif dalam perdagangan hari ini, 3 Februari 2026. Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp16.760 per dolar AS, meningkat sekitar 0,23% dari penutupan hari sebelumnya.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia juga bervariasi. Yen Jepang naik 0,09 persen, sementara dolar Hong Kong dan Singapura stagnan. Dolar Taiwan meningkat sekitar 0,08 persen, serta won Korea Selatan naik 0,18 persen.
Di Eropa, pergerakan mata uang juga mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai calon pengganti Jerome Powell, yang dikenal mendukung penurunan suku bunga dan bersikap kritis terhadap kebijakan pembelian aset The Fed.
Kemungkinan arah kebijakan moneter Amerika Serikat berpotensi lebih akomodatif dalam jangka pendek, namun tidak serta-merta longgar dalam jangka panjang. Hal ini memunculkan persepsi bahwa pergerakan rupiah masih ditopang oleh fundamental domestik yang relatif solid, terutama kinerja neraca perdagangan.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah masih ditopang oleh surplus perdagangan Indonesia yang cukup besar. "Surplus perdagangan Indonesia yang cukup besar masih menjadi penyangga pergerakan rupiah, meski sentimen global belum sepenuhnya kondusif," ujarnya.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Desember 2025 mencatat surplus kumulatif sebesar 41,05 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya.